DUNIA SIAGA SATU! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Pasca Gugurnya Khamenei, Harga BBM Global Terancam Meledak
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 8 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 1 Maret 2026| Dunia kini berada dalam kondisi Siaga Satu. Parlemen Iran secara resmi mendorong pemerintah untuk menutup Selat Hormuz, jalur urat nadi minyak paling strategis di planet bumi. Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam eskalasi konflik berdarah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari lalu.
Urat Nadi Dunia di Ambang Blokade
Jika ancaman ini direalisasikan, dunia akan menghadapi krisis energi terdahsyat sejak tahun 1979. Selat Hormuz bukan sekadar perairan biasa; selat selebar 33 kilometer ini adalah jalur bagi seperlima (22%) pasokan minyak dan gas global.
Blokade total terhadap selat ini akan secara otomatis memutus rantai pasok energi ke berbagai belahan dunia. Para analis memprediksi bahwa harga minyak mentah dunia bisa melonjak ke angka yang tak terbayangkan, yang berujung pada ledakan harga BBM di tingkat konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dampak Ngeri bagi Ekonomi Global
Ketegangan di Selat Hormuz bukan hanya urusan militer, tapi ancaman nyata bagi dompet masyarakat dunia:
Pasokan Energi: Sekitar 21 juta barel minyak mengalir melalui selat ini setiap harinya.
Krisis Gas: 20% perdagangan gas alam cair (LNG) dunia bergantung pada jalur ini
Ketergantungan Asia: China, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah konsumen utama yang paling terdampak jika jalur ini ditutup.
Skeptisisme analis selama ini bahwa Iran hanya menggertak kini sirna. Gugurnya pimpinan tertinggi mereka dianggap sebagai game changer yang mendorong Teheran untuk mengambil tindakan paling berdampak bagi ekonomi musuh-musuh globalnya.
Pertamina Siapkan Skenario Darurat untuk Indonesia
Menanggapi situasi yang kian mendidih, PT Pertamina (Persero) tidak tinggal diam. Melalui PT Pertamina International Shipping, perusahaan pelat merah ini telah menyiapkan rute alternatif untuk memastikan stok minyak mentah nasional tetap aman.
“Kami sudah menyiapkan skenario rute alternatif melalui beberapa titik yang kita harapkan tidak mengganggu pasokan minyak ke Indonesia,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso. Pertamina menegaskan bahwa sistem mereka cukup fleksibel untuk mencari sumber pasokan lain demi menjaga ketahanan energi nasional.
Kehadiran Militer Super Power
Saat ini, Angkatan Laut AS bersama anggota NATO dilaporkan telah meningkatkan intensitas patroli di sekitar Selat Hormuz untuk memastikan jalur tetap terbuka. Di sisi lain, Iran yang menguasai garis pantai utara juga telah menyiagakan kekuatan rudal dan armada lautnya. Satu kesalahan kecil di wilayah ini bisa memicu perang terbuka yang akan melumpuhkan perdagangan dunia.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Hagia Sofia (CNBN)



At the moment there is no comment