Sabtu, Oktober 10, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Nasional

Redefinisi Kontribusi Penerima Beasiswa Luar Negeri: Menakar Spirit Global Beasiswa EMJM

Chairul Husen by Chairul Husen
15 Maret 2026
in Nasional
0
Redefinisi Kontribusi Penerima Beasiswa Luar Negeri: Menakar Spirit Global Beasiswa EMJM
614
SHARES
3.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Maret 2026 | Perdebatan klasik mengenai kewajiban pulang bagi penerima beasiswa luar negeri kembali menemui titik terang yang mencerahkan. European Commission di Jakarta baru baru ini menyampaikan klarifikasi penting kepada para alumni Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM) terkait pertanyaan yang sering muncul: apakah alumni penerima beasiswa EMJM wajib pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka?

Melalui pengumuman resminya, Komisi Uni Eropa menyampaikan paradigma baru yang menegaskan bahwa kontribusi bagi tanah air tidak dibatasi oleh sekat geografis, melainkan oleh dampak nyata di bidang keilmuan masing-masing. Namun demikian, menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban “tidak wajib” adalah kekeliruan besar yang mencederai spirit beasiswa tersebut.

You might also like

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan

Usai Putusan MK Soal Ijazah, Gibran Rakabuming Raka Angkat Bicara

Blunder Edaran Seleksi Eselon III, Matahukum Tuntut Jaksa Agung Copot Jambin

Sebaliknya, Uni Eropa membuka pintu seluas-luasnya bagi alumninya untuk menimba pengalaman kerja di Eropa atau melanjutkan studi doktoral (PhD), dengan keyakinan bahwa di mana pun mereka berada, nama Indonesia akan tetap harum melalui pencapaian di bidang seni, sains, teknologi, dan kemanusiaan.

Dalam pengumuman tersebut, pada hakekatnya Uni Eropa menekankan bahwa setiap alumni yang mengembangkan seni, ilmu pengetahuan, teknologi, maupun humaniora di bidangnya masing masing tetap membawa nama Indonesia. Perbedaan hanya terletak pada jenis dan cara kontribusi yang dilakukan.

“Uni Eropa berharap agar semua alumni dapat berkontribusi positif untuk Indonesia, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing masing di manapun mereka berada.” Demikian tulis Delegasi Uni Eropa di Jakarta dalam pengumuman yang disampaikan kepada seluruh alumni EMJM. Pesan ini menjadi pengingat bahwa beasiswa Erasmus Mundus bukan sekadar kesempatan akademik, tetapi juga amanah moral untuk mengharumkan bangsa melalui karya nyata.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang juga merupakan alumni EMJM pada program studi _Masters in Applied Ethics_ di Utrecht University (Belanda) dan Linköping University (Swedia) tahun ajaran 2006-2007, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pernyataan ini. Sebagai praktisi etika terapan, Wilson Lalengke menilai pengumuman ini adalah kebenaran hakiki yang harus menjadi pedoman bagi setiap alumni.

Informasi dari Delegasi Uni Eropa tersebut, sebutnya, sangat benar dan merupakan cahaya bagi setiap alumnus EMJM. Sebagai penerima beasiswa ini, dirinya merasakan betul bahwa spirit Erasmus bukan tentang pemaksaan kepulangan fisik, melainkan tentang _advancing arts, sciences, technology, and humanities._

“Pernyataan Uni Eropa ini harus menjadi prinsip utama bagi semua program beasiswa, baik nasional maupun internasional. Kontribusi itu soal kualitas dan dampak, bukan soal absensi kehadiran di satu titik koordinat. Setiap alumni yang berkarir di pusat riset dunia atau organisasi internasional sebenarnya sedang menancapkan bendera Indonesia di puncak peradaban global,” tegas Wilson Lalengke merespon pengumuman dari Uni Eropa yang diterimanya melalui email, Sabtu, 14 Maret 2026.

Tokoh HAM internasional itu menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh pemberitahuan Uni Eropa itu dan mendorong agar prinsip ini dijadikan pedoman utama bagi semua program beasiswa, bukan hanya Erasmus Mundus. Dimanapun alumni EMJM berada, hendaknya mereka harus melihat dirinya sebagai duta bangsa dan karya mereka harus memberi manfaat bagi Indonesia.

“Saya mendorong semua alumni untuk melakukan hal yang sama, bahkan dalam skala yang lebih besar. Jangan hanya berpikir tentang kembali secara fisik, tetapi pikirkan bagaimana ilmu, pengalaman, dan jaringan internasional bisa dimanfaatkan untuk membangun bangsa. Itulah kontribusi sejati bagi Indonesia,” tegas Wilson Lalengke.

Pernyataan Uni Eropa ini sejalan dengan pemikiran filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), mengenai Kosmopolitanisme. Kant berpendapat bahwa setiap individu adalah warga dunia yang memiliki hak untuk bergerak dan berkontribusi melampaui batas-batas negara. Dalam konteks EMJM, alumni tidak dilihat sebagai “properti” sebuah negara, melainkan sebagai aset kemanusiaan yang bertugas menyebarkan pengetahuan demi kemajuan bersama.

Selain itu, filsuf Amerika, Martha Nussbaum, dalam karyanya tentang Citizens of the World menekankan bahwa pendidikan yang baik seharusnya menciptakan individu yang mampu melihat dirinya sebagai bagian dari kemanusiaan yang lebih luas. Ketika seorang alumni EMJM memajukan teknologi di Eropa, ia sebenarnya sedang memberikan manfaat bagi Indonesia melalui transfer pengetahuan dan reputasi internasional.

Bagi Uni Eropa, yang membedakan antara alumni yang pulang dan yang menetap di luar negeri hanyalah “peluang jenis dan cara kontribusinya.” Alumnus yang bekerja di luar negeri seringkali menjadi jembatan diplomasi ekonomi dan budaya yang jauh lebih efektif dibandingkan mereka yang pulang namun tidak mendapatkan wadah yang tepat untuk ilmunya.

Wilson Lalengke menambahkan bahwa memaksakan kepulangan tanpa adanya ekosistem yang mendukung di dalam negeri justru merupakan pemborosan sumber daya intelektual. “Sia-sia jika seorang ahli nuklir atau bioteknologi dipaksa pulang hanya untuk mengisi jabatan administratif. Biarkan mereka terbang tinggi di pusat keunggulan dunia, karena sukses mereka adalah kebanggaan Indonesia,” jelas Wilson Lalengke menutup pernyataannya.

Pengumuman Uni Eropa ini menjadi pengingat bahwa di era globalisasi, nasionalisme tidak boleh bersifat sempit. Spirit beasiswa EMJM mengajarkan kita untuk menjadi “Duta Indonesia” di mana pun kaki berpijak. Uni Eropa berharap agar semua alumni dapat berkontribusi positif sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia.[]

Tags: AlumniEMJMWilson Lalengke
Previous Post

Tebar Kepedulian di Bulan Suci, Polsek Pebayuran Santuni Anak Yatim

Next Post

“Skakmat Hukum di PTUN: Dugaan Manipulasi Tanggal dalam Kasus Kades Cicapar Mengguncang Pemkab Ciamis”

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan
Tokoh

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan

by Tegar News
10 Oktober 2026
Usai Putusan MK Soal Ijazah, Gibran Rakabuming Raka Angkat Bicara
Nasional

Usai Putusan MK Soal Ijazah, Gibran Rakabuming Raka Angkat Bicara

by Tegar News
8 Oktober 2026
Blunder Edaran Seleksi Eselon III, Matahukum Tuntut Jaksa Agung Copot Jambin
Nasional

Blunder Edaran Seleksi Eselon III, Matahukum Tuntut Jaksa Agung Copot Jambin

by Tegar News
8 Oktober 2026
Usai Putusan MK, Denny dan Refly Siapkan Langkah Pemakzulan Gibran: Bidik DPR hingga Ajak 12 Juta Orang
Nasional

Usai Putusan MK, Denny dan Refly Siapkan Langkah Pemakzulan Gibran: Bidik DPR hingga Ajak 12 Juta Orang

by Tegar News
7 Oktober 2026
MK Akui Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah SMA
Nasional

MK Akui Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah SMA

by Tegar News
7 Oktober 2026
Next Post
“Skakmat Hukum di PTUN: Dugaan Manipulasi Tanggal dalam Kasus Kades Cicapar Mengguncang Pemkab Ciamis”

“Skakmat Hukum di PTUN: Dugaan Manipulasi Tanggal dalam Kasus Kades Cicapar Mengguncang Pemkab Ciamis”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Orang Hampir Tidak Ada yang Mengingat Dirinya, Disiksa Sampai Nyaris Dipenggal Karena Ingin Memastikan Kemerdekaan Indonesia Diketahui Dunia

Orang Hampir Tidak Ada yang Mengingat Dirinya, Disiksa Sampai Nyaris Dipenggal Karena Ingin Memastikan Kemerdekaan Indonesia Diketahui Dunia

11 Agustus 2026
Reaksi Cepat Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar Evakuasi Pohon Tumbang di Sumedang

Polisi Selidiki Pabrik Tekstil di Cikancung Bandung Yang Terbakar

3 November 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Dosen IPB Bongkar Jalur Pendidikan Gibran di Singapura, Disebut Jalur Instan yang “Diharamkan” Pemerintah Setempat!
Info Publik

Dosen IPB Bongkar Jalur Pendidikan Gibran di Singapura, Disebut Jalur Instan yang “Diharamkan” Pemerintah Setempat!

10 Oktober 2026
Ancam Ambil Alih, Majelis Pakar PB IPSI Minta Konflik IPSI Serang Segera Selesai
Info Daerah

Ancam Ambil Alih, Majelis Pakar PB IPSI Minta Konflik IPSI Serang Segera Selesai

10 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

10 Oktober 2026
Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan
Tokoh

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan

10 Oktober 2026
Kunjungan Menko AHY ke Gunung Tembak “Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih”
Info Daerah

Kunjungan Menko AHY ke Gunung Tembak “Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih”

9 Oktober 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News