Breaking News
light_mode
Home » Opini » Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 22
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 14, Februari 2026| ​Ada pemandangan ganjil di koridor kekuasaan kita hari ini. Di saat Presiden Prabowo Subianto secara tersirat menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Polri dengan membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, justru tampil sebagai “benteng terakhir” yang menjaga status quo.

Peran Habiburokhman belakangan ini bukan lagi terlihat sebagai pengawas ( watchdog ), melainkan lebih mirip sebagai juru bicara atau bahkan personal bodyguard politik bagi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Setidaknya ada empat momentum yang mengonfirmasi bahwa ada “sesuatu” yang sangat kuat mengikat kepentingan antara Senayan dan Trunojoyo.

Mengunci Status “Superbody” Polri

​Poin fundamental yang diperjuangkan Habiburokhman adalah memastikan status dan kedudukan Polri tetap mutlak di bawah Presiden. Dalam rapat Komisi III, ia dengan gigih menyatakan dukungannya terhadap status ini. ​Bagi publik, ini bukan sekadar soal administrasi negara. Dengan mengunci Polri langsung di bawah Presiden, Habiburokhman secara efektif menutup pintu bagi kementerian mana pun untuk mengaudit atau mengintervensi Polri secara struktural. Ini adalah upaya mempertahankan keistimewaan mutlak institusi agar tetap menjadi “superbody” yang hanya bisa disentuh oleh Presiden-yang kita tahu memiliki agenda nasional sangat padat-dan tentu saja oleh Komisi III sebagai satu-satunya pintu kontrol parlemen.

Perpol 10 Tahun 2025: Legalisasi Dwifungsi Modern?

Sikap pasang badan Habiburokhman mencapai puncaknya saat ia membela habis-habisan Perpol Nomor 10 Tahun 2025. Peraturan ini memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan di kementerian/lembaga dengan dalih penugasan.

Jika Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan personelnya menyebar ke berbagai lembaga sipil, maka yang tercipta adalah gurita kekuasaan. Habiburokhman menutup mata bahwa hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yang ingin memisahkan fungsi keamanan dari wilayah sipil. Dengan mendukung penuh Perpol ini, Habiburokhman seolah sedang merestu pembentukan “negara dalam negara” di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.

Narasi “Loyalitas” sebagai Tameng Kritik

​Ketika mantan Panglima TNI menuding ada aroma pembangkangan (makar) dalam pernyataan Kapolri yang bersikeras mempertahankan posisi Polri langsung di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan,” Habiburokhman adalah orang pertama yang pasang badan. Ia menjamin loyalitas Listyo Sigit 100 persen kepada Presiden Prabowo. ​Namun, publik yang kritis tentu bertanya: Loyalitas kepada siapa? Kepada agenda besar Presiden untuk mereformasi institusi, atau loyalitas untuk mempertahankan kursi demi mengamankan jejaring kepentingan? Dengan mengatakan Sigit sangat loyal, Habiburokhman seolah-olah mengirim pesan kepada Prabowo: “Jika Anda mengganti Listyo Sigit, Anda membuang orang paling setia.” Ini adalah taktik cerdik untuk menyandera narasi reformasi di tingkat pimpinan.

Delegitimasi Suara Kritis: Upaya Mengunci Mata Presiden

Ketika para tokoh-tokoh kritis, Abraham Samad, Said Didu, Syahganda Nainggolan dan peneliti Siti Zuhro mendesak pergantian pucuk pimpinan sebagai prasyarat mutlak perbaikan sistemik, Habiburokhman justru mereduksinya menjadi persoalan sentimen pribadi dengan mengatakan sebagai “salah kaprah”, “tendensius” “subyektif” dan bersudut pandang sempit. Bagaimana
mungkin seorang Ketua Komisi III menutup mata terhadap rentetan skandal besar yang mencoreng citra Polri di era Listyo Sigit? Menolak pergantian pimpinan di tengah kegagalan sistemik dan degradasi kepercayaan publik bukan hanya sebuah “kemunduran,” melainkan bentuk pengkhianatan terhadap mandat pengawasan parlemen.

Ada Apa dengan Habiburokhman dan Listyo Sigit?

​Pertanyaan besar ini hanya bisa dijawab dengan melihat adanya potensi simbiose mutualisme. Pembelaan mati-matian terhadap status Polri langsung di bawah Presiden mengindikasikan ketakutan kolektif: bahwa jika kursi nomor satu di Trunojoyo berganti ke tangan orang yang benar-benar independen, maka zona nyaman yang selama ini dinikmati oleh oknum di parlemen akan runtuh.

​Presiden Prabowo berada di persimpangan jalan. Jika ia membiarkan narasi Habiburokhman menang, maka Tim Percepatan Reformasi Polri hanya akan menjadi sekadar “gincu” politik tanpa taring.

Rakyat tidak butuh perisai untuk melindungi pejabat; rakyat butuh institusi yang bersih. Dan itu tidak akan pernah tercapai selama pengawas dan yang diawasi masih asyik “saling pasang badan” untuk menjaga kekuasaan tetap tak tersentuh.[]

Oleh: Nazaruddin

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKHI Tegaskan Legalitas Sebagai Organisasi Advokat Yang Sah Berdasarkan Hukum Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 116
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 November 2025| Berawal sesumbar seorang pejabat dari pernyataan diruang publik, mungkin pejabat tersebut sudah setara dengan level Kementerian Hukum, atas ucapan maka berdampak menjadi gaduh di kalangan Organisasi Advokat dan menimbulkan reaksi, pejabat itu bernama Hilman Soecipto yang berujar cuma 7 Organisasi Advokat di akui Negara. Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum […]

  • Kejari Jadwalkan Pemeriksaan 3 Legislator Terkait Korupsi Dispora di Kota Bekasi

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 188
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 26 Agustus 2025| Babak baru mengenai kasus dugaan korupsi yang sempat menjadi sorotan publik,pengadaan alat olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, kembali ditelisik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi. DiHari ini, sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi dari salah satu fraksi dikabarkan bakal menjalani pemeriksaan atas kasus yang merugikan negara Rp 4,7 miliar […]

  • Gugur Saat Menjalankan Tugas, Bripka Cecep Diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 80
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat,20 Juli 2025| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa Anumerta kepada Alm. Bripka Cecep Saeful Bahri. Dari kenaikan pangkat ini, ia memperoleh gelar Aipda Anumerta. Kenaikan pangkat itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : Kep/1085/VII/2025 tertanggal 18 Juli 2025. Kenaikan pangkat anumerta ini merupakan bentuk penghormatan serta apresiasi […]

  • Sekjen KNPI Kota Bogor Soroti Potensi Masalah Dalam PPDB Kota Bogor

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 143
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor| Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD KNPI Kota Bogor, M. Mahdum, menyoroti potensi masalah dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor tahun 2025. Menurut Mahdum, terdapat beberapa aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Mahdum menekankan pentingnya kejelasan dalam penerapan sistem domisili. Meskipun kebijakan baru memungkinkan jalur domisili […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Dramaga, Sambang Dan Beri Himbauan Kamtibmas Kepada Warga

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 89
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Petir Polsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar. Aiptu Andi Riswandi berusaha menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di lingkungan Desa Petir Kec. Dramaga Kab Bogor, (7/6). Sebagai perpanjangan tangan Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H., M.H., sesuai arahan dari Bapak Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K, M.H.,di wilayah desa binaan untuk […]

  • Kedaulatan Rakyat Telah Kembali, Sejarah Baru Demokrasi Indonesia Mulai Terbentuk

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 454
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 7 September 2025| Angin perubahan kembali berembus dari Senayan. Dalam sepekan terakhir, publik menyaksikan pemandangan yang jarang terjadi, yakni parlemen dan partai politik dipaksa tunduk pada suara rakyat. Bukan sekadar retorika, tetapi fakta nyata yang tercatat dalam sejarah politik Indonesia. “Ini bukan lagi slogan. Kedaulatan benar-benar mulai kembali ke tangan rakyat,” ujar Influencer dan […]

expand_less