Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Pendidikan

Kapolda Jabar Raih Gelar Doktor Lewat Disertasi “Cerita dari Mesuji”, Paparkan Kondisi Polisi di Tengah Konflik

Chairul Husen by Chairul Husen
29 Januari 2026
in Pendidikan
0
Proyek Rp15 Miliar Kampung Nelayan Merah Putih di Cirebon Diduga Bermasalah: Beton Retak, Mutu Buruk, dan CCO Diduga Melampaui Batas!
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Bandung, 4 Nopember 2025| Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan menjalani sidang disertasi berjudul ‘Cerita dari Mesuji: Studi Fenomeno logi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik’ di Universitas Airlangga, (3/11).

Irjen Rudi Setiawan dengan penuh percaya diri di hadapan para penguji yang hadir demi menyabet gelar doktor memaparkan tentang menjadi polisi yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas di wilayah yang penuh masalah, kekerasan masyarakatnya meluas dan melembaga, hingga keberadaan polisi tak pernah diterima sepenuhnya.

You might also like

Mimbar Bebas RTL LKM BEM 2026, Mahasiswa UMBARA Soroti Keadilan Pendidikan

Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Ini Daftar Nama dan Sekolah Tujuannya?

Menurut Irjen Rudi, Mesuji merupakan nama yang bagi sebagian orang mungkin sekedar sebuah lokasi geografis di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan. Tetapi, bagi sebagian lain, Mesuji adalah ruang eksistensial di mana konflik agraria, trauma sejarah, dan pergumulan identitas sosial bersinggungan dalam keseharian dengan polisi dan warga.

Dia pun mencoba mengajak menelusuri fenomena menjadi polisi di sana lewat kacamata fenomenologi Edmund Husserl, yang mana bukan sekedar untuk memahami polisi sebagai profesi, melainkan sebagai kesadaran yang mengalami dunia hidupnya dalam situasi sosial yang kompleks dan penuh paradoks lebenswelt.

“Lebenswelt ini konsep dalam bahasa Jerman diterjemahkan sebagai lifeworld dalam bahasa Inggris atau dunia kehidupan dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada dunia pengalaman hidup sehari-hari yang diterima begitu saja, apa adanya, oleh individu,” ujarnya

Dia juga menambahkan, fenomenologi Edmund Husserl berangkat dari upaya kembali ke hal-hal itu sendiri alias back to the things themselves. Artinya, memahami pengalaman hakiki atau otentik sebagaimana dialami oleh subjek, tanpa prasangka, tanpa reduksi sosiologis atau psikologis yang terburu-buru.

“Dalam konteks Mesuji, dunia hidup polisi bukan semata dunia institusi, peraturan, atau hirarki. Mesuji adalah dunia konkret tempat mereka, para polisi, bangun pagi dengan kesadaran bahwa di luar pagar rumahnya, ada masyarakat yang mungkin melihatnya bukan sebagai pelindung, tapi sebagai bagian dari kekuasaan yang jauh, angkuh, berjarak, dan gagal memahami warga asli Mesuji sebagai entitas yang memiliki identitas partikular dengan kehormatan diri dan martabat,” ujarnya

Irjen Rudi juga dalam disertasinya menunjukkan polisi di Mesuji hidup di antara dua tarikan besar, yakni sebagai penegak hukum, simbol negara, dan pelaksana aturan di satu sisi dan di sisi lain sebagai individu yang bergulat dengan rasa sepi, terancam, ketakutan, keterbatasan sarana, tak terdukung, dan dilema moral dalam menghadapi masyarakat yang sering lebih percaya pada kekerasan daripada hukum.

“Kesadaran Polisi di Mesuji, mengarah pada masyarakat yang terbelah secara sosial sering atas dasar etnis dan klas sosial, pada klaim atas lahan yang diperebutkan oleh banyak pihak, pada para preman dan jaringan pengedar narkoba dan senjata api rakitan, para korporasi besar yang menguasai lahan, dan di antara yang lain pada sarana dan dukungan yang serba terbatas, serta sesekali pada kehilangan rasa aman di tengah ketegangan yang tak kunjung usai,” katanya.

Lebih lanjut, Irjen Rudi menyampaikan dalam perspektif fenomenologi, identitas bukan atribut tetap, melainkan konstruksi kesadaran yang terus berubah melalui interaksi dan refleksi diri.

“Tak ada yang tetap dalam identitas personal, identitas profesional, dan identitas sosial polisi yang menjalani hidup di Mesuji. Identitas personal polisi Mesuji tumbuh dari pengalaman keseharian yang sering penuh ambiguitas: di antara panggilan moral dan tekanan struktural; di antara rasa ingin melayani dan rasa ditolak, tak dipercaya, dan tak berdaya.

Dalam diam di Mesuji yang terpencil itu, identitas personal polisi bukanlah seragam atau pangkat, melainkan rasa tanggung jawab yang mengakar pada pengalaman batin: ‘saya ada karena tugas, tetapi tugas itu juga menguji siapa saya sebenarnya’,” katanya.

Sementara itu, identitas profesionalnya Irjen Rudi menyebut dibentuk oleh norma institusional: aturan, pelatihan, dan etika kepolisian. Namun di Mesuji, norma itu sering harus diterjemahkan secara kontekstual.

Sedangkan identitas sosial polisi di Mesuji, terbangun dalam relasi yang penuh ketegangan dengan masyarakat. Polisi di Mesuji bukan hanya representasi negara, tetapi juga figur ambivalen kadang dilihat sebagai pelindung, kadang sebagai penjaga kepentingan entitas luar, entitas asing.

“Ketika seorang polisi berhadapan dengan seorang warga asli Mesuji Wong Tobo yang menggantungkan hidupnya pada sebidang tanah yang dianggap “milik negara”, dia sesungguhnya berhadapan dengan cermin dirinya sendiri.

Dalam momen itu, dunia hidupnya menampakkan wajah paling jujur dari realitas sosial di Indonesia: ketimpangan, alienasi, dan pencarian rumit tentang legitimasi moral,” katanya.[*]

Tags: BaratIrjenJawaKapoldaRudiSetiawan
Previous Post

Polda Jabar Himbau Masyarakat Untuk Waspada Terhadap Potensi Bencana Alam di Wilayah Jawa Barat

Next Post

Korps Indonesia Muda Gandeng Pemkab dan Kejari Tangerang Dorong Program Sosial dan Hukum 2026

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Mimbar Bebas RTL LKM BEM 2026, Mahasiswa UMBARA Soroti Keadilan Pendidikan
Pendidikan

Mimbar Bebas RTL LKM BEM 2026, Mahasiswa UMBARA Soroti Keadilan Pendidikan

by Tegar News
15 September 2026
Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena
Pendidikan

Rida Ratna Kogoya Bantu Rp40 Juta untuk 13 Calon Wisudawati Kebidanan di Wamena

by Tegar News
15 September 2026
Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Ini Daftar Nama dan Sekolah Tujuannya?
Pendidikan

Thomas Amirico Lantik 98 Kepala Sekolah di Lampung, Ini Daftar Nama dan Sekolah Tujuannya?

by Tegar News
12 September 2026
Menolak Melepas Hijab dan Potong Rambut, Wafa pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI
Pendidikan

Menolak Melepas Hijab dan Potong Rambut, Wafa pilih Mundur dari Calon Kadet Putri Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI

by Tegar News
23 Agustus 2026
SPMB SMA Terbuka Jabar Dibuka 3 Agustus, Ini Syarat Jadwal dan Cara Daftarnya
Pendidikan

SPMB SMA Terbuka Jabar Dibuka 3 Agustus, Ini Syarat Jadwal dan Cara Daftarnya

by Tegar News
3 Agustus 2026
Next Post
Korps Indonesia Muda Gandeng Pemkab dan Kejari Tangerang Dorong Program Sosial dan Hukum 2026

Korps Indonesia Muda Gandeng Pemkab dan Kejari Tangerang Dorong Program Sosial dan Hukum 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Anggaran Pembinaan Sekolah Nonformal Rp 2,4 Miliar di Kuningan Diduga Diselewengkan

Anggaran Pembinaan Sekolah Nonformal Rp 2,4 Miliar di Kuningan Diduga Diselewengkan

15 Juni 2025
Karyawan Limbah Nekat Bawa Kabur Motor Bos Dengan Modus Beli Rokok

Karyawan Limbah Nekat Bawa Kabur Motor Bos Dengan Modus Beli Rokok

2 Oktober 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Polisi Berhasil Ungkap Pembunuhan Wanita di Hotel Cirebon, Pelaku Mantan Suami Korban
Kriminal

Polisi Berhasil Ungkap Pembunuhan Wanita di Hotel Cirebon, Pelaku Mantan Suami Korban

23 September 2026
Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul
Nasional

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul

23 September 2026
Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU
Opini

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU

23 September 2026
Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?
Nasional

Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?

23 September 2026
Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran
Nasional

Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran

23 September 2026
Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?
Info Publik

Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?

23 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News