Sabtu, Agustus 8, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Opini

Skandal di Balik Angka: Membedah ‘Brankas’ Rp420 Triliun dan Bom Waktu Perbankan Kita

Chairul Husen by Chairul Husen
14 April 2026
in Opini
0
Skandal di Balik Angka: Membedah ‘Brankas’ Rp420 Triliun dan Bom Waktu Perbankan Kita
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 14 April 2026 | ​Di panggung megah kebijakan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja merilis sebuah angka yang sekilas tampak seperti oase di tengah gurun: Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Namun, bagi mereka yang terbiasa membedah anatomi keuangan negara, angka ini bukan sekadar tabungan. Ini adalah sebuah “sirkus akuntansi” yang menyembunyikan inefisiensi sistemik dan subsidi siluman.

​Mari kita nyalakan lampu operasi dan membedah apa yang sebenarnya terjadi di balik tirai APBN dan sistem perbankan kita.

You might also like

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

​BAGIAN I: Anatomi Halusinasi Rp420 Triliun

​Saat APBN “berdarah” dengan defisit Rp240,1 triliun di kuartal pertama, memamerkan saldo ratusan triliun adalah sebuah ironi yang tajam. Inilah empat alasan mengapa uang tersebut adalah bukti “sakitnya” manajemen keuangan kita:

​1. Jebakan Bunga Negatif (The Negative Carry Trap)

​Uang ini bukan berasal dari surplus pajak yang melimpah, melainkan dari sisa penarikan utang (SBN) masa lalu. Bayangkan, negara meminjam uang dengan bunga tinggi (6,5% – 7%) menggunakan pajak rakyat, namun karena birokrasi macet, uang itu tak terpakai. Ironisnya, uang “nganggur” ini diparkir di bank dengan bunga deposito hanya 3-4%. Negara secara literal membakar selisih bunga setiap hari demi menumpuk uang tunai.

​2. Subsidi Siluman untuk Perbankan

​Mengapa Rp300 triliun ditaruh di bank umum dan hanya Rp100 triliun di Bank Indonesia? Jawabannya: Likuiditas. Perbankan kita sedang haus uang tunai karena daya beli kelas menengah merosot. Menaruh uang negara di bank umum adalah “napas buatan” bagi neraca bank. Bahkan, seringkali uang murah milik negara ini diputar kembali oleh bank untuk membeli surat utang negara baru yang bunganya lebih mahal. Sebuah sirkuit keuntungan bagi elit finansial.

​3. Fatamorgana Bantalan Krisis

​Pemerintah menyebut ini sebagai fiscal buffer. Namun, dengan tagihan utang jatuh tempo dan janji program besar di tahun 2026, saldo ini hanyalah bensin cadangan yang akan hangus dalam hitungan bulan untuk menambal defisit yang sudah menganga.

​4. Bukti Kelumpuhan Birokrasi

​SAL yang membengkak adalah rapor merah bagi kementerian teknis. Pajak disedot secara agresif dari rakyat, namun mesin eksekusi proyek macet. Uang terkunci di rekening, sementara ekonomi akar rumput mati kehausan likuiditas.

​BAGIAN II: Ruang ICU Perbankan dan Kosmetik Akuntansi

​Jika Anda melihat laporan laba bank-bank raksasa yang tampak hijau royo-royo, waspadalah. Di bawah meja forensik, angka-angka cantik itu hanyalah bedak tebal di atas wajah yang pucat.

​Misteri “Penghijauan” Utang

​Ada teknik sihir bernama Evergreening. Ketika korporasi raksasa gagal bayar, alih-alih mencatatnya sebagai kredit macet (NPL), bank melakukan restrukturisasi. Tenor diperpanjang, bunga didiskon, atau diberikan utang baru hanya agar mereka bisa membayar cicilan bulan ini. Status kredit kembali “Lancar” secara ajaib, meski sebenarnya perusahaan tersebut adalah “mayat berjalan”.

​Lingkaran Setan BUMN dan Bank Pelat Merah

​Kasus paling akut terjadi pada BUMN Konstruksi.

Mereka dipaksa membangun proyek yang tidak layak secara bisnis dengan pinjaman dari Bank BUMN (Himbara). Ketika proyek mangkrak, bank tidak berani menyita aset karena skandal politik. Akhirnya, utang terus digulung, dan uang tabungan rakyat pun terjebak dalam pusaran proyek gagal.

​Lautan Kredit Berisiko (Loan at Risk)

​Jangan tertipu oleh angka NPL 2-3%. Bedahlah data Loan at Risk (LaR)—gabungan NPL dan kredit yang direstrukturisasi. Jika relaksasi ini dihentikan, ribuan “perusahaan zombie” akan tumbang seketika, dan bank akan mengalami pendarahan modal yang hebat.

​Rakyat Kecil Sebagai Tumbal

​Bagaimana bank tetap untung? Melalui Net Interest Margin (NIM) tertinggi di dunia. Bank memeras kelas menengah lewat bunga KPR dan kredit UMKM yang mencekik, hanya untuk menambal lubang kerugian dari kredit macet para konglomerat dan proyek gagal.

​KESIMPULAN: Dompet Tebal dari Kartu Kredit

​Memamerkan SAL Rp420 triliun saat APBN tekor adalah bentuk orkestrasi humas untuk menenangkan pasar. Realitanya, kita memiliki dompet yang terlihat tebal, namun isinya adalah hasil gesek tunai kartu kredit berbunga tinggi.

​Republik ini sedang menyimpan bom waktu di bawah karpet restrukturisasi. Bank-bank kita saat ini tak ubahnya ruang jenazah yang disetel sangat dingin agar bau kebangkrutan debitur raksasa tidak tercium publik. Jika bom ini meledak, sejarah akan berulang: rakyatlah yang akan dipaksa menambal lubang lewat pajak dan bailout APBN.[]

​Pena yang Menolak Patah akan terus mengawal setiap angka yang berusaha menyembunyikan fakta.

Oleh: Hagia Sofia

Tags: KeuanganMenteriPurbaya Yudhi Sadewa
Previous Post

Aksi Massa di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

Next Post

MataHukum Desak Keppres Wakil Jaksa Agung Segera Terbit

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu
Opini

Ada Pemberi Ada Penolak, Jokowi Maunya Begitu

by Tegar News
5 Agustus 2026
“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!
Opini

“Katanya Milik Rakyat, Kok yang Meraja Segelintir Pejabat? “Tim Senyap Sentil Penguasa yang Lupa Sumpah!

by Tegar News
26 Juli 2026
Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”
Opini

Baru Saja Piala Dunia Usai, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK “Prestasi Korupsi Bertambah Lagi”

by Tegar News
20 Juli 2026
Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat
Opini

Timbangan di Tangan Kurator Hukum: Membaca Pembelaan Koruptor Lewat Aksioma Filsafat

by Tegar News
18 Juli 2026
NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?
Opini

NKRI Darurat Korupsi: Ketika Rakyat Menjerit, Para Pejabat Justru Sibuk Menjaga Kekuasaan & Menimbun Harta Sebanyak- banyaknya Mungkin dari Hasil Kejahatannya?

by Tegar News
18 Juli 2026
Next Post
MataHukum Desak Keppres Wakil Jaksa Agung Segera Terbit

MataHukum Desak Keppres Wakil Jaksa Agung Segera Terbit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Masyarakat & AMP: Pemuda Duren Sawit Bersatu Desak Polsek Untuk Menertibkan Toko Obat-Obatan Golongan G di Wilayahnya

Masyarakat & AMP: Pemuda Duren Sawit Bersatu Desak Polsek Untuk Menertibkan Toko Obat-Obatan Golongan G di Wilayahnya

17 Februari 2026
Mahasiswa Bergerak Saat Banjir Melanda: 600 Kg Beras dan Ratusan Alat Sekolah Mengalir ke Gampong Kubu

Mahasiswa Bergerak Saat Banjir Melanda: 600 Kg Beras dan Ratusan Alat Sekolah Mengalir ke Gampong Kubu

27 Januari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Bantuan Korban Kebakaran Sukamulya Disorot Jelang Pilkades, Atribut Calon dan Video Oknum Guru PPPK Jadi Perhatian
Politik

Bantuan Korban Kebakaran Sukamulya Disorot Jelang Pilkades, Atribut Calon dan Video Oknum Guru PPPK Jadi Perhatian

8 Agustus 2026
Diduga Polisi Tukar Barang Bukti Emas Asli Seberat 360 Gram Milik Korban Dengan Yang Palsu
Info Daerah

Diduga Polisi Tukar Barang Bukti Emas Asli Seberat 360 Gram Milik Korban Dengan Yang Palsu

8 Agustus 2026
Diberitakan Tanpa Konfirmasi, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Jadi Korban Narasi Sepihak
Info Publik

Diberitakan Tanpa Konfirmasi, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Jadi Korban Narasi Sepihak

8 Agustus 2026
Dinilai Cemarkan Nama Organisasi FWJ Indonesia, Pengurus Korwil Kabupaten Bekasi Laporkan RSP alias Ros ke Polisi
Hukum

Dinilai Cemarkan Nama Organisasi FWJ Indonesia, Pengurus Korwil Kabupaten Bekasi Laporkan RSP alias Ros ke Polisi

8 Agustus 2026
Ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin Dinilai Jadi Benteng Utama Jaga Kepercayaan Publik
Tokoh

Ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin Dinilai Jadi Benteng Utama Jaga Kepercayaan Publik

8 Agustus 2026
Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga
Info Daerah

Konflik Penggusuran Warga Sukajaya Kabupaten Bogor Kanwil HAM Jabar Temui Warga

8 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News