Tegarnews.co.id – Jakarta, 30 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambrol pada perdagangan Jumat (30/10/2026) hari ini, membuat panik pasar modal Indonesia.
Fakta Hari Ini:
– Sesi I Jumat ditutup anjlok 1,29% ke level 5.032,43
– Sempat terjun lebih dalam ke 4.979,34 atau turun 2,12% di bawah level psikologis 5.000
– Dalam sepekan, IHSG sudah ambrol 7,48%
– Kamis kemarin (29/10) anjlok lebih parah 3,49% ke 5.098 setelah ditutup turun 184,25 poin.
Penyebab:
1. Asing Kabur Massal: Net foreign sell sepanjang 2026 tembus Rp97,78 Triliun. Kemarin saja asing jual bersih Rp1,08 – Rp1,52 Triliun di pasar reguler.
2. Big Cap Babak Belur: BBCA anjlok 6,35% di bawah Rp5.000, BBRI -3,77%, BMRI -3,13%, AMMN -4,10%, ASII -6,20%. Saham emiten Prajogo Pangestu (BREN, TPIA, BRPT, CUAN) juga kompak tersungkur.
3. Evaluasi MSCI: Ketidakpastian Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi sentimen negatif utama.
4. Teknikal Jebol: Posisi IHSG jauh di bawah MA20 di 5.595 dan MA60 di 6.144. RSI di level 26,77 masuk area jenuh jual (oversold).
Data Perdagangan Sesi I:
– Volume: 25,45 miliar saham
– Nilai transaksi: Rp3,18 Triliun
– Frekuensi: 368.680 kali
– 591-609 saham melemah, hanya 76-113 saham menguat, 77-82 saham stagnan
– Rupiah di Rp18.094 per USD AS
Analis:
“Penurunan hingga menembus level psikologis 5.000 mencerminkan investor masih cenderung defensif dan selera terhadap risiko belum pulih,” kata Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama.
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan level 4.907 sebagai support penting yang harus dipertahankan. Jika jebol, potensi lanjut turun.
Menariknya, di tengah kejatuhan, asing hari ini justru net buy tipis Rp253,09 Miliar (buy Rp2,49 T vs sell Rp2,23 T) di sesi I, dengan GOTO dan BUMI jadi incaran.(Rls/Red)














