Tegarnews.co.id — Kabupaten Bekasi, 15 Agustus 2026- Perum Jasa Tirta II (PJT II) bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu pasokan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Sabtu (15/08/2026)
Langkah tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap kondisi jaringan irigasi dan aliran air guna memastikan kebutuhan air untuk persawahan tetap terpenuhi, khususnya di wilayah yang menjadi sentra pertanian.
Peninjauan dilakukan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan menyusuri jaringan irigasi mulai dari BKG 15 hingga BKG 25, serta wilayah Kelurahan Kertasari hingga Desa Sumbersari.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah jajaran PJT II, di antaranya GM Bima Kawindra, Menop Akbar Chaidir Harahap, Asmen Syamsir Siregar, Supervisor Pebayuran Selo, dan Supervisor Cabangbungin Nopi.
Di lapangan, jajaran PJT II memantau secara langsung kondisi aliran air dan jaringan irigasi. Pemantauan tersebut sekaligus dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan agar distribusi air menuju areal persawahan dapat berjalan secara optimal.
Kondisi cuaca yang relatif kering menjadi perhatian tersendiri bagi sektor pertanian. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan produktivitas lahan sawah.
Melalui pemantauan secara langsung, PJT II berupaya memastikan pengelolaan dan distribusi air tetap berjalan dengan baik. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan air bagi para petani di tengah potensi meningkatnya dampak kekeringan.
PJT II menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan pengelolaan jaringan irigasi secara optimal. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi.
Dengan langkah cepat dan pemantauan langsung di lapangan, PJT II berupaya memastikan aliran irigasi tetap terjaga sehingga para petani dapat terus mengandalkan pasokan air untuk lahan persawahan mereka.














