Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
  • visibility 155

Tegarnews.co.id-Jakarta| Di tengah meningkatnya kompleksitas politik Nasional, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode 2011–2013, Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, meluruskan anggapan yang menurutnya keliru dan menyesatkan terkait dugaan dualisme intelijen antara BIN dan BAIS.

Menurut Ponto, pemisahan kewenangan antara lembaga intelijen Negara bukanlah bentuk konflik, melainkan justru memperkuat sistem melalui pembagian fungsi yang spesifik.

 “Tidak ada satu pun norma dalam sistem Hukum Indonesia yang menyatakan bahwa intelijen harus bersifat tunggal dan tersentralisasi,” tegas Ponto dalam wawancara pada Minggu (11/5/25)

Intelijen Berbeda Lembaga tapi Satu Tujuan. Ponto menjelaskan bahwa tiap lembaga Negara memiliki tugas yang berbeda, sehingga kebutuhannya terhadap intelijen juga berbeda.

TNI memiliki BAIS untuk intelijen pertahanan, Presiden membawahi BIN untuk intelijen strategis dan keamanan Nasional, Polri memiliki Badan Intelijen Keamanan (BIK) untuk mendukung tugas penegakan Hukum, sementara Kejaksaan memiliki JAMINTEL untuk kepentingan intelijen yustisial.

“Ini bukan dualisme, ini keragaman fungsional dalam satu sistem keamanan Nasional. Militer tidak bisa bergantung pada intelijen sipil, begitu pula aparat Hukum tidak bisa menggunakan informasi strategis politik untuk operasional,” tambahnya.

Koordinasi Bukan Subordinasi

Ponto menilai bahwa yang perlu diperkuat bukan penyatuan lembaga, melainkan sistem koordinasi dan integrasi informasi.

Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2019 telah menetapkan peran BIN sebagai koordinator, bukan sebagai komando tunggal atas seluruh intelijen.

“Koordinasi bukan subordinasi. Yang diperlukan adalah kerja sama antar lembaga, bukan penyeragaman yang bisa merusak independensi fungsi masing-masing,” ujarnya.

Alasan Sistem Intelijen Terpisah Perlu Dipertahankan

Lebih lanjut, Ponto menyebutkan tiga alasan utama mengapa pemisahan fungsi intelijen tetap relevan dan harus dipertahankan:

– Mencegah Konsentrasi Kekuasaan: Menyatukan seluruh fungsi intelijen ke dalam satu lembaga akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.

– Efektivitas Kinerja: BAIS hanya akan optimal jika berada dalam struktur militer, sementara BIN efektif dalam konteks sipil dan pemerintahan strategis.

– Menjaga Netralitas Politik: Sistem ini menjamin bahwa intelijen tidak menjadi alat kekuasaan satu pihak.

Yang Salah Bukan Sistem, Tapi Cara Pandang.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada dualisme antara BIN dan BAIS. Yang ada adalah diferensiasi fungsional yang sesuai dengan struktur ketatanegaraan kita,” tutup Ponto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Situasi Aman Di Malam Hari, Personel Polsek Cibinong Laksanakan Patroli KRYD Bersama Muspika Dan Pokdar Kamtibmas

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id, Cibinong Bogor| Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Polsek Cibinong, personel gabungan dari Polsek Cibinong, Muspika Kecamatan Cibinong, dan Pokdar Kamtibmas menggelar kegiatan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan, (30/6). Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cibinong, AKP Jony Handoko, dan dilaksanakan di sejumlah titik rawan yang […]

  • Pelindo Regional 1 Hadiri Pelatihan Upskilling Community Development Bersertifikasi BNSP

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Medan,21 Agustus 2025| Pelindo Regional 1 berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan menghadiri kegiatan Pelatihan Upskilling Community Development bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang digelar oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada 19–20 Agustus 2025 di Bali. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan community development dari seluruh entitas Pelindo Grup, termasuk Pelindo Regional 1, dengan […]

  • Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro S.H., S.I.K., M.H Pimpin Apel KRYD Cegah Gangguan Kamtibmas Dan Premanisme

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro memimpin langsung apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di halaman Mapolres Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, serta personel gabungan. Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan dan peningkatan intensitas patroli dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bogor. […]

  • Subroto Award 2025: Pertamina Hulu Mahakam Buktikan Nasionalisme Lewat TKDN

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Oktober 2025| PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah industri energi Nasional. Anak perusahaan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) ini berhasil meraih penghargaan bergengsi Subroto Award 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada kategori Penggunaan Produk Dalam Negeri di sektor usaha hulu minyak dan gas bumi. Trofi […]

  • Legiman: “Kapolri Arahkan Saya, Hubungi Kadiv Propam Tapi Nyatanya Mandek”

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Medan, 28 September 2025| Kasus aduan masyarakat (Dumas) terkait dengan dugaan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda oleh oknum anggota DPR RI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sihar Sitorus, yang di adukan Legiman Pranata ke pihak Kepolisian nyatanya hingga kini masih terus jalan ditempat tanpa ada kejelasan? Padahal, Legiman Pranata yang sudah lama berjuang mencari […]

  • Pentingnya Neraca Pangan Untuk Menciptakan Stabilitas Pangan Nasional

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 November 2025| Neraca pangan adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengukur keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan pangan suatu negara atau wilayah. Neraca pangan sangat penting untuk menciptakan stabilitas pangan nasional, karena dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat keputusan yang tepat untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil. […]

expand_less