Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Peristiwa

Ketika Pengayom Menjadi Pengancam: Kisah Kelam Saya Bersama Polisi Arogan

Chairul Husen by Chairul Husen
5 Desember 2025
in Peristiwa
0
DKPP Periksa Ketua KPU Kota Bogor Terkait Dugaan Gratifikasi Rp7 Miliar Dalam Pilkada 2024
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Sumatera Selatan, 5 Desember 2025|Saya, Fidiel Castro, seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir dan berdomisili di Kelurahan Tanjung Raja, pernah mengalami sendiri tindakan arogan dari seorang polisi bernama Rahmat, yang saat itu menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Tanjung Raja. Apa yang saya alami bukan sekadar ketidakadilan, melainkan sebuah pengalaman penuh intimidasi yang hampir membuat saya dan keluarga hidup dalam tekanan luar biasa.

Awal Kisah, akhir tahun 2020, pasca pandemi Covid-19, rakyat masih berjuang memulihkan ekonomi. Di tengah kesusahan dan tangis kemiskinan, muncul permainan kotor dari oknum aparat pemerintahan Kelurahan Tanjung Raja. Bantuan sosial Covid-19 senilai Rp1.200.000 per kepala keluarga, yang seharusnya diterima utuh oleh warga miskin, dipotong Rp300.000 per KK oleh pihak RT dengan alasan klasik: “uang rokok.”

You might also like

Suyitno Tak Tuntut Kerusakan Hino – GMOCT DPD Jateng Dorong Barakah Express Utamakan Keluarga Korban Laka Pemalang

Jembatan Gantung Pongpet Cijulang Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

“Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

Sebagai wartawan, saya tidak bisa tinggal diam. Diam berarti ikut melanggengkan kejahatan. Saya kumpulkan bukti berupa video penyerahan bantuan, keterangan warga, dan dokumen pendukung. Laporan saya ajukan ke pihak kelurahan. Namun jawaban mereka sungguh melukai nurani: “Itu warga ikhlas kok, tidak ada paksaan.”

Saya tahu betul, itu bukan keikhlasan. Itu ketakutan. Ketakutan terhadap kekuasaan kecil yang menindas rakyat lemah. Sejak saat itu, pihak kelurahan mulai menaruh dendam pada saya.

*Niat Baik Dijadikan Dosa*

Beberapa bulan kemudian, seorang tetangga meminta bantuan untuk mengajukan program bedah rumah. Karena iba, saya bantu menyusun berkasnya. Namun, mengingat hubungan saya yang sudah renggang dengan pihak kelurahan, saya minta warga itu mengurus sendiri tanda tangan dan cap di konter. Saya hanya membantu menyerahkan berkas ke instansi pemerintah.

Seminggu kemudian, saat tim survei pemerintah menghubungi kelurahan, mereka mengaku tidak pernah menandatangani berkas tersebut. Tanpa pikir panjang, saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemalsuan dokumen.

*Intimidasi di Kantor Polisi*

Saya memenuhi panggilan di Polsek Tanjung Raja dengan hati tenang. Namun yang saya hadapi bukan penegak hukum, melainkan oknum polisi yang mabuk kekuasaan. Dengan suara keras dan penuh amarah, Rahmat membentak saya di ruang pemeriksaan: “Kau yang ajukan bedah rumah ini? Kau pasti yang palsukan tanda tangan!”

Saya menjawab tenang, “Tidak, Pak. Yang mengurus tanda tangan itu warga sendiri di konter.”

Namun ia tak mau mendengar. Ia menunjuk wajah saya dan berteriak: “Kau saya pastikan masuk penjara!”

Saya mulai curiga ada permainan. Maka saya diam-diam merekam proses pemeriksaan itu. Dugaan saya benar-polisi itu terus mengintimidasi dan mengancam, bahkan menakuti warga yang saya bantu agar memutarbalikkan fakta.

Saat tahu saya merekam, Rahmat langsung merampas HP saya dengan kasar. Ia menarik baju saya, membentak di depan istri saya yang sedang hamil tua. Istri saya menjerit histeris, namun polisi itu terus memaki: “Siapa dekeng-mu? Kau saya tembak dulu sebelum masuk penjara!”

Bayangkan! Di negeri yang katanya berlandaskan hukum, seorang wartawan dan warga sipil bisa diancam tembak hanya karena membantu masyarakat miskin.

*Laporan ke Atasan: Jawaban yang Menyakitkan*

Saya laporkan kejadian itu ke atasannya. Namun jawaban yang saya dapat justru menambah luka: “Mungkin beliau kurang sholat, makanya emosinya tinggi.”

Seolah-olah, kesewenang-wenangan aparat bisa dimaafkan hanya karena ‘kurang ibadah’. Jawaban itu bukan solusi, melainkan bentuk pembiaran. Lucu, sekaligus tragis.

*Titik Balik: Ketika Tuhan Menjawab*

Sebulan kemudian, kabar datang: polisi arogan itu dipindahkan. Kasus saya ditangani oleh penyidik lain yang lebih bijak. Saya akhirnya dipertemukan dengan pihak kelurahan dan berdamai secara baik-baik.

Sang lurah bahkan berkata lirih: “Saya sebenarnya sudah lama ingin berdamai, tapi polisi itu yang bikin masalah makin rumit.”

Kini hubungan saya dengan lurah sudah membaik. Namun luka akibat arogansi aparat itu masih membekas. Setiap kali saya melihat polisi membentak rakyat kecil, saya teringat wajahnya — wajah seorang penegak hukum yang lupa menjadi manusia.

*Tugas Polisi: Pengayom bukan Pengancam*

Rakyat kecil bisa saja salah, tetapi aparat tidak boleh semena-mena. Sebab ketika polisi kehilangan empati dan hanya mengandalkan kekuasaan, maka hukum bukan lagi alat keadilan, melainkan alat ketakutan.

Kisah ini bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan cermin dari masalah yang lebih besar: bagaimana sebagian aparat masih menjadikan jabatan sebagai senjata untuk menekan rakyat. Wartawan, aktivis, bahkan warga biasa bisa menjadi korban jika aparat tidak diawasi dengan ketat.

Hukum seharusnya menjadi pelindung, bukan ancaman. Polisi seharusnya menjadi pengayom, bukan pengancam. Jika aparat dibiarkan arogan, maka kepercayaan publik terhadap institusi hukum akan runtuh. Dan ketika kepercayaan itu hilang, yang tersisa hanyalah rasa takut.

Saya menulis kisah ini bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai pengingat. Pengingat bahwa demokrasi dan keadilan hanya bisa hidup jika aparat menjalankan tugas dengan hati nurani. Pengingat bahwa rakyat kecil berhak mendapatkan perlindungan, bukan intimidasi.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran, bahwa keberanian melawan ketidakadilan adalah satu-satunya cara menjaga martabat hukum. Sebab hukum tanpa empati hanyalah kekuasaan kosong, dan kekuasaan tanpa batas hanya melahirkan ketakutan.[]

_Penulis adalah peserta lomba menulis bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia”. Lomba ini masih dibuka hingga 15 Desember 2025. Informasi lengkap di sini: https://bit.ly/4opwDVZ_

Tags: KanitPolsekRajaReskrimTanjung
Previous Post

Kantor Pertanahan Kota Medan Serahkan Sertipikat Elektronik BMN

Next Post

Acara LASQI Nusantara Fest Jadi Sorotan Publik, Dugaan Perlakuan Istimewa Yang Diberikan Pemda Kab Bogor

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Suyitno Tak Tuntut Kerusakan Hino – GMOCT DPD Jateng Dorong Barakah Express Utamakan Keluarga Korban Laka Pemalang
Peristiwa

Suyitno Tak Tuntut Kerusakan Hino – GMOCT DPD Jateng Dorong Barakah Express Utamakan Keluarga Korban Laka Pemalang

by Tegar News
15 September 2026
Jembatan Gantung Pongpet Cijulang Ambruk Saat Diresmikan Bupati  Pangandaran
Peristiwa

Jembatan Gantung Pongpet Cijulang Ambruk Saat Diresmikan Bupati Pangandaran

by Tegar News
1 September 2026
“Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh
Peristiwa

“Dia Enggak Tahu Apa-Apa!” Pedagang Cermin Dibawa Keluar Gang lalu Dikeroyok hingga Tewas Saat Demo DPR Ricuh

by Tegar News
29 Agustus 2026
Gubernur DKI Jakarta Melayat ke Rumah Korban Pengeroyokan, dan Menjenguk Pelajar yang Alami Luka Dalam di RS Tarakan
Peristiwa

Gubernur DKI Jakarta Melayat ke Rumah Korban Pengeroyokan, dan Menjenguk Pelajar yang Alami Luka Dalam di RS Tarakan

by Tegar News
29 Agustus 2026
Kebakaran Gudang 1 PT Batik Building Material Ungkap Dugaan Pelanggaran Perizinan di Serang
Peristiwa

Kebakaran Gudang 1 PT Batik Building Material Ungkap Dugaan Pelanggaran Perizinan di Serang

by Tegar News
28 Agustus 2026
Next Post
Acara LASQI Nusantara Fest Jadi Sorotan Publik, Dugaan Perlakuan Istimewa Yang Diberikan Pemda Kab Bogor

Acara LASQI Nusantara Fest Jadi Sorotan Publik, Dugaan Perlakuan Istimewa Yang Diberikan Pemda Kab Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ciptakan Rasa Aman, Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua Amankan Ibadah Minggu Kasih Di Gereja GSJA Levin

Ciptakan Rasa Aman, Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua Amankan Ibadah Minggu Kasih Di Gereja GSJA Levin

21 April 2026
Wujudkan Lingkungan Bersih Dan Harmonis, Bhabinkamtibmas Desa Lewimalang Ikuti Kerja Bakti BBGRM

Wujudkan Lingkungan Bersih Dan Harmonis, Bhabinkamtibmas Desa Lewimalang Ikuti Kerja Bakti BBGRM

28 Mei 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News