Jumat, November 6, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Umum Mancanegara Internasional

PKN: Diplomasi Prabowo ke AS Bukan Tradisi, Tapi Cara Bertahan Hidup

Chairul Husen by Chairul Husen
5 Maret 2026
in Internasional
0
Aktivis Desak Kejagung: Usut Tuntas Mafia Anggaran di Diskominfo Kabupaten Tangerang
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 5 Maret 2026| Arsitektur sistem internasional yang terjadi hari ini, di mana tidak ada otoritas supra-nasional yang menjamin keamanan suatu negara, memaksa setiap bangsa untuk menjadikan kelangsungan hidup (survival) sebagai motif paling rasional.

Tantangan ini kian nyata bagi kekuatan menengah (middle power) seperti Indonesia, yang kini dihadapkan pada ketidakpastian global akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang cenderung transaksional dan proteksionis.

You might also like

Kerja Sama Indonesia – Malaysia Perkuat Perbatasan, Bahas Ekonomi dan Sosial

Bimtek Golkar di Kuta, Demer: Kegiatan Partai Bantu UMKM dan Pariwisata Bali

Kader Banser Jadi Korban, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor Dituntut Bertanggung Jawab

​Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter, menilai bahwa dalam kondisi tatanan global yang semakin tidak terprediksi, retorika politik luar negeri “Bebas Aktif” Indonesia kini mengalami pergeseran makna secara pragmatis. Menurutnya, langkah diplomasi yang diambil Presiden Prabowo Subianto terhadap Washington merupakan sebuah kalkulasi kerentanan yang matang.

​“Langkah diplomasi Prabowo terhadap Washington bukanlah sekadar kelanjutan tradisi diplomatik lama. Ini adalah upaya kelangsungan hidup politik (political survival) yang dirancang khusus untuk memitigasi risiko di tengah kebijakan AS yang kian sulit ditebak,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

​Kalkulasi Rasional dan Strategi Keamanan

Mengutip teori Neorealisme Defensif dari Kenneth Waltz, Denny menjelaskan bahwa negara saat ini tidak lagi sekadar mencari kekuasaan maksimal, melainkan keamanan maksimal. Karakteristik kebijakan Donald Trump yang berpusat pada America First, unilateralisme, dan proteksionisme ekonomi menciptakan ancaman asimetris bagi Indonesia.

​“Ketakutan terhadap arah kebijakan Trump bukan berarti kita inferior secara psikologis, melainkan sebuah pengakuan rasional atas asimetri kekuatan. Prabowo memahami bahwa menghindari konfrontasi dengan AS adalah keharusan strategis demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, yang merupakan legitimasi utama kekuasaannya,” tambah Denny.

​Pilihan ‘Bandwagoning’ Parsial
Lebih lanjut, Denny memaparkan bahwa sebagai negara kekuatan menengah, Indonesia tidak memiliki kapasitas material untuk melakukan perimbangan kekuatan (balancing) secara langsung terhadap AS. Oleh karena itu, strategi yang paling masuk akal adalah melakukan bandwagoning secara parsial atau merapat secara terbatas ke sumber ancaman.

​Hal ini tercermin dalam upaya Indonesia mengomodasi kepentingan strategis atau ekonomi tertentu dari AS, seperti kesepakatan dagang atau pembelian alutsista. Strategi ini, menurut Denny, bertujuan murni sebagai mekanisme pertahanan diri (defensive mechanism) agar Indonesia tidak masuk dalam radar target sanksi ekonomi atau tarif balasan dari Washington.

​Mutasi Narasi Bebas Aktif
Denny Charter menyimpulkan bahwa di bawah tekanan polarisasi global, narasi “Bebas Aktif” kini telah bermutasi menjadi Hedging Defensif. Manuver Prabowo yang mendekat ke Washington adalah langkah antisipatif agar ekonomi nasional tidak tergerus oleh kebijakan proteksionis AS.

​“Ini adalah bentuk ketundukan pragmatis. Realitas pahit di panggung internasional adalah negara menengah sering kali harus mengorbankan sebagian otonomi strategisnya demi mengamankan survival rezim dan negaranya dari amukan negara adidaya,” pungkasnya.[]

Tags: Denny CharterDiplomasimenilaiPrabowoWashington
Previous Post

Aktivis Desak Kejagung: Usut Tuntas Mafia Anggaran di Diskominfo Kabupaten Tangerang

Next Post

Kantor Pertanahan Kota Medan Raih Penghargaan atas Sinergi Percepatan Sertifikasi Aset LMAN

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Kerja Sama Indonesia – Malaysia Perkuat Perbatasan, Bahas Ekonomi dan Sosial
Internasional

Kerja Sama Indonesia – Malaysia Perkuat Perbatasan, Bahas Ekonomi dan Sosial

by Tegar News
1 November 2026
Bimtek Golkar di Kuta, Demer: Kegiatan Partai Bantu UMKM dan Pariwisata Bali
Politik

Bimtek Golkar di Kuta, Demer: Kegiatan Partai Bantu UMKM dan Pariwisata Bali

by Tegar News
25 Oktober 2026
Kader Banser Jadi Korban, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor Dituntut Bertanggung Jawab
Politik

Kader Banser Jadi Korban, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor Dituntut Bertanggung Jawab

by Tegar News
21 Oktober 2026
Nakhoda Baru DPC PKB Kota Bogor: Dewi Fatimah Bidik Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Politik

Nakhoda Baru DPC PKB Kota Bogor: Dewi Fatimah Bidik Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

by Tegar News
19 Oktober 2026
Tolak Usul Jimly, Matahukum: Hapus Syarat Ijazah Pilpres Bikin Rusak Demokrasi!
Politik

Tolak Usul Jimly, Matahukum: Hapus Syarat Ijazah Pilpres Bikin Rusak Demokrasi!

by Tegar News
13 Oktober 2026
Next Post
Kantor Pertanahan Kota Medan Raih Penghargaan atas Sinergi Percepatan Sertifikasi Aset LMAN

Kantor Pertanahan Kota Medan Raih Penghargaan atas Sinergi Percepatan Sertifikasi Aset LMAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Disebut Rumah Dinas? Ombudsman: Pastikan Fasilitas Rumah Mewah di Lapas Dihuni Napi

Disebut Rumah Dinas? Ombudsman: Pastikan Fasilitas Rumah Mewah di Lapas Dihuni Napi

26 September 2026
Apotek K24 Jam Ciomas DIduga Menjual Bebas Obat Antibiotik Golongan Keras Tanpa Resep Dokter?

Apotek K24 Jam Ciomas DIduga Menjual Bebas Obat Antibiotik Golongan Keras Tanpa Resep Dokter?

14 Februari 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027
Info Daerah

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027

5 November 2026
Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak
Info Daerah

Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak

5 November 2026
2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?
Info Korupsi

2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?

5 November 2026
Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan  Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu
Nasional

Jokowi Bersaksi Hari Ini, PSI Kerahkan Ribuan Kader Kawal Sidang Ijazah Palsu

5 November 2026
Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam
Nasional

Kasus Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan Mendalam

5 November 2026
Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor
Info Daerah

Pemkab Bogor Siapkan Pelebaran Jalan Laladon 1KM Pada 2027, Urai Kemacetan Menuju Kota Bogor

5 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News