Tegarnews.co.id – Jakarta, 22 Juli 2026 | PDI Perjuangan (PDIP) kembali menyentil Badan Gizi Nasional (BGN). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa surat resmi yang dikirimkan partainya sejak 22 Juni 2026 lalu hingga kini belum mendapat jawaban atau balasan dari BGN.
Surat tersebut dilayangkan untuk menagih transparansi dan data konkret terkait tudingan bahwa seluruh partai politik diduga terlibat dalam pengadaan serta manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasto menegaskan bahwa PDIP secara tegas telah melarang seluruh kadernya—baik di jajaran eksekutif, legislatif, maupun struktural—untuk mencari keuntungan finansial atau menjadi “pemburu rente” dari program MBG.
“Karena kami sudah melarang anggota dan kader PDIP berjuang untuk terlibat dalam program tersebut… ya kami berkirim surat kepada BGN dan sampai sekarang belum menerima jawaban, ya kami tunggu. Kalau enggak, kami akan kirim surat kembali,” ujar Hasto di Surabaya, Senin (20/7).
Jika nantinya ditemukan ada kader yang terbukti nekat bermain proyek dalam program MBG, PDIP berjanji akan langsung memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi dan dijatuhi sanksi tegas sesuai tingkat pelanggarannya.
PDIP juga mengkritik metode pelaksanaan MBG yang dinilai terlalu top-down dan berorientasi proyek. Partainya mendorong agar program pemenuhan gizi lebih mengedepankan partisipasi masyarakat lokal, UMKM, hingga kantin/warung rakyat sekitar sekolah seperti model penanganan stunting yang telah diterapkan di Banyuwangi, Surabaya, dan Bantul.(M.ifsudar)
Sumber: Rizkia














