Tegarnews.co.id – Jakarta, 25 Agustus 2026 | Isosial dan platform linimasa dipanaskan oleh buntut panjang kasus pemblokiran rekening donasi milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Sebuah video viral memperlihatkan momen pencopotan logo papan nama Bank Mandiri di salah satu gedung area Jakarta.
Banyak pengguna media sosial, khususnya di platform Threads dan X, menanggapi pelepasan atribut tersebut sebagai bentuk antisipasi pengamanan ekstra pihak bank menjelang aksi demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 mendatang.
Gelombang Reaksi Warganet dan Publik Figur
Tindakan pemblokiran rekening donasi operasional aksi senilai sekitar Rp80,9 juta itu menyulut kritik tajam dari berbagai pihak. Di media sosial, narasi ketidakpuasan publik memuncak hingga muncul gerakan menguras atau memindahkan saldo (move saldo) dari rekening Bank Mandiri secara massal.
Sorotan tak hanya datang dari publik luas, namun juga figur publik. Aktor Jefri Nichol turut melontarkan pertanyaan tajam mengenai alasan dan dasar di balik penghentian akses transaksi dana aktivis tersebut persis beberapa hari menjelang rencana aksi.
Klarifikasi Pihak Bank dan Pemblokiran
Versi Bank Mandiri: Pihak Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihaknya mengonfirmasi bahwa pemblokiran tersebut bukan keputusan sepihak melainkan atas instruksi dan tindak lanjut dari Aparat Penegak Hukum (APH) sesuai prosedur perbankan yang berlaku.
Posisi PPATK: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah atau penghentian sementara atas rekening donasi tersebut.
Kondisi Lapangan: Botok dan konsolidasi massa aksi menegaskan bahwa penghentian dana ini cukup mengganggu persiapan teknis dan logistik, namun aksi demonstrasi 27 Agustus di Jakarta dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana awal.(Rls/Red)













