Jumat, Oktober 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Nasional

“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak

Chairul Husen by Chairul Husen
14 Februari 2026
in Nasional
0
“Pakai Otak Dikit”: Saat Senayan Menggugat Logika Investasi di Tanah Fakfak
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Februari 2026| Tawa khas Bahlil Lahadalia sempat pecah di ruang rapat Komisi VI DPR RI. Namun, kali ini tawanya bukan respons atas kelakar santai antar-sahabat, melainkan tameng dari serangan verbal yang menohok ulu hati kebijakan investasinya. Di hadapannya, anggota DPR RI, Khilmi, tidak sedang melawak. Wajahnya serius, nadanya tinggi, dan telunjuknya mengarah tajam pada satu persoalan: Proyek Kawasan Industri Pupuk di Fakfak, Papua Barat.

“Jadi pakai otak dikit!”

You might also like

150 Guru Besar Kompak Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Posisi Wapres Makin Tertekan

Hidup Rakyat Makin Sesak, Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah untuk Serius Tangani Krisis Iklim

Presiden Prabowo Kembali Reshuffle Kabinet – 2 Kali Dalam 2 Pekan, 7 Pejabat Baru Dilantik 15 Oktober

Kalimat itu meluncur tanpa rem. Di Gedung Parlemen yang biasanya penuh dengan eufemisme santun, seruan Khilmi terdengar seperti petir di siang bolong. Ia menggugat keputusan pemerintah—khususnya Kementerian Investasi yang dipimpin Bahlil—yang memindahkan lokasi proyek strategis dari Bintuni ke Fakfak, tanah kelahiran sang menteri.

Pusat kemarahan Khilmi bukan tanpa alasan. Ia membedah logika supply and demand yang dinilainya cacat. Indonesia, menurut data yang ia pegang, sudah surplus pupuk Urea. Gudang-gudang penuh. Lantas, untuk apa memaksakan pembangunan pabrik pupuk Urea baru di Papua?

“Gas itu kan bisa dibuat industri hulu di sana. Tidak dibuat untuk pupuk saja,” cecar Khilmi.

Ia menyodorkan alternatif yang lebih mendesak bagi perut ekonomi negara: ketahanan energi. Di saat Indonesia masih terseok-seok mengimpor bahan bakar, gas alam melimpah di Papua justru diarahkan untuk memproduksi komoditas yang sudah jenuh di pasaran. “Kenapa investasi di sana kok nggak dibikin bensin aja?” tanyanya retoris. Sebuah gugatan atas hilangnya opportunity cost yang mahal.

Perdebatan kian runcing saat masuk ke ranah teknis yang berbalut kecurigaan politis. Proyek yang awalnya direncanakan di Bintuni, tiba-tiba “banting setir” ke Fakfak.

Bahlil, dengan gaya komunikasinya yang luwes, mencoba meredam tensi. Ia menyodorkan alasan teknis: kedalaman laut. Bintuni dinilai terlalu dangkal (7-8 meter) untuk dermaga logistik skala besar, sementara Fakfak menawarkan kedalaman ideal (di atas 14 meter). “Singkat, padat, terpercaya,” jawab Bahlil mencoba meyakinkan.

Namun, bagi Khilmi yang mengaku telah memonitor sektor ini selama lima tahun, alasan itu terasa dicari-cari. Ia mempertanyakan transparansi Feasibility Study (FS). Baginya, memindahkan proyek raksasa ke kampung halaman pejabat pengambil keputusan akan selalu memantik tanda tanya besar: ini demi efisiensi negara, atau legacy pribadi?

“Enaknya Jadi Direktur BUMN”
Momen puncak dalam rapat itu bukan hanya soal teknis gas dan laut, melainkan sentilan keras Khilmi terhadap budaya korporasi pelat merah. Ia menyoroti betapa “nyamannya” posisi para petinggi BUMN yang mengerjakan proyek-proyek penugasan seperti ini.

“Jadi direktur BUMN itu enak, Pak. Ada rugi nggak tanggung jawab. Kalau ada untung dapat tantiem (bonus). Gaji masih tetap,” sindirnya pedas.

Pernyataan ini menyasar jantung persoalan akuntabilitas. Jika proyek di Fakfak ini kelak gagal atau merugi karena salah perencanaan, siapa yang akan menanggung dosa? Khilmi mengingatkan bahwa direksi bisa berganti, menteri bisa lengser, tapi kerugian negara akan tetap tercatat.

Di akhir debat, Bahlil tetap tersenyum dan menjawab dengan data versi kementeriannya. Namun, gaung kalimat “pakai otak dikit” terlanjur menggema, menjadi penanda bahwa di balik deretan angka investasi triliunan rupiah, masih ada logika dasar yang “belum tuntas” di mata wakil rakyat.[]

Tags: Anggota DPR RIBahlil LahadaliaDebatKhilmi
Previous Post

Penyegelan Sepihak? HAMI Desak Menteri Keuangan Dalami Langkah Kanwil Bea Cukai Jakarta

Next Post

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

150 Guru Besar Kompak Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Posisi Wapres Makin Tertekan
Nasional

150 Guru Besar Kompak Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Posisi Wapres Makin Tertekan

by Tegar News
22 Oktober 2026
Hidup Rakyat Makin Sesak, Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah untuk Serius Tangani Krisis Iklim
Nasional

Hidup Rakyat Makin Sesak, Greenpeace Indonesia Desak Pemerintah untuk Serius Tangani Krisis Iklim

by Tegar News
21 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kembali Reshuffle Kabinet – 2 Kali Dalam 2 Pekan, 7 Pejabat Baru Dilantik 15 Oktober
Nasional

Presiden Prabowo Kembali Reshuffle Kabinet – 2 Kali Dalam 2 Pekan, 7 Pejabat Baru Dilantik 15 Oktober

by Tegar News
16 Oktober 2026
Ratusan Jurnalis Bekasi Gelar Aksi Damai, Ahmad Syarifudin C.BJ., C.EJ.: Kalau Tak Mau Dikritik, Jangan Jadi Pejabat!
Nasional

Ratusan Jurnalis Bekasi Gelar Aksi Damai, Ahmad Syarifudin C.BJ., C.EJ.: Kalau Tak Mau Dikritik, Jangan Jadi Pejabat!

by Chairul Husen
15 Oktober 2026
Pengamat Tegaskan Efek Domino Pemakzulan: Jika Gibran Dilengserkan Jalan Terbuka Lebar Mengadili Jokowi
Nasional

Pengamat Tegaskan Efek Domino Pemakzulan: Jika Gibran Dilengserkan Jalan Terbuka Lebar Mengadili Jokowi

by Tegar News
13 Oktober 2026
Next Post
Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bhabinkamtibmas Desa Tugu Utara Sambangi Chef Resort, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

Bhabinkamtibmas Desa Tugu Utara Sambangi Chef Resort, Sampaikan Himbauan Kamtibmas

4 Juli 2025
Bupati Bogor Tinjau Langsung Dapur SPPG Klapanunggal, Pastikan Standar Operasional Prosedur dengan Benar

Bupati Bogor Tinjau Langsung Dapur SPPG Klapanunggal, Pastikan Standar Operasional Prosedur dengan Benar

14 Agustus 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan
Info Desa

Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan

22 Oktober 2026
Dana Desa Loning 2025 Dalam Sorotan, Pemdes dan BUMDes Didesak Buka Data kepada Publik
Info Desa

Dana Desa Loning 2025 Dalam Sorotan, Pemdes dan BUMDes Didesak Buka Data kepada Publik

22 Oktober 2026
Polsek Rumpin Selidiki Dugaan Pencurian Sejumlah Peralatan Elektronik di Sekolah Dasar
Kriminal

Polsek Rumpin Selidiki Dugaan Pencurian Sejumlah Peralatan Elektronik di Sekolah Dasar

22 Oktober 2026
Polres Bogor Gelar Farewell Parade dan Welcome Parade Kapolres, Wujud Penghormatan dan Tradisi Kesatuan
Info Daerah

Polres Bogor Gelar Farewell Parade dan Welcome Parade Kapolres, Wujud Penghormatan dan Tradisi Kesatuan

22 Oktober 2026
150 Guru Besar Kompak Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Posisi Wapres Makin Tertekan
Nasional

150 Guru Besar Kompak Kirim Surat Terbuka Desak Gibran Mundur, Posisi Wapres Makin Tertekan

22 Oktober 2026
Kredibilitas Camat Sukra Sigit Widiyanto Dipertanyakan: Janji Pertemuan Sengketa Lahan Terisolir Belum Terwujud, Diduga Ada Perantara Tanpa Kuasa
Info Daerah

Kredibilitas Camat Sukra Sigit Widiyanto Dipertanyakan: Janji Pertemuan Sengketa Lahan Terisolir Belum Terwujud, Diduga Ada Perantara Tanpa Kuasa

22 Oktober 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News