Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Ditengah duka dan kepanikan warga akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusantara, publik justru dihadapkan pada satu ironi mencolok: ‘peternakan’ milik mulyono tak pernah menampakkan batang hidungnya di lokasi bencana. Tidak ada kehadiran, tidak ada bantuan terbuka, dan tidak terlihat empati yang sepadan dengan sumber daya besar yang selama ini di keruk dan mereka nikmati.

Mulyono sebagaimana dimaklum, dikenal dekat dengan lingkar kekuasaan dan memperoleh berbagai kemudahan struktural. Namun saat rakyat berada dalam kondisi paling genting—kehilangan tempat tinggal, penghasilan, bahkan anggota keluarga—kehadiran itu menguap. Absennya bukan sekadar soal fisik, melainkan simbol putusnya tanggung jawab moral elite ekonomi terhadap penderitaan publik.

Obor Panjaitan, Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), dalam edar release nya menilai, fenomena ini sebagai potret telanjang cara negara dikelola. Negara, menurut Obor, telah lama diperlakukan seperti ladang ternak oleh oligarki rakus; diperas saat subur, dan ditinggalkan saat krisis.

“Ini bukan perkara satu pengusaha tidak datang ke lokasi bencana. Ini soal sistem yang membiarkan pemilik modal menikmati konsesi, kredit, dan perlindungan politik, tetapi bebas dari kewajiban sosial ketika rakyat jatuh tertimpa musibah,” ungkap Obor.

Ia juga menegaskan, pembiaran semacam ini adalah bentuk kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi. Pasal 34 UUD 1945, menempatkan fakir miskin dan korban bencana sebagai tanggung jawab negara. Namun dilapangan, negara justru sering absen, digantikan oleh relawan, donasi warga, dan solidaritas komunitas akar rumput.

Pola ini berulang: rakyat patungan, masyarakat bergerak, sementara elite ekonomi memilih diam. Ketimpangan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari relasi kuasa yang timpang antara modal dan kebijakan publik.

IPAR mengajak masyarakat, untuk berhenti memaklumi, absennya empati para elite. Publik perlu lebih sadar, lebih kritis, dan berani mempertanyakan siapa sebenarnya yang dihadirkan negara; rakyat atau segelintir pemilik kepentingan.

Jika bencana kemanusiaan saja tidak mampu memanggil tanggung jawab mereka, maka jelas yang dipelihara bukan kepentingan publik, melainkan keserakahan yang dilanggengkan oleh sistem.[]

Oleh: Obor Panjaitan

Penulis: Obor Panjaitan dikenal juga sebagai Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), jurnalis investigasi dan pengamat sosial

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garda Tipikor: Jangan Ada Ampun Untuk Koruptor, Kejaksaan Harus Bergerak Cepat!

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, Selasa 10 Juni 2025| Harapan besar kini tertuju pada Kejaksaan Republik Indonesia. Di tengah kompleksitas persoalan hukum dan sosial yang masih membayangi negeri ini, Kejaksaan diharapkan mampu terus berdiri di garda terdepan, menjadi pelindung kepentingan rakyat, dan menegakkan hukum secara adil, terutama dalam hal pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi akar penghambat kesejahteraan bangsa. […]

  • Pelecehan di RSUD Cabangbungin, LSM Minta Bupati Bekasi Evaluasi Manajemen”

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 370
    • 4Komentar

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Dugaan tindakan amoral dan asusila yang mencoreng nama RSUD Cabangbungin terus menuai kecaman. Kali ini, desakan keras datang dari masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Keadilan (LSM PEKA) yang menuntut Bupati Bekasi, Ade Koswara Kunang, segera mencopot Direktur RSUD Cabangbungin. Sekretaris Umum LSM PEKA, Obay Hendra Winandar, menyebut kasus pelecehan seksual yang […]

  • Dekat Dengan Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Jalin Silaturahmi Di Desa Dago

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukumnya, Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Bripka Afrian Eko Susanto melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke salah satu tokoh masyarakat di Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (29/05/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polri dalam menjalin […]

  • Silaturahmi Polsek Ciampea Dengan Pemilik Toko Emas, Sampaikan Kewaspadaan Dan Sinergi Keamanan

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id–Bogor| Kapolsek Ciampea Kompol Suminto HP, S.I.P., M.H., melaksanakan giat silaturahmi bersama pemilik toko emas di Kecamatan Ciampea pada Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan berlangsung di Mapolsek Ciampea dan dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Bagja serta sejumlah pemilik toko emas dari berbagai titik di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat hubungan antara aparat Kepolisian […]

  • Skandal Disnaker Nagan Raya: Pekerja PT. ENSEM Desak Keadilan, Tuduh Diskriminasi dan Intimidasi

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, Aceh| Team (GMOCT) Gabungan Media Online dan Cetak Ternama melalui Sekertaris Umum GMOCT Asep NS mendapatkan informasi dari media online Bongkarperkara yang tergabung di GMOCT perihal Ketegangan antara pekerja dan manajemen PT. ENSEM di Nagan Raya, Aceh, mencapai titik puncak menyusul dugaan praktik intimidasi dan diskriminasi yang dilakukan perusahaan terhadap para pekerjanya.  Amiruddin, […]

  • Terbongkar.!! Dana Ratusan Miliar APBD DLH Tangerang Diduga Menguap Tanpa Jejak

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id – Tangerang ,28 Agustus 2025| Mekanisme pengelolaan dana APBD Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Wawan Fauzi SE,S.Kom diduga tidak transparan kepada Publik pasalnya antara dana yang dikelola dengan disampaikan ke public terjadi perbedaan yang sangat menyolok. Sehingga dalam hal ini bertentangan dengan; (1).Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. (2).Undang-undang […]

expand_less