Jumat, November 6, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Kejagung Injak Rem! Kasus Febrie Eks Jampidus Cincai? Sesama Coklat Saling Melindungi

Oleh: Edy Mulyadi

Tegar News by Tegar News
17 Juli 2026
in Opini
0
Kejagung Injak Rem! Kasus Febrie Eks Jampidus Cincai? Sesama Coklat Saling Melindungi
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co id – Jakarta, 17 Juli 2026 | Gila! Benar-benar gila cara main elite kita. Publik awalnya mengira bakal ada pertunjukan adu otot yang menegangkan antara Polri dan Kejagung. Dua raksasa penegak hukum ini sudah tak malu-malu mempertontonkan ego sektoral masing-masing.

Tapi tunggu dulu. Ego sektoral? Bukan. Itu masih mending. Sejatinya mereka cuma sedang berebut lapak. Kalau preman kampung rebutan lapak lahan parkir atau uang jago di pasar tradisional. Polri dan Kejagung rebutan lapak kasus-kasus korupsi superjumbo. Maklum, dari sini para pejabat laknat itu berpeluang ikut menjarah duit hasil korupsi. Buktinya? Temuan hasil penggeledahan di rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah itu, lah. Uang tunai ratusan miliar plus 74 kg batangan emas murni! Itu baru dari satu lokasi. Padahal polisi menggeledah belasan titik lain. Hmmm…

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Publik sudah telanjur pasang mata. Sebelumnya ada adegan drama intip-intipan. Juga kuntit-kuntitan. Puncaknya (?) isu panas penggeledahan dan penersangkaan Jampidsus Febrie. Kita pikir, ini adalah perang bubat dua institusi penegak hukum pembantu Presiden. Dari sini diharapkan bakal jadi babak baru pembersihan korupsi secara brutal.

Tapi apa yang kita dapat? Antiklimaks yang bikin mual. Drama itu mendadak padam. Senyap, tanpa asap. Lalu, cling! Terbit sebuah surat sakti dari Gedung Bundar tertanggal 10 Juli 2026 kemarin. Surat bernomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 yang diteken Direktur Penyidikan Jampidsus ini layaknya mantra penyihir. Ada perintah menghentikan total seluruh pengumpulan data (Puldata) dan bahan keterangan (Pulbaket) soal dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seantero negeri.

Surat itu sekaligus membatalkan perintah sebelumnya dalam surat yang ditandatangani 15 Juni silam. Instruksi usut itu digelorakan gara-gara borok SPPG di Jawa Tengah mulai tercium. Netizen bahkan sudah kasak-kusuk soal kemungkinan mencuatnya 47 nama atau korporasi kakap yang bakal digulung. Tapi hari ini? Semua nama itu mendadak jadi gaib. Batal diumumkan. Rapi disimpan di dalam laci.

Kenapa Kejaksaan Agung tiba-tiba injak rem sedalam itu? Apa karena Febrie jadi tersangka? Apa karena dua jenderal polisi petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya yang dicokok sudah dianggap lebih cukup? Atau bahkan, rompi pink Kejagung kepada mereka ini benar-benar membuat geng Trunojoyo murka? Jika bersih-bersih BGN dan SPPG berlanjut, bakal makin banyak pejabat Trunojoyo yang disikat. Jangan lupa, Polri punya ribuan dapur! Penangkapan jenderal polisi tersebut adalah pukulan telak Kejagung. Lalu Polri membalas lewat kasus Febrie.

Di sinilah analisis publik harus lebih tajam. Jangan mau disuapi narasi normatif birokrasi. Netizen yang jemarinya superpedas langsung nyeletuk: “Mereka mulai berdamai…” Atau yang paling ekstrem, “Setan dan setan akhirnya tetap saja saling melindungi.” Kasar? Mungkin. Tapi apakah keliru? Belum tentu.

Mari kita bedah isi “kamar gelap” realpolitik mereka. Dalam hukum rimba kekuasaan di Indonesia, gesekan bahkan benturan antar institusi pemerintah sering terjadi. Penyebabnya sering karena ego sektoral.

MoU di Bawah Meja

Tapi, kecepatan penyelesaian konflik Kejagung vs Polri sepertinya tidak wajar. Publik yang jeli bisa menafsirkan satu hal: ada transaksi besar di bawah meja. Istilah menterengnya barter kepentingan. Bahasa jalanannya: “lu punya kartu gua, gua punya kartu lu. Kalau lu nekat bongkar mainan gua, jangan salahin kalau isi dompet lu gua sebar ke publik.”

Brengsek? Pasti! Ingat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program yang (terlampau) istimewa bagi Presiden Prabowo. Ini bukan sekadar urusan bagi-bagi susu dan nasi untuk anak sekolah. MBG adalah megaproyek strategis nasional. Tapi bagi para bandit pemburu rente, MBG adalah ladang basah korupsi. Pasalnya, ada perputaran uang yang luar biasa masif. Siapa yang bermain di sana? Ya, jejaring gurita faksi elite yang sama.

Ketika Kejaksaan Agung mulai “genit” mengendus dan mengumpulkan data korupsi di proyek MBG ini, faksi sebelah jelas gerah. Itu sama saja dengan mengusik kapal keruk yang sedang bekerja. Kebetulan atau tidak, momen sengkarut Jampidsus Febrie kemarin seperti menjadi alat tekan balik yang sempurna.

Hasil akhirnya bisa ditebak. Terjadilah instrumen saling kunci. Daripada sama-sama telanjang di depan rakyat, opsi paling rasional bagi mereka adalah gencatan senjata. Surat sakti penghentian kasus MBG yang keluar tanggal 10 Juli kemarin bisa dianggap bukti administratif, alias “nota perdamaian” yang sah. Kasus MBG ditutup sebelum naik ke penyidikan, dan sebagai timbal baliknya, urusan gesekan personal di internal penegak hukum kemarin dianggap selesai. Win-win solution yang sangat rapi, bukan?

Alasan resminya ke publik pasti terdengar sangat mulia. Demi menjaga stabilitas nasional dan memastikan program strategis untuk rakyat tidak terganggu. Halah, pret! Itu cuma bedak kosmetik untuk menutupi wajah penegakan hukum kita yang makin coreng-moreng. Pragmatis dan transaksional.

Penegakan hukum di negeri ini terbukti bukan lagi soal keadilan. Ia soal tombol volume. Bisa dikeraskan kalau mau mengancam lawan. Sebaliknya bisa di-mute total jika sudah tercapai kesepakatan dagang.

Jadi, kesimpulan satir netizen tentang kolaborasi “setan dan setan” itu sebenarnya adalah bentuk frustrasi publik yang paling jujur. Benteng hukum terakhir justru memilih jalan kompromi demi kenyamanan perut elite. Rakyat cuma bisa gigit jari menonton drama kotor ini.

Kotak pandora MBG resmi ditutup buku. Kartu truf disimpan kembali ke dalam saku. Selanjutnya para pemainnya bisa kembali pesta pora dengan gempita.(Rls/Red)

 

Tags: JAMPIDSUSKejagungKorupsiPolri
Previous Post

Pengamat Serukan Empat Pejabat Tinggi dari Kapolri Hingga Jaksa Agung Mundur Bersama

Next Post

Pengacara Muda Asal Lampung Yuenchi Arwindi Klarifikasi Soal Hubungannya dengan Febrie Adriansyah

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Geger! Tak Cuma Seret Pejabat, Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah Kini Melebar Hingga ke Ranah Pribadi

Pengacara Muda Asal Lampung Yuenchi Arwindi Klarifikasi Soal Hubungannya dengan Febrie Adriansyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Langgar Putusan KIP, Kepala Desa Bojongsari dan Karang Bahagia Jadi Termohon Eksekusi di PTUN Bandung

Langgar Putusan KIP, Kepala Desa Bojongsari dan Karang Bahagia Jadi Termohon Eksekusi di PTUN Bandung

3 September 2025
Jejak Limbah Sapi Kuripan Lor, LPK-RI Desak DLH dan Siapkan Laporan ke Polda Jateng

Jejak Limbah Sapi Kuripan Lor, LPK-RI Desak DLH dan Siapkan Laporan ke Polda Jateng

6 Oktober 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027
Info Daerah

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027

5 November 2026
Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak
Info Daerah

Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak

5 November 2026
2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?
Info Korupsi

2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?

5 November 2026
Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan  Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu
Nasional

Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu

5 November 2026
Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam
Nasional

Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam

5 November 2026
Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor
Info Daerah

Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor

5 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News