Tegarnews.co.id – Bogor, 1 September 2026 | Polemik seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan belum menemui titik terang. Pemuda Peduli Anti Korupsi (PPAK) Bogor Raya menyatakan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa, kali ini dengan menyasar depan Pintu Istana Bogor, setelah tuntutan mereka terkait proses seleksi direksi belum mendapatkan jawaban yang dinilai memadai.
Sebelumnya, PPAK menggelar aksi di depan Balai Kota Bogor, Selasa (1/9/2026). Aksi tersebut dipimpin Koordinator Lapangan, Frans, dengan membawa sejumlah tuntutan terhadap proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan.
PPAK mendesak Wali Kota Bogor segera mengevaluasi dan membatalkan Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda Tirta Pakuan. Mereka juga meminta proses seleksi calon direksi diulang dan dilakukan secara terbuka, akuntabel serta berintegritas tanpa intervensi kepentingan pihak mana pun.
Tak berhenti di situ, PPAK menolak segala bentuk politisasi dan nepotisme dalam pengisian jabatan Direksi PDAM Kota Bogor. Mereka menilai jabatan strategis di perusahaan milik daerah harus diisi melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Frans menegaskan, aksi lanjutan di depan Pintu Istana Bogor akan menjadi bentuk tekanan apabila Pemerintah Kota Bogor tidak segera memberikan jawaban konkret atas tuntutan yang disampaikan.
Menurutnya, PPAK tidak ingin persoalan seleksi direksi hanya berhenti pada aksi dan pernyataan tanpa adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Aksi di depan Pintu Istana Bogor tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa PPAK siap memperluas tekanan jika tuntutan mereka kembali tidak mendapatkan kejelasan. Mereka meminta Pemkot Bogor tidak menutup ruang terhadap pertanyaan publik mengenai proses seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan.
PPAK menegaskan, tuntutan mereka bukan sekadar pergantian atau pembatalan proses, melainkan memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka, profesional, bebas intervensi, serta tidak dicederai kepentingan politik maupun nepotisme.
Kini perhatian tertuju kepada Pemerintah Kota Bogor. Apakah tuntutan PPAK akan dijawab secara terbuka, atau justru aksi lanjutan di depan Pintu Istana Bogor benar-benar digelar?
Sementara itu, media masih berupaya menghubungi Pemerintah Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan untuk memperoleh tanggapan resmi terkait tuntutan PPAK dan rencana aksi lanjutan tersebut.(Rls/Opik)
Sumber: Surya SP













