Sabtu, Oktober 10, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan

Oleh: Rosadi Jamani

Tegar News by Tegar News
6 September 2026
in Opini
0
Gaya Korupsi Elite Para Penghuni Senayan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 6 September 2026 | Ada mengatakan, di Senayan itulah “sarang” Tikus Got Gorong-Gorong (TG3). Ah, yang benar? Kalau mengikuti fakta persidangan korupsi kuota haji, seperti ada benarnya. Gimana gaya korupsi elite terungkap vulgar. Simak narasinya:

Persidangan dugaan korupsi kuota haji kini seperti membuka pintu lemari elite. Baru dibuka sedikit, sudah berjatuhan riyal.

You might also like

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

Mantan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex mengungkap, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/9) dini hari, ada 24 anggota Panja Komisi VIII DPR disebut meminta uang. Satu orang 3.000 riyal. Diserahkan saat perjalanan dinas ke Arab Saudi. Padahal perjalanan tersebut sudah dibiayai APBN melalui DIPA DPR.

Gus Alex mengaku hanya sanggup menyediakan 1.500 riyal per orang dari uang honornya. Kalau 24 orang dikalikan 1.500 riyal, jumlahnya menjadi 36.000 riyal. Rakyat biasa mendengar angka itu mungkin langsung menghitung harga beras.

Elite mungkin menghitung oleh-oleh. Katanya uang itu untuk belanja oleh-oleh. Ah, oleh-oleh! Biasanya orang pulang haji membawa kurma, kacang arab, parfum, sajadah. Ini kok oleh-olehnya malah uang tunai?

Dalam sidang, Gus Alex juga menyebut tiga nama pimpinan Komisi VIII yang disebut pernah ditemuinya di Restoran Al Romansiah, Aziziyah, Arab Saudi: Marwan Dasopang, Abdul Wachid, dan Ashabul Kahfi. Pertemuan itu disebut bermula setelah staf Komisi VIII bernama Yusuf menghubunginya.

Lebih dahsyat lagi, Gus Alex menyatakan pernah menceritakan adanya permintaan agar ia menyiapkan uang untuk belanja oleh-oleh. Ketika ditanya soal permintaan mengumpulkan uang dari penyedia katering, Jaja Jaelani mengatakan tidak mendengar hal tersebut.

Publik pun boleh mengernyitkan dahi. Sebab kalau benar semua ini nantinya terbukti, korupsi sudah mengalami evolusi. Dulu amplop disembunyikan. Sekarang bisa dibungkus dengan kata “oleh-oleh”.

Dulu uang negara dicuri diam-diam. Sekarang uang bisa berjalan-jalan dulu ke Arab Saudi sambil memakai paspor perjalanan dinas.

Inilah korupsi kelas elite. Bukan sekadar bagaimana mengambil uang, tetapi bagaimana membuat semuanya tampak seperti rapat, koordinasi, honor, perjalanan dinas, katering, dan oleh-oleh.

Tentu, jangan main hakim sendiri. Keterangan Gus Alex masih merupakan bagian dari proses pembuktian dan harus diuji di pengadilan. KPK sendiri menyatakan seluruh keterangan saksi dan ahli akan dicermati untuk membangun perkara secara utuh.

Masalahnya, perkara ini bukan cerita receh. Dalam dakwaan, kasus dugaan korupsi kuota haji tersebut disebut menimbulkan kerugian negara sedikitnya Rp622,09 miliar. Empat terdakwa antara lain Gus Alex, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ismail Adham, dan Asrul Azis Taba.

Rp622,09 miliar! Angka sebesar itu kalau disebut di warung kopi, mungkin sendok berhenti mengaduk kopi. Rakyat kemudian bertanya, kalau pejabat belum ditangkap, apakah otomatis tidak korupsi?

Tetapi dalam perkara korupsi, uang sebesar itu justru bisa berubah menjadi angka di surat dakwaan. Di sinilah tragedi sesungguhnya. Rakyat disuruh hemat. Pejabat bicara efisiensi. Masyarakat diminta sabar. Sementara di ruang sidang, publik mendengar cerita tentang ribuan riyal.

Maka jangan heran kalau rakyat kemudian sinis. Sebab dalam republik yang sehat, pejabat takut korupsi karena hukum. Dalam republik hukumnya berhasil membuat koruptor takut, orang berpikir seribu kali sebelum mengambil uang negara.

Tetapi kalau yang ditakuti justru KPK-nya, bukan perbuatannya, maka lahirlah spesies baru, koruptor bukan sekadar menghitung uang, tetapi menghitung kemungkinan tertangkap.

Berapa saksi, rekening, perantara, kali telepon, CCTV, dan berapa orang bisa dipercaya? Yang paling penting, “Kalau ketahuan, siapa yang bisa disalahkan?”

Itulah korupsi tingkat elite. Bukan sekadar mencuri uang negara. Tetapi mencuri sambil mempelajari bagaimana cara supaya pencurian terlihat seperti rapat, perjalanan dinas, honor, oleh-oleh, koordinasi, atau entah istilah administratif apa lagi.

Rakyat akhirnya cuma bisa mengelus dada. Sambil bertanya dengan bahasa paling sederhana, “Kapan sebenarnya pejabat itu takut korupsi, bukan takut ditangkap?”

Sebab kalau jawabannya sudah berubah menjadi “yang penting jangan ketahuan”, maka negara bukan sedang kekurangan aturan. Negara sedang kekurangan rasa malu.(Rls/Red)

Sumber: Rosadi Jamani

 

Tags: GotJakartaSenayanTikus
Previous Post

Video Peristiwa Sudah Gamblang! Lebih dari Sepekan Kasus Tewasnya Pedagang Cermin, Belum Tertangkap?

Next Post

Patroli Skala Besar KRYD Polsek Kedung Waringin Libatkan 39 Personel Gabungan, Jaga Stabilitas Kamtibmas

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa
Opini

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Patroli Skala Besar KRYD Polsek Kedung Waringin Libatkan 39 Personel Gabungan, Jaga Stabilitas Kamtibmas

Patroli Skala Besar KRYD Polsek Kedung Waringin Libatkan 39 Personel Gabungan, Jaga Stabilitas Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mobil Kuda Silver Gentayangan Diduga Ngangsu Solar di SPBU Temanggung, SBM Pertamina dan APH Diminta Lebih Tegas

Mobil Kuda Silver Gentayangan Diduga Ngangsu Solar di SPBU Temanggung, SBM Pertamina dan APH Diminta Lebih Tegas

24 September 2025
Aksi Demo Supir Angkot  02 dan 09 Cicurug – Sukabumi Dapat Tanggapan dari Dinas Perhubungan

Aksi Demo Supir Angkot 02 dan 09 Cicurug – Sukabumi Dapat Tanggapan dari Dinas Perhubungan

6 Agustus 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Dosen IPB Bongkar Jalur Pendidikan Gibran di Singapura, Disebut Jalur Instan yang “Diharamkan” Pemerintah Setempat!
Info Publik

Dosen IPB Bongkar Jalur Pendidikan Gibran di Singapura, Disebut Jalur Instan yang “Diharamkan” Pemerintah Setempat!

10 Oktober 2026
Ancam Ambil Alih, Majelis Pakar PB IPSI Minta Konflik IPSI Serang Segera Selesai
Info Daerah

Ancam Ambil Alih, Majelis Pakar PB IPSI Minta Konflik IPSI Serang Segera Selesai

10 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

10 Oktober 2026
Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan
Tokoh

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur: “Bersikaplah Sebagai Negarawan

10 Oktober 2026
Kunjungan Menko AHY ke Gunung Tembak “Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih”
Info Daerah

Kunjungan Menko AHY ke Gunung Tembak “Tidak Boleh Ada Masyarakat Kesulitan Air Bersih”

9 Oktober 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News