Tegarnrws.co.id – Jakarta, 3 September 2026 | Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Senin (1/9)
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi usai para santri melangsungkan ibadah sholat Dzuhur, kemudian saat waktu masuk sholat Ashar mengalami gejala. Kemudian setelah menjelang Maghrib ratusan santri harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 120 santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dan perawatan medis darurat secara intensif.
Rincian para santri/santriwati yang berada di Rumah Sakit RSUD Sidoarjo 80 santri. RS Siti Hajar, 19 santri. RS Delta Surya,12 santri, dan
RS Pusura Gelam, 9 santri.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah mengubah pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur sentralisasi menjadi berbasis sekolah. Usulan ini muncul setelah sekitar 500 santri Ponpes Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan usai menyantap MBG pada 1 September 2026.
Charles menilai distribusi makanan dari dapur SPPG ke banyak titik membuat rantai waktu antara memasak dan konsumsi terlalu panjang sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Ia mendorong makanan dimasak lebih dekat dengan penerima agar pengawasan dan keamanan pangan lebih terjamin.
Dari 500 santri yang ditangani, 320 telah diperbolehkan pulang, 65 menjalani rawat inap, dan 115 masih dalam observasi. Gejala seperti mual dan sakit perut mulai muncul sekitar tiga jam setelah makanan disantap.
BGN kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah, pemasok MBG ke pesantren, untuk investigasi sampel makanan. Charles juga menyebut data surveilans Kemenkes menunjukkan hampir 50 ribu orang telah menjadi korban keracunan MBG.(Rls/Red)














