Sabtu, Agustus 8, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Nasional

“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

Chairul Husen by Chairul Husen
14 Februari 2026
in Nasional
0
“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Februari 2026| Tawa khas Bahlil Lahadalia sempat pecah di ruang rapat Komisi VI DPR RI. Namun, kali ini tawanya bukan respons atas kelakar santai antar-sahabat, melainkan tameng dari serangan verbal yang menohok ulu hati kebijakan investasinya. Di hadapannya, anggota DPR RI, Khilmi, tidak sedang melawak. Wajahnya serius, nadanya tinggi, dan telunjuknya mengarah tajam pada satu persoalan: Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, Papua Barat.

“Jadi pakai otak dikit!”

You might also like

Bunker Rahasia Kebayoran Lama: Antara Temuan Ratusan Senjata dan Bayang-Bayang Operasi Klandestin

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

Peringatan Keras dari Pemerintah Jelang HUT RI Menko Polkam Tegas! Akan Buru Akun Penyebar Hoaks Demo Anarkis, Bisa Dipidana

Kalimat itu meluncur tanpa rem. Di Gedung Parlemen yang biasanya penuh dengan eufemisme santun, seruan Khilmi terdengar seperti petir di siang bolong. Ia menggugat keputusan pemerintah—khususnya Kementerian Investasi yang dipimpin Bahlil—yang memindahkan lokasi proyek strategis dari Bintuni ke Fakfak, tanah kelahiran sang menteri.

Pusat kemarahan Khilmi bukan tanpa alasan. Ia membedah logika supply and demand yang dinilainya cacat. Indonesia, menurut data yang ia pegang, sudah surplus pupuk Urea. Gudang-gudang penuh. Lantas, untuk apa memaksakan pembangunan pabrik pupuk Urea baru di Papua?

“Gas itu kan bisa dibuat industri hulu di sana. Tidak dibuat untuk pupuk saja,” cecar Khilmi.

Ia menyodorkan alternatif yang lebih mendesak bagi perut ekonomi negara: ketahanan energi. Di saat Indonesia masih terseok-seok mengimpor bahan bakar, gas alam melimpah di Papua justru diarahkan untuk memproduksi komoditas yang sudah jenuh di pasaran. “Kenapa investasi di sana kok nggak dibikin bensin aja?” tanyanya retoris. Sebuah gugatan atas hilangnya opportunity cost yang mahal.

Perdebatan kian runcing saat masuk ke ranah teknis yang berbalut kecurigaan politis. Proyek yang awalnya direncanakan di Bintuni, tiba-tiba “banting setir” ke Fakfak.

Bahlil, dengan gaya komunikasinya yang luwes, mencoba meredam tensi. Ia menyodorkan alasan teknis: kedalaman laut. Bintuni dinilai terlalu dangkal (7-8 meter) untuk dermaga logistik skala besar, sementara Fakfak menawarkan kedalaman ideal (di atas 14 meter). “Singkat, padat, terpercaya,” jawab Bahlil mencoba meyakinkan.

Namun, bagi Khilmi yang mengaku telah memonitor sektor ini selama lima tahun, alasan itu terasa dicari-cari. Ia mempertanyakan transparansi Feasibility Study (FS). Baginya, memindahkan proyek raksasa ke kampung halaman pejabat pengambil keputusan akan selalu memantik tanda tanya besar: ini demi efisiensi negara, atau legacy pribadi?

“Enaknya Jadi Direktur BUMN”
Momen puncak dalam rapat itu bukan hanya soal teknis gas dan laut, melainkan sentilan keras Khilmi terhadap budaya korporasi pelat merah. Ia menyoroti betapa “nyamannya” posisi para petinggi BUMN yang mengerjakan proyek-proyek penugasan seperti ini.

“Jadi direktur BUMN itu enak, Pak. Ada rugi nggak tanggung jawab. Kalau ada untung dapat tantiem (bonus). Gaji masih tetap,” sindirnya pedas.

Pernyataan ini menyasar jantung persoalan akuntabilitas. Jika proyek di Fakfak ini kelak gagal atau merugi karena salah perencanaan, siapa yang akan menanggung dosa? Khilmi mengingatkan bahwa direksi bisa berganti, menteri bisa lengser, tapi kerugian negara akan tetap tercatat.

Di akhir debat, Bahlil tetap tersenyum dan menjawab dengan data versi kementeriannya. Namun, gaung kalimat “pakai otak dikit” terlanjur menggema, menjadi penanda bahwa di balik deretan angka investasi triliunan rupiah, masih ada logika dasar yang “belum tuntas” di mata wakil rakyat.[]

Tags: Anggota DPR RIBahlil LahadaliaDebatKhilmi
Previous Post

Penyegelan Sepihak? HAMI Desak Menteri Keuangan Dalami Langkah Kanwil Bea Cukai Jakarta

Next Post

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Bunker Rahasia Kebayoran Lama: Antara Temuan Ratusan Senjata dan Bayang-Bayang Operasi Klandestin
Nasional

Bunker Rahasia Kebayoran Lama: Antara Temuan Ratusan Senjata dan Bayang-Bayang Operasi Klandestin

by Tegar News
7 Agustus 2026
Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi
Nasional

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

by Tegar News
7 Agustus 2026
Peringatan Keras dari Pemerintah Jelang HUT RI Menko Polkam Tegas! Akan Buru Akun Penyebar Hoaks Demo Anarkis, Bisa Dipidana
Nasional

Peringatan Keras dari Pemerintah Jelang HUT RI Menko Polkam Tegas! Akan Buru Akun Penyebar Hoaks Demo Anarkis, Bisa Dipidana

by Tegar News
6 Agustus 2026
Didepan Kadin Prabowo Gambarkan Skenario Gelap! Iran Disebut Sudah Punya Nuklir, Saudi Hingga Mesir Bisa Ikuti ” Siaran Sempat Terputus” Viral di Medsos
Nasional

Didepan Kadin Prabowo Gambarkan Skenario Gelap! Iran Disebut Sudah Punya Nuklir, Saudi Hingga Mesir Bisa Ikuti ” Siaran Sempat Terputus” Viral di Medsos

by Tegar News
3 Agustus 2026
PDIP: Putusan MK Aneh soal MBG? Tunggu Tahun 2028, Engga Kaya  Putusan soal Gibran Langsung  Berlaku
Nasional

PDIP: Putusan MK Aneh soal MBG? Tunggu Tahun 2028, Engga Kaya Putusan soal Gibran Langsung Berlaku

by Tegar News
2 Agustus 2026
Next Post
Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jadi Soratan, Banjir Bali1000 Hektar Lahan Pertanian Per Tahun Hilang Menjadi Vila

Jadi Soratan, Banjir Bali1000 Hektar Lahan Pertanian Per Tahun Hilang Menjadi Vila

14 September 2025
Grebeg Tumpeng dan Santunan Anak Yatim Meriahkan Sedekah Bumi 2025 di Karangharja

Grebeg Tumpeng dan Santunan Anak Yatim Meriahkan Sedekah Bumi 2025 di Karangharja

5 Juli 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga
Info Daerah

Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga

8 Agustus 2026
Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat
Peristiwa

Kecelakaan Maut! Motor Tabrak Truk Bermuatan Hebel di Cibokor Cigudeg Tewas Ditempat

8 Agustus 2026
15 Warga Pelabuhan Ratu Diduga Tertipu Lowongan Kerja Terlantar di Kalimantan, Berharap Kembali Pulang
Info Daerah

15 Warga Pelabuhan Ratu Diduga Tertipu Lowongan Kerja Terlantar di Kalimantan, Berharap Kembali Pulang

7 Agustus 2026
Bunker Rahasia Kebayoran Lama: Antara Temuan Ratusan Senjata dan Bayang-Bayang Operasi Klandestin
Nasional

Bunker Rahasia Kebayoran Lama: Antara Temuan Ratusan Senjata dan Bayang-Bayang Operasi Klandestin

7 Agustus 2026
Awak Bus Miniarta Berpotensi Kehilangan Pekerjaan, Pemilik Merugi! Kebijakan Pemkot Bogor Dirasa Memberatkan Para Sopir
Info Daerah

Awak Bus Miniarta Berpotensi Kehilangan Pekerjaan, Pemilik Merugi! Kebijakan Pemkot Bogor Dirasa Memberatkan Para Sopir

7 Agustus 2026
Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi
Nasional

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

7 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News