Tegarnews.co.id – Serang, 21 Agustus 2026 | Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah belakangan menjadi sorotan di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Isu mengenai kehidupan pribadinya berhembus kencang di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dalam satu bulan terakhir.
Isu tersebut berkaitan dengan dugaan pernikahan siri yang dilakukan sang pejabat tanpa izin dari istri sahnya. Sejumlah sumber di Serang, Pandeglang, hingga Tangerang Selatan menyebutkan bahwa Dimyati kerap menghabiskan waktu di sebuah kawasan hunian elit di BSD City, Tangerang Selatan.
Tim investigasi melakukan penelusuran selama satu pekan untuk memverifikasi informasi tersebut. Dalam pengamatan lapangan pada 15-16 Agustus 2026, tim mendapati pergerakan yang menunjukkan aktivitas rutin Dimyati di kawasan perumahan Puspita Loka, BSD City.
Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebuah mobil GWM Tank berwarna putih gading terpantau berada di dekat kawasan tersebut. Seseorang yang memiliki perawakan mirip dengan Dimyati terlihat keluar dari salah satu akses perumahan menuju mobil tersebut dan langsung meninggalkan lokasi.
Keesokan harinya, Minggu, 16 Agustus 2026, mobil dengan jenis dan plat nomor yang sama kembali terlihat di lokasi yang berbeda namun masih dalam klaster perumahan serupa. Saat tim mencoba melakukan konfirmasi di lapangan, Dimyati yang berada di lokasi tidak memberikan tanggapan dan langsung bergegas meninggalkan tempat.
Upaya Konfirmasi
Tim telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Achmad Dimyati Natakusumah di sela-sela kegiatan resmi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Saat ditanya mengenai kepemilikan salah satu rumah di kawasan tersebut dan hubungannya dengan pihak yang menempati lokasi itu, Dimyati memberikan jawaban yang berubah-ubah. Dalam kesempatan pertama, ia membantah kepemilikan tersebut. “Nggak tahu ya, itu bukan saya. Itu saudara saya di daerah sana,” ujarnya singkat.
Dalam kesempatan kedua di hari yang sama, saat dikonfirmasi kembali, ia menyatakan ketidaktahuannya. “Saya tidak tahu. Ajudan saya orang sana (Tangerang Selatan),” ucapnya.
Hingga laporan ini diturunkan, tim masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait status kepemilikan properti dan dugaan keterkaitannya dengan kehidupan pribadi Wakil Gubernur. Tim juga sedang menjadwalkan upaya wawancara resmi kepada pihak keluarga untuk mendapatkan perimbangan berita, serta kepada pihak terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.(Rls/Red)














