Tegarnews.co.id — Bandung, 6 September 2026- Dugaan prostitusi terselubung melalui aplikasi MiChat mencuat di Vio Hotel Westhoff, Jalan Westhoff, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (5/9/2026).
Seorang perempuan yang mengaku mengetahui aktivitas tersebut menyebut kamar 507 lantai 5 digunakan empat orang untuk menerima tamu secara bergantian.
“Kamar ini kami sewa empat orang, jadi kami melayani tamunya bergantian,” ungkapnya.
Menurut narasumber, para pihak berkomunikasi dengan calon pelanggan melalui aplikasi MiChat. Ia menyebut sejumlah akun, antara lain “Ka Shella (real)” dan “Meylin”.
Namun, keterangan tersebut masih berupa klaim narasumber dan belum terverifikasi secara independen.
Pengunjung Mengaku Dirugikan
Seorang pengunjung berinisial Srf mengaku mengalami kerugian setelah berkomunikasi melalui MiChat.
Srf mengaku menyepakati tarif Rp500 ribu untuk durasi long time. Namun, ia mengatakan pihak yang ditemuinya mengusirnya setelah pertemuan berlangsung singkat.
“Saya datang sesuai pesanan di aplikasi MiChat. Sebelumnya dijanjikan Rp500 ribu untuk durasi long time. Namun faktanya saya baru sekali kemudian sudah diusir,” ujar Srf.
Srf meminta aparat memeriksa informasi tersebut untuk memastikan apakah hotel itu menjadi lokasi aktivitas prostitusi.
Security dan Resepsionis Bantah Mengetahui
Security Vio Hotel Westhoff, Hamzah, mengaku tidak mengetahui dugaan tersebut.
“Kami benar-benar tidak mengetahui. Saya bahkan baru mengetahui informasi tersebut,” katanya.
Resepsionis, Gilang, juga menyatakan pihaknya tidak mengetahui dugaan aktivitas di kamar 507.
“Kami benar-benar tidak tahu bila ada praktik prostitusi, khususnya di kamar 507,” ujarnya.
Aparat Diminta Verifikasi
Perbedaan keterangan tersebut perlu diuji melalui verifikasi dan pemeriksaan pihak berwenang.
Jika benar terdapat aktivitas prostitusi yang berlangsung berulang, aparat perlu mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.
Sebaliknya, jika informasi tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan tuduhan tanpa dasar.
Media membuka ruang hak jawab bagi manajemen Vio Hotel Westhoff dan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
YaPublik kini menunggu satu hal: pembuktian, bukan sekadar klaim maupun bantahan.













