Breaking News
light_mode
Home » Opini » Moral Dijadikan Senjata, Iri Disembunyikan: Dukungan Mengalir pada Sikap Terbuka Muzakir Manaf

Moral Dijadikan Senjata, Iri Disembunyikan: Dukungan Mengalir pada Sikap Terbuka Muzakir Manaf

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • visibility 267
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Banda Aceh, 22 Januari 2026| Serangan terhadap kehidupan pribadi Gubernur Aceh Muzakir Manaf terus diproduksi dengan bungkus moral. Poligami diangkat sebagai isu utama, seolah menjadi ukuran tunggal integritas seorang pemimpin. Namun di balik gempuran tersebut, dukungan justru mengalir dari warga yang menilai serangan itu sarat iri, ketakutan, dan standar ganda.

Salah satunya datang dari T. Azhari, yang akrab disapa Pon Peunawa, pria asal Peudada, Kabupaten Bireuen. Ia menilai, keberanian Muzakir Manaf menjalani kehidupan pribadi secara terbuka justru menunjukkan sikap gentleman yang langka di tengah maraknya kemunafikan sosial.

“Saya sangat mendukung sikap gentleman-nya seorang Mualem. Sebagai lelaki, ia nyaris sempurna: tampan, mapan, mantan panglima, Gubernur Aceh, Ketua PA sekaligus Ketua KPA. Pokoknya keren untuk simbol laki-laki Aceh,” ujar Pon Peunawa, Selasa (21/1/2026).

Menurutnya, serangan yang diarahkan kepada Muzakir Manaf tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial yang selama ini jarang diungkap secara jujur. Banyak laki-laki, kata dia, ingin menikah lagi tetapi tidak mampu dan tidak berani, terutama karena tekanan ekonomi dan ketakutan terhadap istri pertama. Keinginan yang terpendam itu lalu berubah menjadi kecemburuan ketika melihat tokoh publik yang mampu dan terbuka.

“Karena tak mampu, maka iri melihat kehidupan Muzakir Manaf,” katanya.

Pon Peunawa juga menyinggung fenomena lama yang terus berulang: laki-laki alim di depan publik, tetapi liar di belakang layar. Di mimbar bicara moral, di ruang publik tampil religius, namun dalam praktik justru terjebak perselingkuhan, hubungan gelap, hingga praktik “jajan sembarangan”.

“Yang seperti ini justru banyak, tapi aman. Tidak disorot, tidak dihakimi,” ujarnya.

Ia menilai perilaku munafik tersebut bukan hanya diketahui di Aceh, tetapi telah menjadi buah bibir di luar daerah, terutama di kalangan perantau. Citra religius yang ditampilkan sebagian laki-laki Aceh kerap berbanding terbalik dengan perilaku nyata.

“Ini yang sebenarnya mencoreng martabat Aceh, tapi jarang disentuh,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Pon Peunawa menilai Muzakir Manaf justru berada di posisi berlawanan. Kehidupan pribadinya dijalani tanpa sembunyi-sembunyi, tanpa kepura-puraan kesetiaan, dan tanpa topeng moral.

“Kalau menikah, ya menikah. Tidak main belakang, tidak hidup dua wajah,” katanya.
Ia menyindir keras kelompok yang paling vokal menyerang Muzakir Manaf sebagai moralis musiman—lantang ketika menyerang orang lain, namun bungkam ketika harus bercermin pada diri sendiri.

Sejumlah warga menilai, isu personal ini lebih mencerminkan upaya pembunuhan karakter daripada kepedulian terhadap nilai moral. Ketika kejujuran dan keterbukaan ditampilkan apa adanya, sebagian pihak justru merasa terganggu karena topeng mereka ikut tersingkap.

Bagi pendukungnya, pesan yang kini terbaca jelas di ruang publik adalah satu: yang dibenci bukan poligami, melainkan keberanian dan kejujuran yang tidak semua orang mampu miliki.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kezaliman di Balik Seragam: Menggugat Dehumanisasi Imigrasi Muara Enim terhadap Keluarga Yaman

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 51
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 Maret 2026 | Sebuah keluarga kecil asal Yaman, terdiri dari ayah, ibu, dan seorang bayi, kini terjebak dalam ketidakpastian hukum di Indonesia. Kantor Imigrasi Muara Enim, Sumatera Selatan, sebelumnya telah memberikan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) selama dua tahun kepada keluarga ini untuk tinggal dan berusaha di Indonesia. Namun, hanya beberapa […]

  • WALHI Sumatera Utara: Tujuh Perusahaan Jadi Biang Keladi Bencana Ekologis di Tapanuli

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 130
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 Desember 2025| Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara menyebut tujuh perusahaan sebagai pihak yang diduga menjadi penyebab utama bencana ekologis yang melanda kawasan Tapanuli. Sejak Selasa (25/11/2025), sedikitnya 8 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak banjir bandang dan longsor, dengan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah sebagai wilayah paling parah. Puluhan ribu warga mengungsi, […]

  • Kuningan Berduka: Siswi SMAN Kadugede Meninggal Usai Konsumsi Jajanan MBG, Agung Sulistio Desak Penyelidikan dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 124
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, 20 Oktober 2025 (GMOCT)| Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. Novi, seorang siswi kelas 3 SMAN Kadugede, meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi jajanan MBG (nama jajanan disamarkan). Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025, dan langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Agung Sulistio, Ketua Umum Gabungan […]

  • Dua Versi Pernyataan RS Hastein: Ada Apa di Balik Kematian Ny. Mursiiti…???

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 323
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Karawang, 17 Oktober 2025– Aroma dugaan malpraktik medis di tubuh RS Hastein Karawang semakin menyengat. Kasus kematian Ny. Mursiiti (62), warga Kampung Pamahan RT 01/01, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kini menyeret nama besar rumah sakit tersebut ke pusaran sorotan publik. Bukan hanya karena dugaan kelalaian medis yang fatal, tetapi juga […]

  • Tim Juri Kompolnas Award 2025 Sebut Polda Jabar Tonjolkan Soal Pendekatan Digitalisasi untuk Berikan Pelayanan Prima ke Masyarakat

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 153
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bandung- Anggota dewan juri Kompolnas Award 2025, Mohammad Choirul Anam mengecek dan memverifikasi berbagai inovasi dan sebagainya yang ada di Mapolda Jawa Barat, khususnya terkait pelayanan, tata kelola, dan lainnya guna memastikan Polda memberikan ruang manfaat besar baik ke kepolisian atau masyarakat, serta mengecek hubungan antara Polda dengan masyarakat serta instansi di Polda […]

  • Polsek Ciampea Sosialisasikan Bahaya Narkoba Dan Tertib Berlalu Lintas Dalam MPLS SMK Geo Informatika

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Polsek Ciampea Polres Bogor Polda Jabar hadir memberikan edukasi dan pembinaan di SMK Geo Informatika, yang berlokasi di Kampung Jemser RT 04/06, Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB (16/7), ini diisi oleh anggota […]

expand_less