Breaking News
light_mode
Home » Nasional » “Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 26
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Februari 2026| Tawa khas Bahlil Lahadalia sempat pecah di ruang rapat Komisi VI DPR RI. Namun, kali ini tawanya bukan respons atas kelakar santai antar-sahabat, melainkan tameng dari serangan verbal yang menohok ulu hati kebijakan investasinya. Di hadapannya, anggota DPR RI, Khilmi, tidak sedang melawak. Wajahnya serius, nadanya tinggi, dan telunjuknya mengarah tajam pada satu persoalan: Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, Papua Barat.

“Jadi pakai otak dikit!”

Kalimat itu meluncur tanpa rem. Di Gedung Parlemen yang biasanya penuh dengan eufemisme santun, seruan Khilmi terdengar seperti petir di siang bolong. Ia menggugat keputusan pemerintah—khususnya Kementerian Investasi yang dipimpin Bahlil—yang memindahkan lokasi proyek strategis dari Bintuni ke Fakfak, tanah kelahiran sang menteri.

Pusat kemarahan Khilmi bukan tanpa alasan. Ia membedah logika supply and demand yang dinilainya cacat. Indonesia, menurut data yang ia pegang, sudah surplus pupuk Urea. Gudang-gudang penuh. Lantas, untuk apa memaksakan pembangunan pabrik pupuk Urea baru di Papua?

“Gas itu kan bisa dibuat industri hulu di sana. Tidak dibuat untuk pupuk saja,” cecar Khilmi.

Ia menyodorkan alternatif yang lebih mendesak bagi perut ekonomi negara: ketahanan energi. Di saat Indonesia masih terseok-seok mengimpor bahan bakar, gas alam melimpah di Papua justru diarahkan untuk memproduksi komoditas yang sudah jenuh di pasaran. “Kenapa investasi di sana kok nggak dibikin bensin aja?” tanyanya retoris. Sebuah gugatan atas hilangnya opportunity cost yang mahal.

Perdebatan kian runcing saat masuk ke ranah teknis yang berbalut kecurigaan politis. Proyek yang awalnya direncanakan di Bintuni, tiba-tiba “banting setir” ke Fakfak.

Bahlil, dengan gaya komunikasinya yang luwes, mencoba meredam tensi. Ia menyodorkan alasan teknis: kedalaman laut. Bintuni dinilai terlalu dangkal (7-8 meter) untuk dermaga logistik skala besar, sementara Fakfak menawarkan kedalaman ideal (di atas 14 meter). “Singkat, padat, terpercaya,” jawab Bahlil mencoba meyakinkan.

Namun, bagi Khilmi yang mengaku telah memonitor sektor ini selama lima tahun, alasan itu terasa dicari-cari. Ia mempertanyakan transparansi Feasibility Study (FS). Baginya, memindahkan proyek raksasa ke kampung halaman pejabat pengambil keputusan akan selalu memantik tanda tanya besar: ini demi efisiensi negara, atau legacy pribadi?

“Enaknya Jadi Direktur BUMN”
Momen puncak dalam rapat itu bukan hanya soal teknis gas dan laut, melainkan sentilan keras Khilmi terhadap budaya korporasi pelat merah. Ia menyoroti betapa “nyamannya” posisi para petinggi BUMN yang mengerjakan proyek-proyek penugasan seperti ini.

“Jadi direktur BUMN itu enak, Pak. Ada rugi nggak tanggung jawab. Kalau ada untung dapat tantiem (bonus). Gaji masih tetap,” sindirnya pedas.

Pernyataan ini menyasar jantung persoalan akuntabilitas. Jika proyek di Fakfak ini kelak gagal atau merugi karena salah perencanaan, siapa yang akan menanggung dosa? Khilmi mengingatkan bahwa direksi bisa berganti, menteri bisa lengser, tapi kerugian negara akan tetap tercatat.

Di akhir debat, Bahlil tetap tersenyum dan menjawab dengan data versi kementeriannya. Namun, gaung kalimat “pakai otak dikit” terlanjur menggema, menjadi penanda bahwa di balik deretan angka investasi triliunan rupiah, masih ada logika dasar yang “belum tuntas” di mata wakil rakyat.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Irigasi di Sabajior Jadi Sorotan Publik, Diduga Asal Jadi

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 87
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Panyabungan Barat, 6 Nopember 2025| Proyek pembangunan saluran air di Jalan Aek Godang, Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, menuai sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan yang menyerap dana pemerintah itu diduga dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. Dari pantauan di lokasi, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 14.53 WIB, tampak struktur bangunan tidak rapi […]

  • Dugaan Korupsi Rp2,4 Miliar Di Disdikbud Kuningan: Pendidikan Bukan Ladang Kejahatan!

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 272
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat| Kehebohan melanda Kabupaten Kuningan menyusul terungkapnya dugaan penyelewengan anggaran sebesar Rp2,4 miliar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Anggaran fantastis yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru diduga dikorupsi oleh oknum-oknum yang seharusnya menjadi pelindung masa depan anak bangsa. Dana sebesar Rp2,4 miliar, bagian dari total Rp4,5 miliar yang dicairkan […]

  • Ketahanan Pangan, Kementerian ATR/BPN Gandeng Stranas PK dari KPK Susun Rencana Aksi

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id -Jakarta , 16 September 2025 | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyusun rencana aksi pengendalian alih fungsi lahan, khususnya lahan sawah. Rencana aksi disusun untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta menutup celah terjadinya korupsi dalam proses perubahan […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Silaturahmi Bersama Ketua Karang Taruna dan Warga, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Silaturahmi Bersama Ketua Karang Taruna dan Warga, Sampaikan Pesan Kamtibmas   Tegarnews.co.id – Ciampea – Polres Bogor, Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Tapos II Polsek Ciampea, Polres Bogor, Bripka Ade Afriansyah, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan dialog kamtibmas dengan Ketua Karang Taruna dan warga masyarakat […]

  • Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Parungpanjang Sambang Warga Dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Parungpanjang, Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Aiptu Iyus Nurlubis, melakukan sambang dan silaturahmi ke warga Kampung Cirebon RT 03/03, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (22/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepolisian yang menekankan pentingnya pendekatan humanis antara […]

  • Babinsa Kawal Normalisasi Sungai di Karangharja, Warga Apresiasi TNI

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, – Anggota TNI dari Koramil 11/Pebayuran, Kodim 0509/Kab. Bekasi, turut ambil bagian dalam kegiatan normalisasi sungai yang berlangsung di Kampung Kobak Ceper, RT 07/RW 03, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Rabu. (25/6/2025). Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan berbagai unsur perangkat desa. Terlihat hadir di lokasi Kepala […]

expand_less