Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Kebenaran Tak Bisa Dibubarkan: Pekik Perlawanan Banten di Film Pesta Babi

Kebenaran Tak Bisa Dibubarkan: Pekik Perlawanan Banten di Film Pesta Babi

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Serang, 14 Mei 2026 | Di tengah gelombang represi terhadap pemutaran film dokumenter di berbagai daerah, Padepokan Bumi Alit Padjadjaran di Cikeusal, Serang, menjadi titik temu perlawanan intelektual dan aktivisme. Melalui agenda “Nobar dan Diskusi: Pesta Babi”, para aktivis Banten berkonsolidasi untuk menyoroti potret buram proyek strategis nasional di tanah Papua yang dinilai sebagai bentuk “kolonialisme modern”.

Pengasuh Padepokan Bumi Alit Padjadjaran.

Abah Elang Mangkubumi, melontarkan kritik terhadap arah pembangunan pemerintah yang dianggap semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan pelestarian ekosistem.

Jerit di Balik Proyek Ketahanan Pangan

Film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” menjadi pemantik diskusi. Film ini memotret nestapa suku-suku asli Papua—Marind, Yei, Awyu, dan Muyu—yang ruang hidupnya terhimpit oleh eksploitasi lahan berskala besar.

“Film ini bukan hiburan.

Ini adalah jerit masyarakat adat Papua yang tanahnya digilas atas nama ketahanan pangan dan transisi energi,” ujar Abah Elang dalam wawancara eksklusif usai diskusi, Selasa (12/5).

Data yang terungkap dalam diskusi tersebut menunjukkan kekhawatiran atas rencana konversi 2,5 juta hektar hutan Papua menjadi perkebunan sawit dan tebu. Abah Elang mempertanyakan fundamental dari proyek tersebut: “Pembangunan ini sebenarnya untuk siapa?”

Empat Poin Gugatan untuk Penguasa

Dalam pernyataannya, Abah Elang menyampaikan empat poin krusial yang ditujukan langsung kepada Presiden dan jajaran kabinetnya:

• Paru-Paru Dunia Bukan Aset Dagang: Hutan Papua bukan sekadar komoditas. Merusaknya berarti mengundang bencana iklim global yang dampaknya akan dirasakan hingga anak cucu di masa depan.

• Masyarakat Adat adalah Penjaga, Bukan Penghambat: Masyarakat adat telah menjaga ekosistem ribuan tahun sebelum Republik ini berdiri. Menstempel mereka sebagai penghambat pembangunan adalah kekeliruan sejarah yang fatal.

• Pembangunan vs Perampasan: Tanah adat memiliki nyawa dan identitas. Mengambilnya tanpa restu masyarakat lokal bukan lagi disebut pembangunan, melainkan perampasan hak hidup.

• Kebenaran yang Tak Bisa Dibubarkan: Menanggapi maraknya pembubaran acara serupa di Ternate hingga Mataram, Abah Elang menegaskan bahwa represi justru memvalidasi kebenaran isi film tersebut. “Kalian bisa membubarkan nobar, tapi tidak bisa membubarkan kebenaran,” tegasnya.

Pesan Moral untuk Pemimpin

Menutup pernyataannya dengan nada yang dalam dan filosofis, tokoh kharismatik Banten ini mengingatkan bahwa kedaulatan sebuah negara diukur dari caranya memperlakukan alam.

“Jaga tanah ini bukan karena tekanan dunia, tapi karena tanah ini adalah ibu kita. Seorang pemimpin yang baik tidak akan pernah menjual ibunya,” pungkas Abah Elang.

Konsolidasi aktivis di Banten ini diprediksi akan terus berlanjut sebagai bagian dari solidaritas nasional menolak perampasan ruang hidup masyarakat adat di seluruh penjuru nusantara.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Bencana, Bhabinkamtibmas Desa Bojong Kulur, Pantau Potensi Banjir Dan Imbau Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam upaya mengantisipasi potensi bencana banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Bogor, Bhabinkamtibmas Desa Bojong Kulur Polsek Gunung Putri, Aipda Bambang Irwansyah, melakukan pemantauan langsung ke wilayah rawan terdampak banjir, Senin (7/7/2025). Pantauan difokuskan pada pemukiman warga yang berada di sekitar aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, yang saat ini mengalami […]

  • Setelah Bertahun Tahun Kekeringan, Warga Desa Sebuntal Akhirnya Nikmati Air Bersih Berkat PHKT dan BDI Santan Terminal

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kutai Kartanegara, 6 Nopember 2025| Dalam upaya meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat sekitar wilayah operasi, PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bersama Badan Dakwah Islam (BDI) Santan Terminal meresmikan fasilitas sumur bor di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada akhir Oktober 2025. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter yang dibangun di […]

  • Teken MoU dengan DMI, Menteri Nusron Berkomitmen Tuntaskan Sertipikasi Tanah Wakaf dalam Lima Tahun

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle ATR / BPN
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta | Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, pada Sabtu (17/05/2025), menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan sertipikasi tanah wakaf yang belum terdaftar. Upaya sertipikasi akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI). “Kami bertekad dalam dalam lima tahun ini minimal 90% […]

  • Sinergitas antara GMOCT dengan LBH Mata Elang Perihal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim di Pengadilan Agama Ambarawa, Begini Selengkapnya

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 173
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Ambarawa, Jawa Tengah| (GMOCT)- Puluhan media online dan cetak tergabung dalam Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) memberitakan temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mata Elang terkait dugaan pelanggaran kode etik hakim di Pengadilan Agama Ambarawa. Temuan ini menyoroti proses pencabutan gugatan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Ketua Yayasan LBH Mata Elang, Bayu Syamtalira, menjelaskan […]

  • Klarifikasi Anggota DPRD Ogan Ilir Terkait Foto Viral, Tegaskan Itu Dokumentasi Lama

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 29
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Ogan Ilir, 19 Maret 2026 | Beredarnya foto yang diduga menampilkan salah satu anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir berinisial “R” dari Partai Gerakan Indonesia Raya periode 2024–2029 pada Rabu (18/3/2026) menuai sorotan tajam publik. Foto tersebut viral di media sosial tanpa disertai keterangan waktu dan lokasi yang jelas, sehingga memicu beragam spekulasi dan […]

  • Dorong Profesionalisme, AKPERSI Soroti Disiplin Wartawan di Daerah

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Husen
    • visibility 55
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Palembang, 29 Maret 2026 | Ketua Umum Asosiasi Keluarga Pers Indonesia, Rino Triyono, menegaskan pentingnya disiplin terhadap kode etik jurnalistik dalam upaya memperkuat profesionalisme insan pers di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AKPERSI Kota Palembang, Sabtu (28/3/2026). Dalam arahannya, Rino menekankan bahwa organisasi pers di […]

expand_less