Breaking News
light_mode
Home » Opini » Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 365
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Ditengah duka dan kepanikan warga akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusantara, publik justru dihadapkan pada satu ironi mencolok: ‘peternakan’ milik mulyono tak pernah menampakkan batang hidungnya di lokasi bencana. Tidak ada kehadiran, tidak ada bantuan terbuka, dan tidak terlihat empati yang sepadan dengan sumber daya besar yang selama ini di keruk dan mereka nikmati.

Mulyono sebagaimana dimaklum, dikenal dekat dengan lingkar kekuasaan dan memperoleh berbagai kemudahan struktural. Namun saat rakyat berada dalam kondisi paling genting—kehilangan tempat tinggal, penghasilan, bahkan anggota keluarga—kehadiran itu menguap. Absennya bukan sekadar soal fisik, melainkan simbol putusnya tanggung jawab moral elite ekonomi terhadap penderitaan publik.

Obor Panjaitan, Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), dalam edar release nya menilai, fenomena ini sebagai potret telanjang cara negara dikelola. Negara, menurut Obor, telah lama diperlakukan seperti ladang ternak oleh oligarki rakus; diperas saat subur, dan ditinggalkan saat krisis.

“Ini bukan perkara satu pengusaha tidak datang ke lokasi bencana. Ini soal sistem yang membiarkan pemilik modal menikmati konsesi, kredit, dan perlindungan politik, tetapi bebas dari kewajiban sosial ketika rakyat jatuh tertimpa musibah,” ungkap Obor.

Ia juga menegaskan, pembiaran semacam ini adalah bentuk kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi. Pasal 34 UUD 1945, menempatkan fakir miskin dan korban bencana sebagai tanggung jawab negara. Namun dilapangan, negara justru sering absen, digantikan oleh relawan, donasi warga, dan solidaritas komunitas akar rumput.

Pola ini berulang: rakyat patungan, masyarakat bergerak, sementara elite ekonomi memilih diam. Ketimpangan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari relasi kuasa yang timpang antara modal dan kebijakan publik.

IPAR mengajak masyarakat, untuk berhenti memaklumi, absennya empati para elite. Publik perlu lebih sadar, lebih kritis, dan berani mempertanyakan siapa sebenarnya yang dihadirkan negara; rakyat atau segelintir pemilik kepentingan.

Jika bencana kemanusiaan saja tidak mampu memanggil tanggung jawab mereka, maka jelas yang dipelihara bukan kepentingan publik, melainkan keserakahan yang dilanggengkan oleh sistem.[]

Oleh: Obor Panjaitan

Penulis: Obor Panjaitan dikenal juga sebagai Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), jurnalis investigasi dan pengamat sosial

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Kontrol Petugas Keamanan Perumahan Troya Selaras, Sampaikan Pesan Antisipasi Tindak Kriminal

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 129
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Polres Bogor – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Bojong jengkol, Polsek Ciampea, Polres Bogor, Aiptu Yongky Novara, S.E., melakukan kegiatan kontrol dan pengecekan terhadap petugas keamanan (security) di Perumahan Troya Selaras, Kampung Bojong jengkol RT 02 RW 04, Desa Bojong jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (18/06/2025). […]

  • Kasus Dugaan Pengeroyokan Trisna Ginting Mandek, TKN Soroti Kejanggalan di Polsek Pancur Batu

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 251
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 26 November 2025| Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Trisna Aditya Ginting oleh Polsek Pancur Batu dinilai penuh kejanggalan dan berjalan di tempat. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Tim Kompas Nusantara (TKN), Adi Warman Lubis, yang mengecam lambannya proses hukum. Informasi ini diperoleh dari laporan yang diterbitkan oleh media online Aswajanews, yang merupakan bagian […]

  • Perkuat Sinergi dan Keakraban, Kapolda Sumut Gelar Silaturahmi Bersama Wartawn

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Darmayanti Yanti
    • visibility 120
    • 0Comment

    Tegarnews co.id  – Medan | Dalam semangat mempererat hubungan dan membangun kolaborasi yang harmonis antara Kepolisian dan Wartawan media, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menggelar kegiatan silaturahmi bersama wartawan Sumut di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (5/6/2025). Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony […]

  • Syukuran & Do’a Bersama Dalam Rangka Hut Bhayangkara Ke-79, Serta Kenaikan Pangkat, Polsek Caringin Gelar Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka Hut Bhayangkara Ke-79 dan kenaikan pangkat Kapolsek Caringin Polres Bogor Akp Hendra Kurnia,SH,.MM, Melaksanakan Syukuran sekaligus berikan santunan anak yatim yang bertempat di Mako Polsek Caringin, (2/7). Kegiatan ini adalah sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, Dalam rangka Hut-Bhayangkara Ke-79 sekaligus syukuran anggota Polsek Caringin yang sudah Naik Pangkat dan di […]

  • Ombudsman RI Siap Tanggapi Sengketa Lahan Masyarakat Nagan Raya Dengan PT SPS 2, GMOCT Konsisten Kawal Kasus

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 301
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya Aceh, 4 Agustus 2025|(GMOCT)-Direktur Pemeriksaan Ombudsman RI, Kepala Pemeriksaan Keasistenan Utama IV, Nyoto Budiyanto, SH., MH., C.L.A., menerima laporan sengketa lahan antara masyarakat Desa Babahlueng, Kecamatan Kripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dengan PT SPS 2. Aduan tersebut disampaikan oleh perwakilan masyarakat yang didampingi oleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) pada Senin […]

  • Dua Geuchik Bersatu: Bantah Izin HGU, Warga Babahlueng Usir Paksa Alat Berat PT SPS 2!

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 135
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 27 September 2025 (GMOCT)|  Gelombang penolakan terhadap praktik mafia tanah kembali menggema di Nagan Raya. Warga Desa Babahlueng, berbekal pernyataan tegas dari dua Geuchik—mantan dan yang sedang menjabat—bersatu padu mengusir alat berat milik PT Surya Panen Subur (SPS) 2 dari lahan yang disengketakan. Aksi heroik ini merupakan puncak kekesalan warga atas klaim perusahaan […]

expand_less