Jumat, Oktober 16, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Oleh: Rosadi Jamani

Tegar News by Tegar News
16 Oktober 2026
in Opini
0
Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 16 Oktober 2026 | Adik sudah dikasih jabatan oleh abang. Mestinya menjaga marwah abangnya. Si adik malah belagu, seenaknya korupsi di kantor abang sendiri. Akibatnya, si adik dikerangkeng KPK, si abang jabatannya sebagai Kepala BNPB dicopot Prabowo. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Pada 15 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto mencopot Letjen TNI Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penggantinya, Letjen Kristomei Sianturi, langsung dilantik. Penyebabnya? Sehari sebelumnya, adik kandung Suharyanto, Bima Setyawan, terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

You might also like

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

Bima, yang diangkat menjadi tenaga ahli kepala BNPB, diduga terlibat dalam perkara korupsi Dana Siap Pakai kebencanaan. Proyek pengadaan barang dan jasa diduga dikondisikan, vendor dimainkan, anggaran diselewengkan. KPK menyita sekitar Rp3,3 miliar uang tunai, ratusan gram emas, serta aset kripto.

Waduh! Uang tunai ada, emas tersedia, kripto pun ikut nimbrung. Ini pengelolaan dana kebencanaan atau lomba mengumpulkan harta karun? Bedanya, harta karun biasanya ditemukan di pulau terpencil, sedangkan uang negara seharusnya dipakai untuk menolong rakyat sedang kesusahan.

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka: Bima Setyawan, Richard Erlangga selaku tenaga ahli lainnya, Gabriel Purwaka Sigit selaku Pejabat Pembuat Komitmen, serta dua pihak swasta.

Suharyanto sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka. So, jangan asal menuduh kakaknya ikut korupsi. Namun, pencopotan ini tetap menjadi tamparan keras bagi tata kelola lembaga seharusnya menjadi benteng pertahanan rakyat ketika bencana datang. Cuma, publik sering berujar “Dana segitu besar, masa sih Kepala BNPB tak tahu. Ini sih lagu lama.”

Pertanyaannya sederhana, mengapa adik kandung bisa menjadi tenaga ahli di lembaga yang dipimpin kakaknya? Siapa yang mengawasi potensi konflik kepentingan? Apakah kompetensi menjadi ukuran, atau hubungan keluarga diam-diam berubah menjadi tiket VIP menuju kekuasaan?

Negara bukan perusahaan keluarga, Bung! Jabatan publik bukan warisan leluhur. Anggaran bencana bukan uang arisan boleh dibagi kepada orang dekat.

Rakyat kebanjiran, kehilangan rumah, menghirup asap, dan mengais bantuan. Mereka membutuhkan makanan, obat-obatan, tempat berlindung, serta pertolongan cepat. Bukan cerita pejabat yang sibuk mengatur proyek ketika masyarakat sedang berjuang menyelamatkan hidup.

Lebih menyakitkan, perkara ini mencuat ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Rakyat menghadapi bencana, sementara lembaga penanggulangannya harus berhadapan dengan skandal yang merusak kepercayaan publik.

Kalau dugaan itu terbukti, uang seharusnya membantu korban justru berubah menjadi keuntungan segelintir orang. Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi. Ini pengkhianatan terhadap mereka yang sedang berada dalam keadaan paling rentan. Mereka itu biadab, tak berperikemanusiaan, goblok.

KPK harus mengusut tuntas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang pangkat, jabatan, atau hubungan keluarga. Jangan berhenti pada satu nama. Tetapi jangan pula menghukum orang hanya berdasarkan hubungan darah. “Pak KPK, kalau Letjend terlibat, emang berani memeriksanya, biasanya sih kicep duluan.” Ups.

Sebab yang paling menyakitkan bukan sekadar kakak kehilangan jabatan gara-gara perkara adiknya. Yang membuat rakyat muak adalah ketika dana untuk menyelamatkan nyawa dijadikan ladang bisnis.

BNPB bukan warung keluarga. Dana bencana bukan ATM pribadi. Rakyat bukan sekumpulan orang bodoh yang bisa terus disuruh sabar! Kalau uang untuk menyelamatkan korban bencana saja diduga bisa dimainkan, lalu kepada siapa rakyat harus menitipkan keselamatannya? Seandainya ada Avater Eng, rakyat bisa minta bantuan. Sayangnya, itu ilusi. Minta bantuan ke gubernur, eh dia kawin lagi.(Rls/Red)

Sumber: Rosadi Jamani

 

Tags: BNPBKepalaNasional
Previous Post

Padjadjaran Suites Resort BNR Bogor Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Berbagi Nasi Kotak

Next Post

KPK Sita Rp800 Juta dari Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

Tegar News

Tegar News

Related Posts

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa
Opini

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Mengganti Seluruh Kapolda di Pulau Jawa

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
KPK Sita Rp800 Juta dari Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

KPK Sita Rp800 Juta dari Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Cegah Kriminalitas, Bhabinkamtibmas Cihideung Udik Intensifkan Patroli Ronda Malam

Cegah Kriminalitas, Bhabinkamtibmas Cihideung Udik Intensifkan Patroli Ronda Malam

22 April 2026
Momen HUT RI ke-80, LSM Peka Harapkan Pemkab Bekasi Kurangi Pengangguran

Momen HUT RI ke-80, LSM Peka Harapkan Pemkab Bekasi Kurangi Pengangguran

17 Agustus 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

KPK Sita Rp800 Juta dari Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
Info Korupsi

KPK Sita Rp800 Juta dari Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

16 Oktober 2026
Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

16 Oktober 2026
Padjadjaran Suites Resort BNR Bogor Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Berbagi Nasi Kotak
Info Publik

Padjadjaran Suites Resort BNR Bogor Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bersih-Bersih dan Berbagi Nasi Kotak

16 Oktober 2026
Karhutla Tak Kunjung Tuntas, BEM UIKA Bogor Desak Prabowo Copot Raja Juli Antoni
Info Daerah

Karhutla Tak Kunjung Tuntas, BEM UIKA Bogor Desak Prabowo Copot Raja Juli Antoni

16 Oktober 2026
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Ciomas Sampaikan Imbauan Bahaya Bullying Sebelum Salat Jum’at
Info Desa

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Ciomas Sampaikan Imbauan Bahaya Bullying Sebelum Salat Jum’at

16 Oktober 2026
DPRD Provinsi Jabar Gelar Pengawasan Pemerintahan di Pebayuran, Transparansi Program Jadi Perhatian
Info Daerah

DPRD Provinsi Jabar Gelar Pengawasan Pemerintahan di Pebayuran, Transparansi Program Jadi Perhatian

16 Oktober 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News