10 Radar Militer Terbaik Dunia Mayoritas Sudah Teruji di Medan Perang
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 28
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Januari 2026| Dalam kancah peperangan modern, penguasaan informasi medan tempur adalah kunci kemenangan. Kemampuan untuk mendeteksi posisi artileri, roket, dan mortir musuh secara akurat dan real-time menjadi prioritas utama bagi setiap angkatan bersenjata.
Di sinilah peran Weapon Locating Radars (WLR) menjadi sangat krusial
Sistem radar canggih ini tidak hanya berfungsi sebagai “mata” yang mengawasi ancaman, tetapi juga sebagai otak yang menghitung titik asal tembakan lawan untuk memfasilitasi serangan balasan yang presisi. Berbagai negara adidaya dan kekuatan militer regional berlomba mengembangkan teknologi ini, mulai dari Amerika Serikat, Rusia, hingga India, guna memastikan superioritas pertahanan mereka di tengah dinamika konflik global yang semakin kompleks.
Berikut adalah 10 radar militer terbaik di dunia yang mayoritas telah teruji kemampuannya di medan perang:
1. AN/TPQ-53 (Amerika Serikat), Sistem ini merupakan andalan Angkatan Darat AS yang dikembangkan oleh Lockheed Martin. Menggunakan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA), AN/TPQ-53 mampu mendeteksi roket, artileri, dan mortir dengan akurasi tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada mobilitasnya yang luar biasa, memungkinkannya disebarkan dengan cepat di medan tempur dinamis untuk melacak berbagai ancaman secara bersamaan.
2. ARTHUR (Swedia/Norwegia).
ARTHUR atau Artillery Hunting Radar adalah buah kolaborasi antara Swedia dan Norwegia yang dirancang oleh Saab. Radar jarak menengah ini dikenal sangat andal dalam menemukan posisi peluncur roket dan artileri musuh. Kemampuan pemrosesan sinyalnya yang canggih membuatnya tetap efektif meski beroperasi di lingkungan dengan gangguan sinyal yang padat, menjadikannya pilihan banyak negara NATO.
3. COBRA (Jerman/Prancis/Inggris), Dikembangkan oleh konsorsium raksasa pertahanan Eropa termasuk Thales dan Airbus, COBRA (Counter Battery Radar) adalah sistem radar pertahanan canggih. Radar ini dirancang khusus untuk mendeteksi posisi artileri musuh dari jarak jauh hingga 100 km. Dengan teknologi phased-array, COBRA mampu menangani banyak ancaman sekaligus, menjadikannya aset vital bagi pasukan sekutu di Eropa.
4. BEL Weapon Locating Radar/Swathi (India), Radar ini merupakan produk indigenus buatan DRDO India yang dikenal dengan nama Swathi. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat India di medan yang berat, radar ini mampu melacak peluru artileri dan mortir dengan presisi tinggi. Ketangguhannya beroperasi di lingkungan ekstrem menjadikannya simbol kemandirian teknologi pertahanan India.
5. ZOOPARK-1M (Rusia). Sebagai tulang punggung deteksi artileri Rusia, ZOOPARK-1M dirancang untuk mobilitas tinggi dan penggelaran cepat di garis depan. Sistem ini dilengkapi algoritma canggih yang memungkinkannya tetap berfungsi efektif di tengah perang elektronika yang intens. Kemampuannya mendeteksi berbagai jenis peluncur roket menjadikannya komponen strategi militer Rusia yang sangat diperhitungkan.
6. ELM-2084 (Israel). Dibuat oleh Israel Aerospace Industries (IAI), ELM-2084 adalah radar multi-mission yang terkenal sebagai mata dari sistem pertahanan Iron Dome. Menggunakan teknologi AESA mutakhir, radar ini tidak hanya melacak artileri tetapi juga pesawat nirawak (UAV). Akurasi datanya sangat krusial dalam memberikan peringatan dini dan memandu intersepsi roket yang mengancam wilayah Israel.
7. SLC-2 (China). SLC-2 adalah sistem radar pencari senjata serbaguna buatan China yang memiliki jangkauan deteksi jarak jauh. Radar ini dirancang untuk melacak roket dan rudal di lingkungan pertempuran yang menantang. Keandalannya telah terbukti melalui ekspor ke berbagai negara sahabat China, menegaskan posisinya sebagai sistem yang efektif dalam skenario pertempuran modern.
8. SQUIRE (Belanda). Dikembangkan oleh Thales Netherlands, SQUIRE adalah radar portabel yang ringan dan sangat mobile. Radar ini didesain khusus untuk mendeteksi mortir dan artileri dalam operasi perdamaian atau perang asimetris. Ukurannya yang ringkas memungkinkannya dibawa oleh pasukan infanteri, memberikan kesadaran situasional yang tinggi tanpa membebani pergerakan pasukan di lapangan.
9. AMB (Prancis). Sistem radar AMB (Artillery Mortar Locating Radar) buatan Prancis dikenal karena akurasinya yang tinggi dalam mendeteksi ancaman mortir dan artileri. Radar ini dirancang untuk tetap efektif di lingkungan dengan gangguan spektrum elektromagnetik yang padat. Digunakan luas oleh Angkatan Darat Prancis, radar ini juga telah diekspor ke berbagai negara sekutu sebagai solusi pertahanan terpercaya.
10. HALO (Inggris). HALO (Hostile Artillery LOcating) adalah sistem yang dikembangkan oleh Thales UK dengan fokus pada pengerahan cepat. Radar ini menggunakan pemrosesan sinyal akustik dan elektronik canggih untuk melacak lokasi mortir dan artileri musuh. Desainnya yang ringkas namun bertenaga menjadikannya aset berharga bagi militer modern yang membutuhkan respons cepat terhadap ancaman tembakan tidak langsung.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: portalmiliter






At the moment there is no comment