Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Iwan Fals: Sang Legenda Hidup dan Suara Akar Rumput yang Tak Pernah Padam

Iwan Fals: Sang Legenda Hidup dan Suara Akar Rumput yang Tak Pernah Padam

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 75
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Februari 2026| Di kancah musik Indonesia, nama Virgiawan Liestanto atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Fals, adalah sebuah institusi. Lahir pada 3 September 1961, ia bukan sekadar musisi; ia adalah pemotret sosial, kritikus ulung, sekaligus simbol perlawanan melalui lirik-liriknya yang tajam. Majalah Rolling Stone Indonesia bahkan menempatkannya dalam daftar The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa.

Dari Jalanan Menuju Panggung Megah

Bakat musik Iwan terasah sejak usia 13 tahun saat ia menjadi pengamen di jalanan Bandung. Baginya, gitar adalah alat untuk melatih kemampuan menciptakan lagu sekaligus menyuarakan isi hati. Meski sempat mengalami kegagalan pada album-album awalnya bersama grup Amburadul dan beberapa proyek humor, titik balik kariernya terjadi saat ia bergabung dengan Musica Studio.

Lewat sentuhan tangan dingin Willy Soemantri dalam album Sarjana Muda, nama Iwan Fals meledak. Lagu-lagu seperti “Oemar Bakri” menjadikannya ikon nasional. Namun, popularitas tidak membuat Iwan “jinak”. Ia tetap menjadi pengamen di rumah-rumah dan pasar kaget hingga anak keduanya, Cikal, lahir pada 1985.

Menjadi “Musuh” Orde Baru

Keberanian Iwan dalam mengkritik penguasa lewat lagu seperti “Surat Untuk Wakil Rakyat”, “Demokrasi Nasi”, hingga “Mbak Tini” membuatnya menjadi sosok yang diawasi ketat. Pada era Orde Baru, konsernya sering kali dibubarkan paksa atau dilarang oleh aparat dengan alasan stabilitas negara.

Puncaknya, pada April 1984, Iwan sempat ditahan dan diinterogasi selama dua minggu akibat lirik-liriknya yang dianggap terlalu provokatif saat konser di Pekanbaru. Meski diteror, ia tidak berhenti. Bersama kelompok SWAMI dan Kantata Takwa, Iwan mencetak sejarah lewat hits fenomenal “Bento” dan “Bongkar”. Konser-konser Kantata Takwa hingga kini masih dikenang sebagai pertunjukan musik terbesar dan termegah dalam sejarah Indonesia.

Tragedi dan Transformasi Spiritual

Tahun 1997 menjadi tahun terkelam bagi Iwan. Kehilangan putra sulungnya, Galang Rambu Anarki, membuat sang legenda vakum total selama bertahun-tahun. Kematian Galang mengubah warna musik Iwan secara drastis. Ia tak lagi segarang dan seliar dulu; lirik-liriknya bertransformasi menjadi lebih mendalam, kontemplatif, dan religius.

Kebangkitannya ditandai dengan album Suara Hati (2002), di mana ia menuangkan kerinduannya pada Galang lewat lagu “Hadapi Saja”. Penampilannya pun berubah, dari kaus oblong dan rambut gondrong yang tak teratur menjadi lebih bersahaja dengan kemeja rapi dan potongan rambut pendek. Di balik kembalinya Iwan ke panggung, ada peran besar sang istri, Rosana (Mbak Yos), yang kini bertindak sebagai manajer melalui Iwan Fals Manajemen (IFM).

OI: Lebih dari Sekadar Penggemar

Iwan Fals memiliki basis massa yang luar biasa fanatik yang tergabung dalam Orang Indonesia (OI). Didirikan pada 16 Agustus 1999, yayasan ini menjadi wadah aktivitas para penggemar yang tersebar hingga ke mancanegara. Uniknya, nama “Oi” awalnya hanyalah seruan akrab Iwan kepada para penggemar yang sering berkunjung ke rumahnya.

Idealisme yang Tak Terbeli

Satu hal yang membuat Iwan Fals tetap dihormati adalah idealismenya yang kokoh. Dalam setiap penampilannya, ia melarang adanya logo sponsor yang terpampang di alat musik atau panggung utamanya. Ia tidak ingin dianggap sebagai “wakil” dari produk tertentu, sebuah sikap langka di tengah industri musik yang semakin komersial.

Kini, di usianya yang telah senja, Iwan Fals tetap aktif berkolaborasi dengan musisi muda, membuktikan bahwa suaranya—suara yang pernah menggetarkan pilar-pilar kekuasaan—tetap relevan melintasi zaman.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Giat Bhabinkamtibmas Desa Citeko Cisarua, Wujudkan Kamtibmas Kondusif

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 295
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 14 September 2025| Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua Polres Bogor Polda Jabar, Bripka Apep Alimudin, melaksanakan kegiatan sambang dialogis bersama warga di Kampung Sawah Lega RT 02/05, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, (13/9). Kegiatan sambang ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan. Dalam kesempatan tersebut, Bripka Apep menyampaikan […]

  • Kejari Medan Bungkam Terkait Tahanan Lepas Dari Kurangnya Pengamanan Saat Sidang di PN (Pengadilan Negri) Medan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 217
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Medan ,18 Desember 2025 | Pasca lepasnya tahanan Kejari Medan menjadi sorotan publik akan lemahnya pengamanan saat Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan dari amatan beberapa media elektronik yang sudah viral, pada Kamis.(18/12/25) Pasalnya dari amatan awak media hasil investigasi langsung ke lapangan melihat secara kasat mata, bahwa ternyata tahanan saat sidang tidak […]

  • Mentan Keliru: Dedi Mulyadi Dipanggil Ridwan Kamil di Hadapan Presiden

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Karawang, 7 Januari 2026| Suasana riuh dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, mendadak pecah oleh gelak tawa dan gemuruh warga. Pemicunya adalah insiden salah sebut yang dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyapa para pejabat yang hadir. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan masyarakat, Mentan […]

  • Mahasiswa Bergerak Saat Banjir Melanda: 600 Kg Beras dan Ratusan Alat Sekolah Mengalir ke Gampong Kubu

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bireun, 28 Januari 2026| Di tengah kepungan banjir yang melanda Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, kepedulian justru mengalir deras. Sejumlah organisasi mahasiswa lintas daerah turun langsung ke lokasi bencana, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak, (25/1). Kolaborasi tersebut melibatkan IPAS (Ikatan Pelajar Aceh Semarang), TASHMIM, FORKOM JAYA (Forum Komunikasi Pemuda Ingin Jaya), […]

  • PETI Kab 50 Kota Masih Beroperasi, Sorotan Publik Nilai Penegakan Hukum Hanya Formalitas!

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 48
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Lima Puluh Kota, 29 Maret 2026 | Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kapur IX Kenagarian Galugua Kabupaten Lima Puluh Kota, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal tersebut disebut masih terus berlangsung di aliran sungai tanpa hambatan berarti. Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) […]

  • Kasus Korupsi EDC BRI: Antara Sunarso Dan Catur Budi Harto, Ada Yang Dilupakan KPK

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 515
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Direktur Utama BRI, Sunarso, dan mantan Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto (CBH), sama-sama diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 3 Januari 2019. Keduanya juga berusia 61 tahun per Desember 2024. Namun kini, nasib keduanya berbeda drastis. Menurut Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Catur […]

expand_less