Tegarnews.co.id – Jakarta, 28 September 2026 | Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sempat berjalan panas, pada Senin (28/9). Anggota dewan mencecar mantan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, terkait raibnya sejumlah fasilitas mewah usai diinspeksi Ombudsman RI. Wisnu, yang sebelumnya telah dicopot dari jabatannya dihadirkan langsung guna memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, melontarkan nada tinggi saat mempertanyakan hilangnya barang-barang seperti sofa, pendingin udara (AC), hingga kolase foto dari ruangan yang sempat disidak Ombudsman pada Rabu (23/9).
“Saya concern terhadap petugas. Petugas ini secara administratif telah diberikan banyak fasilitas, termasuk rumah dinas. Yang kemarin begitu viral hasil temuan dari Ombudsman, yang 2 hari kemudian apa yang nampak dalam video itu, itu hilang dalam sekejap. Dan saya lihat Pak Menteri bingung, kok ini berbeda,” ujar Yanuar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9).
“Ini saya minta satu pertanyaan dijawab sama Pak Kalapas. Itu yang memerintahkan memindahkan semua barang-barang temuan Ombudsman—hilangnya sofa, hilangnya AC, tidak adanya lagi foto yang ada di meja, dan seterusnya itu. Siapa yang memerintahkan memindahkan itu, Pak Wisnu?” tanya Yanuar tegas.
Tak bisa mengelak, Wisnu mengakui secara terbuka bahwa dirinya lah yang menginstruksikan anak buahnya untuk mengangkut seluruh perabotan tersebut dari ruangan. “Siap. Mohon izin, Bapak, yang memerintahkan adalah saya, Bapak,” aku Wisnu.
Yanuar merasa heran atas pembelaan Wisnu. Pasalnya, Wisnu telah menjabat sebagai Kalapas Cibinong hampir tiga tahun lamanya, namun mengklaim tidak pernah mengetahui ada barang-barang mewah tak berijin masuk ke lingkungan kerjanya.
Wisnu berdalih dirinya tak pernah masuk atau bersilaturahmi ke kediaman dinas anggotanya tersebut. Mendengar dalih yang dinilai tidak masuk akal, Yanuar meminta Wisnu untuk tidak bersikap bohong di hadapan publik!.(Rls/Red)













