{"id":24814,"date":"2026-04-25T06:52:36","date_gmt":"2026-04-24T23:52:36","guid":{"rendered":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814"},"modified":"2026-04-25T06:52:36","modified_gmt":"2026-04-24T23:52:36","slug":"kriminalisasi-wartawan-amir-asnawi-pembajakan-uu-pers-dan-ancaman-terhadap-kebebasan-pers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814","title":{"rendered":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tegarnews.co.id &#8211; Mojokerto, 25 April 2026<\/strong> | Dunia hukum dan kebebasan pers di Indonesia kembali diguncang oleh kasus yang menimpa Wartawan Amir Asnawi, yang kini menjadi sorotan publik setelah proses hukum terhadapnya dinilai cacat prosedur dan batal demi hukum. Sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto Kelas IA pada Jumat, 24 April 2026, menjadi titik krusial dalam perjuangan menegakkan keadilan bagi jurnalis yang dikriminalisasi karena menjalankan fungsi kontrol sosialnya.<\/p>\n<p>Kuasa hukum Amir, Advokat Rikha Permatasari, dalam kesimpulan yang diserahkan kepada majelis hakim, menegaskan bahwa seluruh proses hukum terhadap kliennya telah melanggar prinsip dasar hukum pidana. \u201cPenangkapan dilakukan pada 14 Maret 2026, sementara laporan polisi baru dibuat pada 15 Maret 2026. Artinya, penangkapan dilakukan tanpa dasar hukum yang sah. Ini bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi pelanggaran serius terhadap hukum acara pidana,\u201d tegas Rikha kepada media usai persidangan, Jumat (24-04-2026).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa tindakan aparat tersebut bertentangan dengan asas legalitas, due process of law, dan fair trial sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). \u201cTidak mungkin ada penyidikan tanpa peristiwa hukum yang dilaporkan. Semua tindakan, termasuk penahanan, adalah produk hukum yang tidak sah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Kriminalisasi terhadap Wartawan<\/strong><\/p>\n<p>Amir Asnawi diketahui merupakan wartawan aktif yang tengah menulis laporan investigatif mengenai dugaan penyimpangan dalam program rehabilitasi narkoba. Namun, pemberitaan bukan diselesaikan melalui mekanisme pers sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, aparat justru menggunakan pendekatan pidana.<\/p>\n<p>Padahal, sengketa jurnalistik seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hak jawab dan hak koreksi sebagai langkah utama. \u201cTindakan aparat ini jelas merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik. Ini ancaman nyata terhadap kebebasan pers di Indonesia,\u201d jelas Rikha dengan egas.<\/p>\n<p>Dalam persidangan, Prof. Dr. Sardjijono, S.H., M.Hum, selaku ahli hukum, menegaskan bahwa penangkapan sebelum adanya laporan polisi adalah tidak sah dan batal demi hukum. Ia juga menekankan bahwa perkara yang melibatkan wartawan harus tunduk pada prinsip lex specialis hukum pers, bukan hukum pidana umum.<\/p>\n<p><strong>Indikasi Rekayasa dan Pelanggaran Profesionalitas<\/strong><\/p>\n<p>Kuasa hukum Amir juga mengungkap adanya indikasi kuat rekayasa dalam peristiwa penangkapan yang disebut sebagai operasi tangkap tangan (OTT). Bukti-bukti yang diajukan menunjukkan adanya pengkondisian dan manipulasi fakta oleh aparat. \u201cIni menimbulkan pertanyaan serius terhadap profesionalitas dan objektivitas penegakan hukum dalam perkara ini,\u201d kata Rikha.<\/p>\n<p>Dalam petitumnya, pihak pemohon meminta majelis hakim untuk:<br \/>\n1. Menyatakan tidak sah penetapan tersangka, penangkapan, dan penahanan terhadap Amir Asnawi.<br \/>\n2. Menyatakan seluruh proses penyidikan tidak sah.<br \/>\n3. Memerintahkan penghentian penyidikan.<br \/>\n4. Memulihkan nama baik dan hak-hak Amir sebagai wartawan.<\/p>\n<p><strong>Wilson Lalengke: Hentikan Pembajakan Hukum terhadap Jurnalis<\/strong><\/p>\n<p>Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, mengecam keras tindakan aparat yang dianggap telah membajak hukum dan mengkriminalisasi jurnalis. \u201cSaya berdiri tegak bersama Amir Asnawi dan tim kuasa hukumnya. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi penghinaan terhadap kebebasan pers dan hak asasi manusia,\u201d tegas tokoh pers nasional yang dikenal luas sebagai pembela kebebasan pers di Indonesia, Jumat, 24 April 2026.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kasus ini mencerminkan wajah buram penegakan hukum di Indonesia. \u201cKetika wartawan yang menjalankan tugas kontrol sosial justru ditangkap tanpa dasar hukum, maka kita sedang menyaksikan kematian moral aparat penegak hukum. Polisi yang seharusnya melindungi rakyat kini justru menjadi alat penindasan,\u201d ujar aktivis HAM internasional itu dengan nada keras.<\/p>\n<p>Wilson Lalengke juga menyerukan agar Presiden dan Kapolri segera turun tangan. \u201cHentikan pembajakan hukum terhadap jurnalis. Jangan biarkan aparat mempermainkan hukum demi kepentingan segelintir orang. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi, dan siapa pun yang merusaknya adalah musuh bangsa,\u201d sebutnya tegas.<\/p>\n<p><strong>Refleksi Filosofis dan Pancasila<\/strong><\/p>\n<p>Kasus ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan filosofi keadilan. Plato (428\u2013347 SM) dalam The Republic menegaskan bahwa keadilan adalah harmoni antara individu dan negara. Ketika aparat penegak hukum bertindak sewenang-wenang, harmoni itu hancur, dan negara kehilangan jiwanya.<\/p>\n<p>Immanuel Kant (1724-1804) mengajarkan bahwa hukum harus dijalankan berdasarkan prinsip moral universal. Menurutnya, tindakan yang tidak bisa dijadikan hukum umum adalah tindakan yang tidak bermoral. Penangkapan tanpa dasar hukum jelas melanggar prinsip moral universal keadilan.<\/p>\n<p>Nilai-nilai Pancasila pun seolah diabaikan. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, telah diinjak-injak oleh perilaku aparat yang mempermainkan hukum. Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi pedoman moral yang seharusnya menjadi dasar setiap tindakan hukum di negeri ini.<\/p>\n<p><strong>Ujian bagi Penegakan Hukum Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Advokat Rikha Permatasari menegaskan bahwa perkara ini bukan hanya tentang satu orang wartawan, tetapi tentang prinsip besar penegakan hukum di Indonesia. \u201cIni adalah ujian bagi peradilan kita. Apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru dilanggar oleh penegaknya sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap majelis hakim dapat melihat fakta persidangan secara jernih dan memberikan putusan yang adil. \u201cKeadilan harus ditegakkan, dan wartawan Amir harus segera dibebaskan. Ini bukan hanya soal individu, tetapi soal marwah hukum dan kebebasan pers di Indonesia,\u201d pungkas Rikha.<\/p>\n<p>Kasus kriminalisasi terhadap wartawan Amir Asnawi adalah tamparan keras bagi penegakan hukum dan kebebasan pers di Indonesia. Penangkapan tanpa dasar hukum, pelanggaran asas legalitas, dan pengabaian mekanisme pers menunjukkan betapa rapuhnya sistem hukum kita.<\/p>\n<p>Dengan dukungan tegas dari Wilson Lalengke dan tim kuasa hukum, perjuangan ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Sebagaimana kata Aristoteles (384-322 SM), \u201cKeadilan adalah kebajikan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat.\u201d Tanpa keadilan, bangsa ini hanya akan menjadi panggung bagi mereka yang memperjualbelikan hukum dan menindas kebenaran.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tegarnews.co.id &#8211; Mojokerto, 25 April 2026 | Dunia hukum dan kebebasan pers di Indonesia kembali diguncang oleh kasus yang menimpa Wartawan Amir Asnawi, yang kini menjadi sorotan publik setelah proses hukum terhadapnya dinilai cacat prosedur dan batal demi hukum. Sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto Kelas IA pada Jumat, 24 April 2026, menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":24810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[163],"tags":[5917,1081,4059,142],"class_list":["post-24814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","tag-amir-asnawi","tag-kriminalisasi","tag-mojokerto","tag-wartawan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tegarnews.co.id &#8211; Mojokerto, 25 April 2026 | Dunia hukum dan kebebasan pers di Indonesia kembali diguncang oleh kasus yang menimpa Wartawan Amir Asnawi, yang kini menjadi sorotan publik setelah proses hukum terhadapnya dinilai cacat prosedur dan batal demi hukum. Sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto Kelas IA pada Jumat, 24 April 2026, menjadi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"tegarnews.co.id\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-24T23:52:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"671\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"401\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Chairul Husen\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Chairul Husen\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814\"},\"author\":{\"name\":\"Chairul Husen\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3938ee0cc73ef30104d212327d18039c\"},\"headline\":\"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers\",\"datePublished\":\"2026-04-24T23:52:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814\"},\"wordCount\":851,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/20260425_063550.jpg\",\"keywords\":[\"Amir Asnawi\",\"Kriminalisasi\",\"Mojokerto\",\"Wartawan\"],\"articleSection\":[\"Hukum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814\",\"name\":\"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/20260425_063550.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-24T23:52:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/20260425_063550.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/20260425_063550.jpg\",\"width\":671,\"height\":401},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?p=24814#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/\",\"name\":\"tegarnews.co.id\",\"description\":\"Berani, Bicara Benar\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"tegarnews.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cropped-LOGO-DEPAN-TEGARNEWS.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cropped-LOGO-DEPAN-TEGARNEWS.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"tegarnews.co.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/facebook.com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3938ee0cc73ef30104d212327d18039c\",\"name\":\"Chairul Husen\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Chairul Husen\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/tegarnews.co.id\\\/?author=20\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id","og_description":"Tegarnews.co.id &#8211; Mojokerto, 25 April 2026 | Dunia hukum dan kebebasan pers di Indonesia kembali diguncang oleh kasus yang menimpa Wartawan Amir Asnawi, yang kini menjadi sorotan publik setelah proses hukum terhadapnya dinilai cacat prosedur dan batal demi hukum. Sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto Kelas IA pada Jumat, 24 April 2026, menjadi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814","og_site_name":"tegarnews.co.id","article_publisher":"https:\/\/facebook.com","article_published_time":"2026-04-24T23:52:36+00:00","og_image":[{"width":671,"height":401,"url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Chairul Husen","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Chairul Husen","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814"},"author":{"name":"Chairul Husen","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#\/schema\/person\/3938ee0cc73ef30104d212327d18039c"},"headline":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers","datePublished":"2026-04-24T23:52:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814"},"wordCount":851,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg","keywords":["Amir Asnawi","Kriminalisasi","Mojokerto","Wartawan"],"articleSection":["Hukum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814","url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814","name":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers - tegarnews.co.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg","datePublished":"2026-04-24T23:52:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#primaryimage","url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg","contentUrl":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/20260425_063550.jpg","width":671,"height":401},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?p=24814#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/tegarnews.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#website","url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/","name":"tegarnews.co.id","description":"Berani, Bicara Benar","publisher":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#organization","name":"tegarnews.co.id","url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cropped-LOGO-DEPAN-TEGARNEWS.jpg","contentUrl":"https:\/\/tegarnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cropped-LOGO-DEPAN-TEGARNEWS.jpg","width":512,"height":512,"caption":"tegarnews.co.id"},"image":{"@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/tegarnews.co.id\/#\/schema\/person\/3938ee0cc73ef30104d212327d18039c","name":"Chairul Husen","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e39afabf920a24a172ac31572d82a1950f459c15d576084f7c8982ca54369?s=96&d=mm&r=g","caption":"Chairul Husen"},"url":"https:\/\/tegarnews.co.id\/?author=20"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24815,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24814\/revisions\/24815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tegarnews.co.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}