Breaking News
light_mode
Home » Peristiwa » Demi Raport Bagus, Penyidik Jadikan Papaku Tersangka Pembunuhan Mamaku

Demi Raport Bagus, Penyidik Jadikan Papaku Tersangka Pembunuhan Mamaku

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 372
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 9 Desember 2025| Tiga puluh lima tahun silam, tepatnya Rabu, 10 Januari 1990, sebuah tragedi besar menimpa keluarga kami di Medan, Sumatera Utara. Peristiwa itu bukan hanya merenggut nyawa ibu kami, tetapi juga mengubah seluruh jalan hidupku dan tujuh saudara kandungku. Hingga kini, kenangan pahit itu masih melekat kuat, menjadi luka sekaligus pelajaran tentang betapa rapuhnya keadilan ketika aparat lebih mementingkan prestasi daripada kebenaran.

Papa dan mama, yang akrab disapa Robi dan Hera, dikenal sebagai pasangan harmonis. Mereka sering mengajak kami berkunjung ke keluarga besar, membangun suasana hangat yang membuat rumah selalu penuh tawa. Aku adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Kakak sulungku laki-laki, sementara mayoritas saudara lainnya perempuan. Saat tragedi itu terjadi, aku masih duduk di kelas enam SD, sedangkan adik bungsu kami, Gio, baru berusia empat tahun.

Seperti biasa, setiap pagi sebelum pukul tujuh, mama mengantar kami ke sekolah dengan mobil Kijang Super. Namun pagi itu berbeda. Kami menunggu di bawah, tetapi hingga pukul tujuh, papa dan mama belum turun dari kamar mereka di lantai dua. Rasa cemas mulai muncul. Aku teringat percakapan mama lewat telepon semalam, suaranya terdengar panik dan ketakutan. Pikiran buruk pun menghantui.

Aku memberanikan diri naik ke atas dan mengetuk pintu kamar. Tidak ada jawaban. Aku mendorong pintu, namun tubuh kecilku tak mampu membukanya. Melalui celah pintu, aku mengintip dan terkejut melihat papa dan mama terbaring di kasur, bersimbah darah. Panik, aku berteriak memanggil abangku Rudi, yang saat itu duduk di kelas tiga SMP. Ia memanjat dari luar rumah, berhasil masuk, dan membuka pintu kamar.

Pemandangan di depan mata sungguh mengerikan. Papa dan mama terkapar berdampingan, berlumuran darah. Sebilah pisau menancap di tubuh papa, sementara tangan mama masih menggenggam pisau itu. Bagi pikiranku yang masih kanak-kanak, posisi itu jelas janggal. Bagaimana mungkin dikatakan mereka berkelahi, sementara tubuh mereka terbaring berdampingan seperti orang tidur?

Tak lama kemudian, tetangga berdatangan, lalu polisi dari Polrestabes Medan tiba untuk mengamankan TKP. Berita pun segera heboh di surat kabar. Mama dikabarkan ditikam 19 kali, sementara papa 23 kali. Mama meninggal di tempat, sedangkan papa masih bernapas dan segera dibawa ke RS Brimob.

Setelah pemakaman mama, kami anak-anak hanya bisa berdoa agar papa selamat. Doa itu dijawab: setelah hampir sebulan dirawat, papa akhirnya pulih. Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Polisi tiba-tiba menetapkan papa sebagai tersangka pembunuhan. Media menulis, “Seorang Pengusaha Kelapa Sawit Membunuh Istrinya.”

Memang benar papa memiliki kebun sawit di Binjai, tetapi tuduhan itu terasa mustahil. Bagaimana mungkin seseorang menikam istrinya 19 kali, lalu menusuk dirinya sendiri 23 kali? Secara logika, satu tusukan saja sudah cukup melemahkan tubuh.

Meski penuh kejanggalan, penyidik tetap melanjutkan perkara. Jaksa menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan kasus pun dilimpahkan ke pengadilan. Aku tidak tahu isi BAP itu, tetapi hatiku menolak percaya papa sanggup melakukan hal keji tersebut. Namun proses hukum berjalan, dan papa dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Saat itu aku mulai beranjak remaja, duduk di bangku SMP. Kehilangan orang tua membuatku bergaul bebas, bertemu banyak orang dewasa. Dari salah satu teman, aku mendengar kabar mengejutkan: pelaku sebenarnya adalah seorang pria bernama Rolan, pekerja di kebun sawit papa. Informasi itu sejalan dengan firasatku sejak awal, bahwa papa bukanlah pelaku.

Aku memberanikan diri mengunjungi papa di Lapas Tanjung Gusta. Dengan gaya seperti detektif, aku ingin tahu kebenaran. Papa yang kutemui sudah berubah: ia berhenti merokok, kini selalu memegang Alkitab. Dengan lembut, papa mengakui bahwa Rolanlah pelaku sebenarnya. Namun ia berpesan agar aku tidak menyimpan dendam. Menurutnya, semua ini adalah takdir, dan yang terpenting adalah belajar memaafkan.

Pesan itu membuatku semakin heran. Mengapa polisi begitu mudah menuduh papa? Bukti di TKP jelas tidak mendukung tuduhan itu. Tetapi rupanya, bagi sebagian penyidik, yang penting adalah laporan keberhasilan. Kasus yang cepat selesai dianggap prestasi, menjadi jalan pintas untuk kenaikan pangkat. Kebenaran dan keadilan dikorbankan demi citra.

Kini, setelah aku menjadi jurnalis, aku semakin memahami pola itu. Banyak kasus yang direkayasa, demi menunjukkan “keberhasilan” aparat. Ironisnya, mereka yang melakukan manipulasi justru dianggap berprestasi. Sementara korban seperti papa, yang kehilangan istri dan harus menanggung fitnah, hanya bisa pasrah mendekam di penjara.

Tragedi keluarga kami adalah bukti nyata betapa berbahayanya sistem yang lebih mementingkan citra daripada kebenaran. Papa bukan hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga martabatnya sebagai manusia. Kami anak-anak kehilangan figur orang tua, dan harus tumbuh dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.[]

*Note: Tulisan ini dibuat sebagai pengingat kematian Ibundaku yang pada hari ini, 8 Desember 2025, andai masih hidup, berulang tahun ke-73. RIP mamaku tersayang.[]

Penulis adalah jurnalis di Papua, peserta lomba menulis bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia”.

*Lomba ini masih dibuka hingga 15 Desember 2025. Informasi lengkap di sini: https://bit.ly/4opwDVZ*

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berikan Pengarahan di Rakerda Kanwil BPN Provinsi Sumsel, Sekjen ATR/BPN: Kemampuan Kelola Tiga Instrumen Jadi Kunci Sukses Pemimpin

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 35
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 5 Maret 2026 | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (05/03/2026). Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya kemampuan mengelola tiga instrumen utama dalam organisasi, yang jadi kunci keberhasilan […]

  • Fokus Pada Program Pro Rakyat, Ketum PDIP Instruksikan Kadernya Dukung Pemerintahan Prabowo

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 105
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Agustus 2025| Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan seluruh kader partainya untuk memberikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Instruksi ini disampaikan dalam forum Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PDIP se-Indonesia yang digelar di Nusa Dua, Bali, (31/7/). Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menyampaikan bahwa […]

  • Sudin KPKP JAKARTA TIMUR Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Pangan 200 Peseta

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 434
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta, 6 Agustus 2025| Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan Diversifikasi Olahan Pangan Ternak 2025, di TC Pertanian Klender Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kota Jakarta Timur digelar pada 5-7 Agustus, dan […]

  • Pastikan Personel Tetap Prima, Kompol Gabriellah Pimpin Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Operasi Patuh Toba 2025

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Relis / Red
    • visibility 133
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan|Dalam rangka mendukung kelancaran dan keberhasilan Operasi Patuh Toba 2025, Satuan Tugas Bantuan Operasi (Satgas Banops) melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh personel yang akan bertugas. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatgas Banops, Kompol Gabriellah, pada Rabu (16/7/2025). Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi fisik dan mental para personel tetap prima dan siap […]

  • Kapolsek Serang Baru Gencarkan Patroli, Tindak Tegas Peredaran Obat Terlarang

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 365
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi – Demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, S.H., M.H., bersama jajaran aktif menyisir wilayah hukumnya melalui kegiatan patroli kewilayahan pada Selasa (03/06/2025).   Tim patroli menyasar sejumlah toko dan warung yang diduga menjadi tempat transaksi obat-obatan terlarang seperti tramadol dan sejenisnya.   Kapolsek secara langsung […]

  • Polsek Citeureup Gelar Operasi Tertib Lalu Lintas, Ratusan Pengendara Diberi Teguran Dan Tilang

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 124
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menciptakan keamanan di jalan raya, Polsek Citeureup Polres Bogor bersama Satlantas Polres Bogor dan Dishub Kabupaten Bogor menggelar operasi penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas, Rabu (21/05/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Mayor Oking dan Jalan Baru, Kecamatan Citeureup ini dipimpin langsung oleh Kanit Lantas Polsek Citeureup […]

expand_less