Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Nasional

Greenpeace: Deforestasi 40 Tahun Picu Banjir dan Longsor Mematikan di Sumatra

Chairul Husen by Chairul Husen
22 Januari 2026
in Nasional
0
Greenpeace: Deforestasi 40 Tahun Picu Banjir dan Longsor Mematikan di Sumatra

Foto: Pemandangan udara menunjukkan area yang rusak akibat banjir bandang di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya alam turut berkontribusi langsung terhadap meningkatnya frekuensi dan skala bencana ekologis di Indonesia. Dilansir dari harian merdeka, Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra bukan semata akibat faktor alam, melainkan dari runtuhnya daya dukung lingkungan akibat deforestasi masif yang berlangsung puluhan tahun.

Direktur Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan peringatan keras atas krisis ekologis yang telah lama diabaikan. Hal tersebut menjadi bencana ekologis paling mematikan dalam sejarah Indonesia.

You might also like

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul

Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?

Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran

“Hampir dua bulan terakhir ini kita tersadarkan, diperingatkan keras oleh sebuah bencana hidrometeorologis, bencana ekologis yang paling mematikan dalam sejarah bencana-bencana ekologis Indonesia, yaitu banjir dan longsor yang masif di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya dalam Konferensi Pers RUU MA: Masyarakat Adat 16 Tahun Tanpa Payung Hukum, (21/1).

Leo menekankan, hutan-hutan alam yang rusak tersebut pada dasarnya merupakan hutan yang selama ini dikelola oleh masyarakat adat. Namun, dalam empat dekade terakhir, hutan-hutan adat itu secara sistematis beralih fungsi dan dikuasai oleh berbagai industri ekstraktif dengan legitimasi negara.

“Hutan-hutan tersebut sudah secara masif selama 40 tahun atau empat dekade terakhir dirusak karena dengan restu negara dikuasai oleh berbagai jenis industri ekstraktif dari logging, industri bubur kayu, berbagai jenis tambang, dan kelapa sawit,” ujarnya.

Menurutnya, deforestasi masif yang terjadi telah menghilangkan fungsi hutan sebagai penyangga ekologis. Padahal, jika hutan-hutan tersebut tetap berada dalam pengelolaan masyarakat adat dengan praktik berkelanjutan, dampak bencana tidak akan sedemikian masif dan mematikan.

“Ini perlu menjadi refleksi, menjadi pengingat yang keras bagi pemerintah dan juga berbagai aktor industri bahwa hutan-hutan adat dan penjaganya yaitu masyarakat adat harus diberikan kewenangan untuk menjalankan praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, Leo menyampaikan bahwa tragedi ekologis di Sumatra berpotensi terulang di wilayah lain apabila pola eksploitasi sumber daya alam terus dipertahankan. Papua dan kawasan adat lainnya disebut berada di ambang risiko yang sama jika negara terus membiarkan industri ekstraktif mengambil alih wilayah adat dan menyingkirkan masyarakat setempat.

“Bila terus dibiarkan industri-industri ekstraktif mengambil alih hutan-hutan adat dan mendepak masyarakat adat dari wilayah-wilayah adatnya. Bencana ada di depan mata, kalau ini diteruskan,” tegasnya.[]

Tags: BencanaekologisFrekuensiIndonesiaskala
Previous Post

11 Orang Meninggal Dunia, 10 Selamat dan 4 Orang Belum Ditemukan di Dalam Lubang PT Antam Pongkor.

Next Post

Kawasan Industri Pupuk Fakfak Dinilai Perkuat Ekonomi Papua Barat

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul
Nasional

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul

by Tegar News
23 September 2026
Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?
Nasional

Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?

by Tegar News
23 September 2026
Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran
Nasional

Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran

by Tegar News
23 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

by Chairul Husen
22 September 2026
Tuduhan Penggelapan Kas RW 011 Rp 11 Miliar Dipertanyakan, LBH Harimau Raya, Tunjukkan Bukti, Bukan Opini
Nasional

Tuduhan Penggelapan Kas RW 011 Rp 11 Miliar Dipertanyakan, LBH Harimau Raya, Tunjukkan Bukti, Bukan Opini

by Chairul Husen
22 September 2026
Next Post
Kawasan Industri Pupuk Fakfak Dinilai Perkuat Ekonomi Papua Barat

Kawasan Industri Pupuk Fakfak Dinilai Perkuat Ekonomi Papua Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PTPN IV Regional I Raih Penghargaan CSR Award dari Wali Kota Medan

PTPN IV Regional I Raih Penghargaan CSR Award dari Wali Kota Medan

12 Juni 2025
Satlantas Polres Semarang Gelar “Polisi Menyapa” Pelayanan BPKB, Masyarakat Antusias! GMOCT Siap Bersinergi

Satlantas Polres Semarang Gelar “Polisi Menyapa” Pelayanan BPKB, Masyarakat Antusias! GMOCT Siap Bersinergi

27 Oktober 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul
Nasional

Gus Lilur Buka Suara, Ungkap Skandal Muktamar NU Terkait Pengkondisian Uang 480 Miliar Oleh Nusron Wahid dan Gus Ipul

23 September 2026
Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU
Opini

Duit Rp480 Miliar Dibawa Gunakan Land Cruiser ke Arena Muktamar NU

23 September 2026
Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?
Nasional

Siswa Makin Banyak Tolak MBG, DPR Tanya Nasib Makanan Sisa, Jawaban Sudaryono Malah Bikin Bingung?

23 September 2026
Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran
Nasional

Gelombang Gugatan Makin Besar! Ini Deretan Penggugat yang Minta MK Batalkan Pelantikan Gibran

23 September 2026
Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?
Info Publik

Haji Her Diduga Produksi Rokok Ilegal Terang- terangan, Kenapa Negara Diam?

23 September 2026
Menkeu Suahasil Nazara Ungkap Impor Ilegal 30 Kontainer Beras, Garam dan Baju Bekas
Info Publik

Menkeu Suahasil Nazara Ungkap Impor Ilegal 30 Kontainer Beras, Garam dan Baju Bekas

23 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News