Tegarnews.co.id – Jakarta, 10 Agustus 2026 | Belum genap sebulan Sudaryono memegang kendali Badan Gizi Nasional (BGN), ia sudah membuat lembaganya berguncang dari dalam. Jumat (7/8/2026), pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengumpulkan seluruh jajaran BGN dan menyampaikan pernyataan yang ia sebut sebagai “kertas putih”, sebuah deklarasi lembaran baru yang isinya bukan sambutan biasa pejabat baru.
“Bagi siapa saja staf yang selama ini tertekan dan terpaksa menjalankan perintah atasan yang salah, mulai detik ini hentikan! Saya meminta kalian untuk berani melaporkan oknum-oknum tersebut secara langsung,” kata Sudaryono di hadapan jajarannya. Ia membuka jalur pelaporan langsung dan personal: staf yang selama ini mengalami tekanan atau diminta menyetor uang cukup menuliskan nama atasannya. Rahasia itu, kata Sudaryono, hanya antara mereka dan dirinya.
Tiga hal yang ia larang keras di BGN mulai hari itu: meminta uang dalam bentuk apapun, pemerasan, dan pemaksaan memilih supplier tertentu. Bagi yang masih menjalankan ketiga praktik ini setelah pernyataan tersebut disampaikan, tidak ada ruang untuk kompromi.
Sudaryono dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026 menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Sebelumnya ia menjabat Wakil Menteri Pertanian dan sejak awal terlibat dalam penyusunan konsep teknis program MBG. Mantan Wamentan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985, ini menerima warisan yang tidak ringan: lembaga yang sedang terseret tiga kasus dugaan korupsi mantan pimpinannya, program makan bergizi yang didera keracunan berulang, lebih dari 1.200 aduan masyarakat yang sebagian besar belum ditangani, dan sekitar 400 dapur yang terindikasi bermasalah dari hasil verifikasi rekening virtual account SPPG.
Gerakannya sejak hari pertama tidak pelan. Dalam minggu pertama memimpin, ia membekukan lebih dari 800 dapur MBG yang dinilai melanggar standar higienitas dan sanitasi. Ia memperkenalkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Media Center sebagai kanal pengaduan masyarakat. Ia melibatkan Kejaksaan dalam audit dapur-dapur bermasalah. Dan bagi yang terbukti berniat melakukan tindak pidana korupsi, ia sudah menyiapkan mekanisme pencopotan dan pengusulan pemecatan melalui Badan Kepegawaian Nasional.
“Kertas putih” yang ia umumkan hari ini adalah bagian dari upaya membangun budaya kerja baru di lembaga yang sejak diluncurkan belum pernah benar-benar bersih dari kontroversi. Program MBG menjangkau jutaan penerima manfaat setiap harinya – dan Sudaryono paham bahwa program sebesar itu tidak akan berhasil jika mesinnya dari dalam sudah berkarat oleh praktik-praktik yang ia nyatakan harus berhenti sekarang juga.(Rls/Red)














