Tegarnews.co.id – Jakarta, 26 Agustus 2026 | Di tepi lahan gambut yang terbakar di Riau, tiga orang ditemukan sedang memancing. Setidaknya itulah yang mereka klaim saat aparat mendatangi lokasi. Namun Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan punya cerita lain: ketiganya diduga hendak membakar lahan, bukan mencari ikan.
Yang membuat kasus tiga orang ini menarik perhatian lebih dari sekadar penangkapan biasa adalah satu fakta yang disampaikan Kapolda kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Pekanbaru, Senin 24 Agustus 2026: ketiganya tidak memiliki kebun di lokasi kebakaran. Artinya tidak ada motif pertanian yang bisa menjelaskan kehadiran mereka di sana.
Presiden Prabowo yang memimpin rapat langsung menginterupsi laporan Kapolda dan memerintahkan agar ketiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk pendalaman lebih lanjut. Ia juga meminta Badan Intelijen Negara dilibatkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang memerintahkan atau membiayai pembakaran, karena pembakaran lahan gambut oleh orang-orang yang tidak punya kepentingan pertanian di sana hampir selalu menunjuk pada satu pertanyaan yang sama: siapa yang menyuruh mereka?
Pendalaman terhadap ketiga orang itu menjadi bagian dari upaya Prabowo menelusuri rantai komando di balik karhutla Riau yang sepanjang 2026 ini sudah menghanguskan lebih dari 16.000 hektare lahan. Dari 36 tersangka yang sudah ditetapkan Polda Riau tahun ini, belum satu pun yang terbukti merupakan aktor korporasi.
Tiga orang yang berpura-pura memancing itu mungkin hanya ujung benang, dan pemerintah tampaknya ingin tahu benang itu berhenti di mana.(Rls/Red)














