Tegarnews.co.id – Kota Bogor, 29 Oktober 2026 | Evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan PMII dan GMKI Kota Bogor. Dalam aksi unjuk rasa di depan Pintu Utama Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (29/10/2026), mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan nasional dan mendesak pemerintah melakukan pembenahan kebijakan secara menyeluruh.
Koordinator lapangan (korlap) aksi, Toni Al Fajri, menegaskan bahwa evaluasi pemerintahan harus menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi hingga penegakan hukum. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur melalui program dan target, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan mampu menjawab kebutuhan rakyat.
“Dua tahun pemerintahan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan secara terbuka. Pemerintah harus memastikan persoalan yang menyangkut kehidupan rakyat ditangani secara serius, mulai dari bencana lingkungan, harga kebutuhan pokok, pendidikan, hingga demokrasi dan pemberantasan korupsi,” demikian rumusan pernyataan yang menggambarkan tuntutan aksi.
Dalam aksinya, PMII dan GMKI membawa spanduk bertuliskan “Evaluasi 2 Tahun Astacita Prabowo-Gibran” dan “Padamkan Apinya Bukan Berita”. Massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta menghentikan kebijakan ekonomi yang dinilai membebani masyarakat menengah dan berpenghasilan rendah.
Mahasiswa juga menolak komersialisasi pendidikan dan menuntut pendidikan gratis yang berkualitas serta berkelanjutan. Mereka mendesak evaluasi proyek strategis nasional yang dinilai berpotensi mengancam ruang hidup rakyat, disertai perlindungan terhadap masyarakat terdampak.
Di bidang demokrasi dan hukum, massa menuntut pemulihan marwah demokrasi, penguatan supremasi hukum, serta pemberantasan korupsi secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban dan pelemparan tomat ke arah pintu utama Istana Kepresidenan Bogor. Setelah menyampaikan orasi dan membacakan pernyataan sikap, massa membubarkan diri dalam situasi aman dan lancar.
Melalui aksi tersebut, PMII dan GMKI Kota Bogor menyampaikan tuntutan agar pemerintah tidak mengabaikan persoalan mendasar masyarakat dalam mengevaluasi dua tahun kepemimpinannya. Berbagai tuntutan itu menjadi catatan kritis mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, demokrasi, dan penegakan hukum.(Rls/Red)
Sumber: Surya SP













