Tegarnews.co.id – Jakarta, 15 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto kembali melempar bola panas! Dalam pidatonya saat meresmikan 5 bendungan, Jumat (10/7). Prabowo secara blak-blakan membongkar borok di balik penolakan implementasi biodiesel B50.
Dengan nada geram, ia menyebut pihak-pihak yang menentang program ini sebenarnya adalah para pemburu rente yang takut kehilangan “lapak” komisi dari impor solar asing!
Selama ini, beragam alasan teknis sengaja diembuskan ke publik demi menjegal B50 – mulai dari isu mesin kendaraan bakal rusak hingga klaim pabrikan otomotif yang enggan menyesuaikan suku cadang mereka.
Namun di mata Prabowo, itu semua hanyalah akal-akalan belaka.
“Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Dibilang nanti mesin rusak, nanti ini, nanti itu. Pokoknya mereka nggak mau kita B50.
Karena dia mau supaya kita impor!
Dia mau impor, impor, impor. Nah di situ dia ambil komisi,” semprot Prabowo
Makan Uang Rakyat Rp 34 Triliun!
Hitung-hitungan Prabowo pun bikin mengelus dada. Dengan berjalannya program B50, Indonesia dipastikan stop impor solar dan berhasil menghemat devisa negara hingga Rp 170 Triliun. Angka fantasis yang selama ini diduga menjadi bancakan segelintir orang.
“Bayangkan kalau itu Rp 170 triliun. Kalau komisinya 20 persen berapa itu? Rp 34 triliun. Rp 34 triliun dimakan hanya berapa belas orang,” bebernya dengan nada provokatif.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya bersama koalisi tidak akan gentar menghadapi gertakan para mafia impor ini. Mandat rakyat akan digunakannya secara penuh untuk mengejar kemakmuran dan menghabisi praktik korupsi, termasuk menyikat habis para pemburu komisi BBM.
Sikap tegas Prabowo ini tentu menjadi sinyal perang terbuka terhadap mafia energi di tanah air. Publik kini menunggu, berani atau tidak pemerintah membuka nama-nama “berapa belas orang” yang dituding menikmati uang haram Rp 34 Triliun tersebut?
Sumber: Arif Barata














