Purbaya Merapat ke Istana, Lapor Manipulasi Ekspor CPO ke Prabowo
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 0 minute ago
- visibility 1
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 24 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5) siang untuk menghadiri undangan makan siang bersama Presiden Prabowo Subianto. Di sela-sela agenda tersebut, Purbaya diam-diam telah menyiapkan laporan khusus mengenai dugaan manipulasi faktur perdagangan (under invoicing) yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor industri kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi yang matang agar dirinya siap memberikan penjelasan yang detail apabila Presiden Prabowo menanyakan perkembangan isu strategis tersebut selama pertemuan mereka. Laporan yang dibawa oleh Purbaya mencakup hasil pemeriksaan acak terhadap tiga pengapalan dari 10 perusahaan CPO besar yang melakukan ekspor ke Amerika Serikat.
Modus manipulasi ini terdeteksi karena harga ekspor kelapa sawit yang tercatat di dalam negeri jauh lebih rendah, yakni hanya berkisar sepertiga atau seperempat dari nilai riil yang sebenarnya dibayarkan oleh pihak pengimpor di Amerika Serikat.
Purbaya mencontohkan salah satu perusahaan yang melaporkan nilai ekspor sebesar US$ 2,6 juta padahal harga aslinya mencapai US$ 4,2 juta, serta perusahaan lain yang memanipulasi harga hingga mengalami selisih ekstrim sebesar 200 persen dari nilai US$ 1,44 juta menjadi US$ 4 juta. Praktik kecurangan ini menyebabkan kerugian pendapatan negara yang sangat signifikan akibat penurunan nilai pajak dan devisa yang dilaporkan secara tidak jujur. Untuk mengusut tuntas penyelewengan ini. Kementerian Keuangan mengambil tindakan tegas dengan melakukan deteksi dan pelacakan secara mendalam pada manifes kargo kapal per kapal secara acak.
Melalui laporan komprehensif ini. Purbaya berharap pemerintah dapat mendeteksi celah kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas unggulan dan segera mengambil langkah penegakan hukum yang diperlukan.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia








At the moment there is no comment