Tegarnews.co.id -Jakarta, 6 September 2026 | Rekaman video dugaan pengeroyokan terhadap pedagang cermin, Bambang Setiyawan, saat kericuhan usai demo 27 Agustus 2026 telah menyebar luas di media sosial. Namun, meski bukti visual beredar, kasus kematian warga Pejompongan, Jakarta Pusat itu hingga kini masih menyisakan tanda tanya karena pelaku belum tertangkap.
Bambang Setiyawan (59), yang sehari-hari berjualan cermin, meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya ketika situasi di sekitar Pejompongan memanas. Keluarga mengetahui kejadian tersebut setelah menerima video yang beredar dan memastikan sosok dalam rekaman merupakan Bambang.
Dalam video yang beredar, korban diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang saat kericuhan berlangsung. Berdasarkan keterangan saksi, Bambang sempat diseret dari area gang menuju jalan sebelum mendapat kekerasan. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Polda Metro Jaya menyatakan penyidikan masih berjalan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis rekaman CCTV dan video yang beredar di media sosial untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik mengantongi dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan pencocokan keterangan saksi dengan hasil analisis digital dari sejumlah rekaman terkait kejadian. Polisi menyebut dua pria yang diduga terlibat masih dalam pengejaran.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pihaknya belum menemukan indikasi bahwa pelaku merupakan anggota kelompok atau komunitas tertentu. Polisi juga memastikan perkara kematian Bambang tetap diproses.
Meski video kejadian telah menjadi perhatian publik, keluarga korban masih menunggu kepastian hukum. Bagi keluarga, penyebaran rekaman bukan akhir dari kasus, melainkan awal untuk mengungkap siapa pihak yang menyebabkan Bambang kehilangan nyawa di tengah kericuhan aksi.(Rls/Red)














