Breaking News
light_mode
Home » Opini » Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 342
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Ditengah duka dan kepanikan warga akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusantara, publik justru dihadapkan pada satu ironi mencolok: ‘peternakan’ milik mulyono tak pernah menampakkan batang hidungnya di lokasi bencana. Tidak ada kehadiran, tidak ada bantuan terbuka, dan tidak terlihat empati yang sepadan dengan sumber daya besar yang selama ini di keruk dan mereka nikmati.

Mulyono sebagaimana dimaklum, dikenal dekat dengan lingkar kekuasaan dan memperoleh berbagai kemudahan struktural. Namun saat rakyat berada dalam kondisi paling genting—kehilangan tempat tinggal, penghasilan, bahkan anggota keluarga—kehadiran itu menguap. Absennya bukan sekadar soal fisik, melainkan simbol putusnya tanggung jawab moral elite ekonomi terhadap penderitaan publik.

Obor Panjaitan, Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), dalam edar release nya menilai, fenomena ini sebagai potret telanjang cara negara dikelola. Negara, menurut Obor, telah lama diperlakukan seperti ladang ternak oleh oligarki rakus; diperas saat subur, dan ditinggalkan saat krisis.

“Ini bukan perkara satu pengusaha tidak datang ke lokasi bencana. Ini soal sistem yang membiarkan pemilik modal menikmati konsesi, kredit, dan perlindungan politik, tetapi bebas dari kewajiban sosial ketika rakyat jatuh tertimpa musibah,” ungkap Obor.

Ia juga menegaskan, pembiaran semacam ini adalah bentuk kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi. Pasal 34 UUD 1945, menempatkan fakir miskin dan korban bencana sebagai tanggung jawab negara. Namun dilapangan, negara justru sering absen, digantikan oleh relawan, donasi warga, dan solidaritas komunitas akar rumput.

Pola ini berulang: rakyat patungan, masyarakat bergerak, sementara elite ekonomi memilih diam. Ketimpangan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai kebetulan, melainkan konsekuensi langsung dari relasi kuasa yang timpang antara modal dan kebijakan publik.

IPAR mengajak masyarakat, untuk berhenti memaklumi, absennya empati para elite. Publik perlu lebih sadar, lebih kritis, dan berani mempertanyakan siapa sebenarnya yang dihadirkan negara; rakyat atau segelintir pemilik kepentingan.

Jika bencana kemanusiaan saja tidak mampu memanggil tanggung jawab mereka, maka jelas yang dipelihara bukan kepentingan publik, melainkan keserakahan yang dilanggengkan oleh sistem.[]

Oleh: Obor Panjaitan

Penulis: Obor Panjaitan dikenal juga sebagai Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR), jurnalis investigasi dan pengamat sosial

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan Rakyat Telah Kembali, Sejarah Baru Demokrasi Indonesia Mulai Terbentuk

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 457
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 7 September 2025| Angin perubahan kembali berembus dari Senayan. Dalam sepekan terakhir, publik menyaksikan pemandangan yang jarang terjadi, yakni parlemen dan partai politik dipaksa tunduk pada suara rakyat. Bukan sekadar retorika, tetapi fakta nyata yang tercatat dalam sejarah politik Indonesia. “Ini bukan lagi slogan. Kedaulatan benar-benar mulai kembali ke tangan rakyat,” ujar Influencer dan […]

  • Diduga Ada Pelecehan, Direktur RSUD Cabangbungin Segera Dipanggil Polisi

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 962
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Mapolsek Cabangbungin merencanakan akan melakukan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Direktur Utama RSUD Cabangbungin. hal itu menindaklanjuti perkara pelecehan seksual yang dilakukan oknum dokter inisal B terhadap masyarakat SM yang saat ini perkaranya sudah di laporkan ke mapolsek Cabangbungin.berdasarkan nomor laporan LP/B/17/VI/2025/SPKT/POLSEK CABANGBUNGIN/POLRESMETROBEKASI/POLDAMETROJAYA. Pada tanggal 20 Juni 2025 pukul 18:25.   Hal itu […]

  • Heboh! Oknum Serikat PT. Socfindo Diduga Intervensi Jurnalis, Masyarakat Dan GMOCT Desak APH Bertindak

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, Aceh, 21 Juni 2025| Dugaan intervensi terhadap kebebasan pers kembali terjadi. Kali ini, seorang oknum security yang mengaku sebagai wakil Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT. Socfindo Seumayam diduga melakukan tekanan terhadap media, mendesak penghapusan berita terkait pengelolaan dana dan Kartu Tanda Anggota (KTA) serikat pekerja. Aksi ini telah memicu protes keras dari […]

  • STOOP PERS !!!

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Pimpinan Redaksi
    • visibility 246
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor 10 Mai 2025| Pemberitahuan Bahwa Nama-nama wartawan di Bawah Ini: Nama :AGUNG KHATRSNO                          Jabatan Wartawan                                        Wilayah : Kota Beksi          […]

  • Digitalisasi Membuka Akses Masyarakat untuk Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 42
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 Februari 2026 |Transformasi digital dalam layanan pertanahan dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membuka akses dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Seperti pada aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memantau dari mana saja perkembangan proses layanan pertanahan yang sedang diajukan, tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah). “Dengan adanya aplikasi […]

  • Warga Kampung Selang Bantarjaya dan Bantarsari Gelar Syukuran Hajat Bumi 

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 49
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 9 Desember 2025- Tradisi tahunan Hajat Bumi Mbah Aten kembali digelar oleh Masyarakat kampung Selang Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,  Minggu 07/12/2025.   Acara budaya hajat bumi yang di laksanakan berlangsung di jalan , disambut antusias warga dari Dua kampung dari Dua Desa di antaranya Desa Bantarjaya dan […]

expand_less