Air Mata dan Harapan: SDN Harapan Mulya 1 Gelar Perpisahan Sederhana yang Menyentuh Hati
- account_circle M.Ifsudar
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 18
- comment 0 comment

Oplus_131072
Tegarnews.co.id – Bekasi, 23 Juni 2026 | Di tengah tren perayaan kelulusan sekolah yang kerap digelar mewah di gedung-gedung pertemuan, orang tua siswa SDN Harapan Mulya 1 justru memilih jalan yang berbeda. Mengutamakan esensi dan kedalaman rasa, mereka secara kompak menyelenggarakan acara perpisahan kelas 6 (enam) dengan konsep kesederhanaan yang justru berhasil menyentuh hati setiap hadirin, Selasa (23/06/2026).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bagi para orang tua, momentum melepas anak-anak menuju jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah tentang refleksi—sebuah penghormatan tinggi atas kolaborasi hebat antara guru dan orang tua dalam membentuk fondasi karakter anak.
Keputusan untuk menggelar acara secara bersahaja ini mempertegas bahwa perpisahan sekolah bukanlah ajang pamer kemewahan, melainkan ruang refleksi untuk mengapresiasi perjalanan panjang anak-anak dalam membangun sikap yang berkarakter, inovatif, kreatif, berbudi pekerti luhur, sekaligus berilmu.
Dedikasi Tanpa Batas Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Suasana haru kian memuncak saa ruang apresiasi dibuka untuk para pendidik. Salah satunya tertuju pada Pak Saleh, sosok guru yang akrab disapa sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” di lingkungan SDN Harapan Mulya 1.
Bertahun-tahun lamanya, Pak Saleh mengabdi dengan ketulusan penuh, melintasi berbagai tantangan zaman demi satu tujuan pasti: mencetak regenerasi bangsa Indonesia yang cerdas dan berintegritas.
“Pendidikan itu bukan sekadar angka di atas kertas raport, tapi tentang bagaimana menanamkan budi pekerti dan ketangguhan mental agar mereka siap menghadapi dunia luar,” ujar Pak Saleh di sela-sela acara dengan mata berkaca-kaca.
Sinergi Kompak Orang Tua dan Sekolah
Ketua Panitia Perwakilan Orang Tua Siswa menyampaikan bahwa kekompakan yang tercipta dalam menyukseskan acara ini adalah bentuk terima kasih nyata kepada pihak sekolah.
“Kami ingin anak-anak melangkah ke jenjang SMP dengan bekal mental yang kuat. Lewat acara yang sederhana ini, mereka belajar arti bersyukur dan menghargai esensi perjuangan guru-guru mereka, bukan kemasannya,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan prosesi sungkeman dan bersalaman antara siswa, orang tua, dan seluruh jajaran guru.
Isak tangis haru tak terbendung, menandai pelepasan satu angkatan yang diharapkan akan menjadi pembaru di masa depan.
SDN Harapan Mulya 1 hari ini tidak hanya melepas siswanya, tetapi sedang mengirimkan tunas-tunas bangsa yang siap tumbuh menjadi pohon yang rindang bagi Indonesia.
- Author: M.Ifsudar
- Editor: Husen
- Source: Sumber Ustadz: Umat




At the moment there is no comment