Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ngeri !!! Ungkap Ketua LPM Desa Helvetia Mengejutkan Ini Penjelasan nya

Ngeri !!! Ungkap Ketua LPM Desa Helvetia Mengejutkan Ini Penjelasan nya

  • account_circle Darmayanti
  • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

 

tegarnews.co.id – Labuhan Deli | Dugaan adanya pencurian dana desa tersistem oleh perangkat Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang bukanlah hal yang menghebohkan.

“Pencurian dana desa sudah dilakukan secara tersistem dan bahkan terang-terangan oleh aparatur Desa Helvetia,” ucap Ketua LPM Desa Helvetia Batara Lubis, Selasa (13/5/2025).

Dalam keterangannya Batara menyebutkan adanya indikasi ‘pencurian’ Dana Desa yang dilakukan secara sistematis dan berjamaah tersebut karena lemahnya pengawasan BPD Desa Helvetia.

“Kita punya data yang kongkrit bagaimana para pencuri di kantor desa bermain,” ucap Batara.

Bahkan Batara menuding pemerintah desa dan BPD terlibat dalam pengambilan keputusan sepihak tanpa melalui rapat pleno sebagaimana mestinya.

“Mereka tidak teransparan mengambil keputusan penting terkait anggaran dana desa. Kita menduga BPD telah kongkalikong dengan Pemerintah Desa Helvetia,” kata Batara yang terus vokal menyuarakan masalah Desa Helvetia.

Bahkan gawatnya lagi, sambung Batara, BPD terkesan tutup mata dan tidak menjalankan fungsi kontrol sehingga timbul kecurangan dan bahkan begitu mudah membubuhkan tanda tangan tanpa verifikasi.

“Bayangkan saja seenaknya perut mereka menghabiskan dana desa yang merupakan uang rakyat itu,” kesal Batara.

Salah satu dugaan pencurian dana desa yang paling disorot adalah proyek renovasi kantor desa yang menelan anggaran puluhan juta rupiah. Menurut Batara, proyek itu tidak melalui mekanisme yang jelas dan realisasi pembangunannya jauh dari rencana anggaran biaya.

“Renovasi yang katanya untuk penggantian atap seng itu menelan biaya besar ,Namun secara kasat mata, ruangan yang tidak sampai  500 meter itu sudah menunjukan kecurangan   anggaran dana desa yang anggaran nya menghabiskan 60 juta rupiah ” katanya.

Batara menduga proyek tersebut hanya akal-akalan untuk menguras dana desa. Ia menyatakan kritiknya semata-mata untuk menyelamatkan keuangan negara yang dikelola oleh kepala desa. “Dana desa itu hak masyarakat. Harus digunakan sesuai peruntukan dan mengacu pada APBDes,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketiadaan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa yang semestinya diumumkan kepada masyarakat secara transparan. “Sampai hari ini, kepala desa belum juga menyampaikan laporan realisasi anggaran secara terbuka sebagaimana diatur dalam ketentuan,” ujarnya.

Lebih jauh, Batara meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran yang disebutnya sudah masif dan sistematis. “Seluruh tahapan dalam penggunaan dana desa telah dilanggar. Ini tidak bisa lagi dibiarkan,” pungkasnya.

(Rls / Darmayanti )

  • Penulis: Darmayanti
  • Editor: Darmayanti
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepemimpinan Inferiority Complex: Kritik atas Respons Pemerintah terhadap Bencana Sumatera

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 18 Desember 2025| Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera meninggalkan luka mendalam bagi jutaan warga. Ribuan meninggal dan hilang, rumah hanyut, keluarga terpisah, dan ribuan orang kehilangan mata pencaharian dalam sekejap. Di tengah kepanikan dan penderitaan itu, rakyat berharap negara hadir dengan cepat, tegas, dan penuh empati. Namun bagi banyak kalangan, harapan itu justru […]

  • Akibat Kurangnya Pengawasan Pemerintah Setempat, Pengerjaan Infrastruktur Terkesan Asal Jadi

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rls/Asep
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor, 7 Oktober 2025| Pemerintah Desa (Pemdes) Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk. Kabupaten Bogor diduga menyelewengkan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa,Yang yang salah satunya terlihat menggunakan kualitas aspal yang kurang baik untuk hotmix jalan lingkungan Kemudian pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase saluran air yang terbilang asal-asalan tanpa menggunakan tenaga ahli. Dari hasil investigasi […]

  • Merajut Persaudaraan, Membangun Ekonomi: Ketua DPD GMOCT Jateng Dampingi Ketua KSP Makmur Mandiri di Acara Adat Batak Semarang

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Semarang, 13 Juli 2025| (GMOCT)-Ketua KSP Makmur Mandiri, Drs. Tumbur Naibaho, MM, turut serta dalam acara adat Batak Mangain Boru, Marhata Sinamot dohot Maria Raja di Sopo Godang HKBP Kertanegara, Semarang. Acara adat yang merupakan rangkaian pernikahan Doinus Hilarius Hot Raja Girsang, BA dan Dinda Sri Estu br. Tumanggor, S. Hub. Int. (yang akan dilangsungkan […]

  • Hilangnya Dokumen Girik, Cermin Kelalaian Negara dan Ancaman Hilangnya Hak Rakyat

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bekasi,14 Oktober 2025| Girik atau Letter C merupakan dokumen penting dalam sejarah administrasi pertanahan di Indonesia sebelum berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. Walau tidak lagi diakui sebagai bukti hak milik secara yuridis, girik tetap memiliki nilai historis dan administratif sebagai penanda hubungan hukum antara seseorang dengan sebidang tanah. Dokumen ini juga […]

  • Sumber Daya Dikuasai Negara, Bencana Ditanggung Rakyat

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 19 Desember 2025| Penguasaan sumber daya alam oleh negara kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya bencana lingkungan di berbagai wilayah Indonesia. Tanah, hutan, laut, serta kekayaan tambang seperti emas, gas, dan minyak secara konstitusional berada di bawah kendali negara. Namun, dampak kerusakan lingkungan justru lebih banyak dirasakan oleh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah […]

  • Banyak KPM Tak Tahu Jadi Penerima PKH, Aktivis Soroti Penyaluran KKS di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 02 Oktober 2025– Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk mengentaskan kerentanan kesejahteraan sosial bagi keluarga miskin dan rentan secara ekonomi. Melalui program ini, negara berharap dapat memberikan jaminan dan perlindungan sosial kepada masyarakat melalui pemerintah. Kamis (02/10/2025)   Namun, di lapangan, […]

expand_less