Iran Sebut Radar Strategis AS di Timur Tengah Hampir Runtuh Seluruhnya: Klaim Hancur 80 Persen
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 0 minute ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 Maret 2026 | Iran mengklaim telah melumpuhkan sebagian besar sistem radar strategis Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 80 persen.
Operasi ini dikatakan menargetkan radar-radar vital dan fasilitas penting yang menjadi bagian dari sistem deteksi dan pengawasan militer AS.
Sebagian besar radar kini dilaporkan hancur atau tidak berfungsi, sehingga kemampuan pengawasan dan peringatan dini AS di wilayah tersebut menurun drastis.
Klaim ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan rudal, drone, dan respons udara intensif dari kedua belah pihak.
Iran menegaskan bahwa target radar termasuk sistem strategis yang menjadi “mata” utama militer AS dalam mendeteksi ancaman di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Pihak AS sejauh ini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan radar tersebut.
Para analis menilai bahwa jika klaim Iran benar, dampaknya bisa mengubah dinamika pertahanan dan operasi udara di Timur Tengah, setidaknya dalam jangka pendek.
Situasi ini menambah ketegangan regional, karena serangan dan serangkaian respons militer berpotensi memicu eskalasi lebih luas di kawasan.
Seperti diketahui, Iran mengklaim telah menghancurkan lebih dari 80 persen radar strategis Amerika Serikat (AS) di sejumlah negara Timur Tengah.
Media Iran Tasnim News Agency membagikan citra satelit yang menunjukan kehancuran 80 persen radar strategis AS dan bagian-bagian penting dari pangkalan militer Amerika di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan ke-40 setelah peluncuran Operasi Balas Dendam Janji Sejati 4, Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan pada hari Minggu bahwa Angkatan Laut IRGC telah melakukan serangan.

Serangan tersebut diklaim tepat sasaran dan dahsyat terhadap empat pangkalan udara pasukan Amerika secara bersamaan.
Selama operasi besar-besaran dan terkoordinasi tersebut, unit rudal dan drone Angkatan Laut IRGC menyerang pusat komando dan kendali, menara kontrol penerbangan, depot pertahanan udara, gudang logistik, dan depot peralatan di pangkalan udara Al Dhafra, pangkalan udara helikopter Al-Udairi, pangkalan Ali al-Salem, dan pangkalan udara Sheikh Issa.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa berbagai rudal balistik dan rudal jelajah dengan kemampuan serang presisi yang dilengkapi hulu ledak baru, serta drone penghancur, digunakan untuk menyerang target tersebut.
Citra satelit menunjukkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menghancurkan lebih dari 80 persen radar strategis AS dan bagian-bagian vital dan penting dari pangkalan militer Amerika di wilayah tersebut.
Hampir satu bulan Timur tengah memanas usai serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Perang regional tercipta usai Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).
Dimuat X Press Tv media nasional Iran, sejumlah ledakan terjadi di Bahrain.
Disebutkan bahwa Iran telah meluncurkan serangan ke pangkalan Navy’s Naval Support Activity (NSA) AS di Bahrain.
Selain itu sebuah rudal juga dilaporkan telah meluncur di Galilea, Israel.
Galilea adalah sebuah wilayah geografis di bagian utara Israel dan sebagian kecil di selatan Lebanon.
Pun di Kuwait, sebuah rudal mendarat di tengah pusat kota kaya akan minyak tersebut.
Press Tv juga melaporkan ledakan besar terdengar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Suara sirine pun disebut terdengar di sejumlah kota besar di Timur Tengah yang menjadi target Iran.
Amerika Serikat sebelumnya telah mengakui melancarkan serangan terbuka terhadap Iran bersama dengan Israel.
Pernyataan serangan terbuka terhadap Iran itu disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam konferensi pers yang diluncurkan Sabtu (28/2/2026).
Dalam pernyataannya, Trump mengaku terlibat dalam serangan rudal ke Iran yang diluncurkan melalui Israel.
Trump menuduh bahwa serangan tersebut dilakukan AS karena tindakan reaktif Iran terhadap AS yang terus merongrong pembuatan nuklir.
Menurut Trump, tindakan tersebut sebagai antisipasi kekerasan yang akan dilakukan rezim Iran saat ini terhadap AS.
“Beberapa waktu lalu, militer AS telah melakukan operasi serangan terhadap Iran,” ucap Trump sambil mengenakan topi berwarna putih bertuliskan USA.
“Langkah ini sebagai pencegahan ancaman dari rezim Iran saat ini yang diisi orang-orang bermasalah,” lanjut Trump.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: TribunNewsmaker/WartaKotalive






At the moment there is no comment