Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Haidar Alwi: Ketegasan Dasco di Tengah Suara Parlemen Dalam Abolisi Tom Lembong, Amnesti Hasto Jadi Nafas Baru Politik

Chairul Husen by Chairul Husen
2 Agustus 2025
in Opini
0
Haidar Alwi: Ketegasan Dasco di Tengah Suara Parlemen Dalam Abolisi Tom Lembong, Amnesti Hasto Jadi Nafas Baru Politik
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 Agustus 2025| R.Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menilai bahwa tindakan Presiden melalui mekanisme amnesti dan abolisi terhadap dua tokoh penting lintas kubu bukan sekadar keputusan hukum, melainkan cerminan kematangan demokrasi yang jarang muncul di tengah iklim politik yang bising dan penuh prasangka. Dalam keputusan tersebut, Presiden memberi amnesti kepada 1.116 terpidana, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta abolisi kepada Tom Lembong, mantan menteri. Ketika negara memilih meredakan ketegangan melalui pengampunan kolektif, publik tak hanya menilai substansi hukumnya, tapi juga cara negara mengkomunikasikan keputusan itu. Bagi Haidar Alwi, ketegasan Sufmi Dasco Ahmad dalam menyampaikan sikap resmi DPR, tanpa menjatuhkan siapa pun, tanpa melebih-lebihkan peran apa pun, adalah bentuk kepemimpinan politik yang menjawab kebutuhan bangsa: ketenangan, kejelasan, dan keberanian tanpa pamer kekuasaan.

*Menjaga Konstitusi, Bukan Ego Kekuasaan.*

You might also like

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

Menurut Haidar Alwi, tindakan Sufmi Dasco Ahmad yang menyampaikan persetujuan DPR secara terbuka dan bertanggung jawab bukanlah langkah simbolik biasa. Di tengah tekanan opini publik, prasangka politisasi hukum, dan potensi konflik antarpartai, Dasco tampil di garis depan sebagai juru bicara resmi parlemen. Sikap ini tidak hanya administratif, tetapi mencerminkan ketegasan moral seorang pejabat negara.

Amnesti dan abolisi adalah bentuk pengampunan tertinggi yang menuntut keberanian politik dan pertimbangan moral yang dalam. Dasco tidak membiarkan keputusan ini menjadi wacana elite, tetapi mengawalnya sebagai hasil rapat resmi dengan kehadiran Menkumham, Mensesneg, dan Komisi III. Haidar Alwi menyebut hal ini sebagai sinyal bahwa negara bekerja berdasarkan sistem, bukan opini dan tekanan.

Kehadiran Dasco sebagai wajah resmi parlemen menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih memiliki rute tengah, jalan damai yang konstitusional. Saat banyak pihak tergoda memelihara luka politik, Dasco memilih jalur penyembuhan melalui kejelasan sikap, bukan retorika yang memperkeruh suasana.

*Energi Damai dari Parlemen yang Efektif*

Bagi Haidar Alwi, langkah Dasco menunjukkan bahwa DPR RI bisa hadir sebagai lembaga penyeimbang kekuasaan, bukan panggung kegaduhan. Tidak ada glorifikasi, tidak ada pengkultusan. Yang ada adalah sikap yang menjaga martabat parlemen dalam menghadapi isu besar.

Ketika dua tokoh dari kubu berbeda mendapat abolisi dan amnesti serta prosesnya disampaikan Dasco secara sistematis tanpa politisasi berlebihan, itu menandakan satu hal penting: parlemen masih punya harapan sebagai ruang akal sehat nasional. “Yang dilakukan Dasco adalah contoh konkret bahwa rekonsiliasi politik tidak harus diucapkan, tapi diwujudkan,” kata Haidar Alwi.

Ia menambahkan bahwa dalam tatanan politik modern, sosok yang bisa menjembatani eksekutif dan publik secara jernih adalah kekayaan moral bangsa. Dasco tidak menjadikan momen ini sebagai ajang unjuk kekuasaan, justru menjaga marwah DPR sebagai institusi negara, bukan alat partai. Inilah nilai yang layak dipelihara dalam praktik kenegaraan kita hari ini.

Haidar Alwi juga menilai penting bagi publik untuk memahami bahwa pemberian amnesti dan abolisi ini tidak serta-merta membebaskan seseorang karena kedekatan politik, melainkan merupakan bagian dari mekanisme hukum yang diatur dalam konstitusi. Amnesti kepada 1.116 orang, termasuk Hasto Kristiyanto, bukanlah pengecualian, melainkan hasil dari proses verifikasi panjang yang dilakukan pemerintah, melibatkan lembaga-lembaga terkait, dan disetujui DPR setelah konsultasi formal. Hal ini menunjukkan bahwa negara masih mampu menjalankan proses politik secara rasional, terbuka, dan dalam koridor hukum yang benar.

*Politik Keadaban dan Figur yang Layak Dicontoh*

Menurut Haidar Alwi, di tengah dunia politik yang penuh intrik, langkah Sufmi Dasco Ahmad memberi kesan lain. Ia tampil tidak reaktif, tidak menebar sensasi, dan tidak membiarkan negara diseret dalam suasana hati elite. “Politik keadaban itu nyata jika dijalankan oleh orang-orang yang tidak takut bersikap benar meski tidak populer,” tegas Haidar Alwi.

Ketegasan Dasco dalam menyampaikan keputusan parlemen justru menghadirkan kembali kepercayaan bahwa demokrasi Indonesia masih memberi ruang bagi kompromi beradab dan penyelesaian politik tanpa dendam. Haidar Alwi mengajak publik untuk tidak terjebak dalam persepsi sinis. Keputusan Dasco untuk tidak bersembunyi di balik lembaga atau fraksi, dan bersedia menjadi suara resmi parlemen dalam isu berisiko tinggi, menunjukkan bahwa ketegasan bukan soal bicara keras, tapi soal keberanian memikul tanggung jawab paling berat di saat genting.

Ia menegaskan bahwa keputusan hukum yang dilandasi niat baik, dijalankan secara prosedural, dan disampaikan dengan elegan adalah wujud kedewasaan berdemokrasi. Dan peran Dasco dalam episode ini menjadi contoh penting bahwa pemimpin parlemen yang memahami hukum dan rasa keadilan publik akan selalu dibutuhkan bangsa ini.

“Kalau setiap keputusan penting negara disampaikan dengan cara yang sejuk dan bertanggung jawab seperti ini, maka kita akan lebih sering menemukan damai dalam politik, bukan konflik,” pungkas Haidar Alwi.[]

Tags: AlwiHaidarInstitute
Previous Post

#3, Dorong Produk Halal dan Aman Konsumsi, Istiqlal Halal Center Gelar Pendampingan UMKM Batch

Next Post

Apel Pengamanan Polres Bogor: Siap Amankan Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU
Opini

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU

by Tegar News
23 September 2026
Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi
Opini

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

by Tegar News
21 September 2026
Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!
Opini

Percuma Berharap Ditangkap? ‘Nusron Itu Orang Sakti, Kebal Hukum!

by Tegar News
17 September 2026
Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!
Opini

Mengenal Fahd El Fouz, Raja Korupsi Negeri Ini – Dua kali Dipenjara, Masih Dikasih Jabatan Strategis!

by Tegar News
17 September 2026
Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali
Opini

Kasus Hidup Lagi! Jokowi Gagal Lindungi Ahmad Ali

by Tegar News
14 September 2026
Next Post
Apel Pengamanan Polres Bogor: Siap Amankan Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas

Apel Pengamanan Polres Bogor: Siap Amankan Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Research Reveals: Drinking Coffee Could Protect Against Some Types of Cancer

7 September 2026
Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

Pakar Birokrasi Sekda Lampung Tengah Akhirnya Ditangkap Polisi

21 September 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Polisi Berhasil Ungkap Pembunuhan Wanita di Hotel Cirebon, Pelaku Mantan Suami Korban
Kriminal

Polisi Berhasil Ungkap Pembunuhan Wanita di Hotel Cirebon, Pelaku Mantan Suami Korban

23 September 2026
Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul
Nasional

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul

23 September 2026
Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU
Opini

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU

23 September 2026
Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?
Nasional

Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?

23 September 2026
Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran
Nasional

Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran

23 September 2026
Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?
Info Publik

Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?

23 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News