Sabtu, November 7, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Membongkar Praktik Komitmen Fee yang Membuat Kepala Daerah Bergelimang Harta

Chairul Husen by Chairul Husen
13 Desember 2025
in Opini
0
Membongkar Praktik Komitmen Fee yang Membuat Kepala Daerah Bergelimang Harta
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Kalian pasti sering mendengar istilah komitmen fee, atau bahasa warkopnya, jatah preman. Di kehidupan nyata istilah itu bukan fiksi, nyata adanya. Komitmen fee inilah yang membuat kepala daerah di mana pun bergelimang harta benda, posisi politiknya kuat. Mari kita bongkar praktik yang sudah mendarah daging ini sambil seruput Koptagul, wak!

Begitu musim pembahasan APBD tiba, negeri ini berubah seperti laboratorium raksasa tempat para pejabat sedang bereksperimen menciptakan rumus korupsi paling ilmiah sepanjang sejarah peradaban Nusantara. Draft APBD baru saja jatuh ke meja dewan, gedebuk! aroma uang langsung naik seperti uap kopi tubruk, dan kalkulator-kalkulator tak kasat mata dalam kepala para pejabat hidup seperti kuntilanak yang baru dipanggil.

You might also like

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

Misalnya proyek Rp22 miliar. Secara teori akademik, anggaran ini harus berubah menjadi aspal tebal, jembatan kokoh, dan drainase yang mengalirkan air, bukan mengalirkan aib. Tapi begitu proyek diketok, ritual kuno bernama “komitmen fee” mulai menari dengan lincah. Pertama, dipotong 10% di depan sebagai mahar hubungan harmonis antara kepala daerah dan kontraktor. Dari Rp22 miliar, hilang Rp2,2 miliar secepat kedipan mata. Sisa Rp19,8 miliar. Lalu ketika SPK turun, dipotong lagi 5% untuk memperkuat tali silaturahmi yang lebih mahal dari harga pernikahan seleb. Sisa tinggal Rp18,81 miliar. Setelah itu baru ilmu teknik terapan bekerja, volume material dikurangi 20%. Dari Rp18,81 miliar, nilai real di lapangan jatuh ke Rp15,048 miliar. Maka resmi sudah, dari proyek Rp22 miliar, yang benar-benar berubah menjadi bangunan hanya sekitar Rp15 miliar lebih sedikit. Sisanya sebesar Rp7 miliar bukan hilang, dia hanya berpindah tempat, dari kas daerah ke “kantong-kantong berlapis moralitas”.

Kenapa uang itu lenyap begitu cepat? Karena biaya politik di negeri ini lebih mahal dari biaya membangun tiga ballroom hotel. Kepala daerah untuk menang pilkada bukan hanya butuh visi, tapi visi dengan stempel, tanda tangan, perahu parpol, saksi yang doyan makan, tim sukses yang doyan kuota, baliho yang harus berdiri tegap meski diterpa angin gosip, dan money politic yang mengalir lebih deras dari debit Sungai Kapuas di musim hujan. Modal kampanye bisa tembus belasan miliar. Maka begitu berkuasa, proyek berubah menjadi jalan tol untuk balik modal. Fee 10%, fee 5%, jatah koordinasi, jatah meja, jatah bangku tengah, semuanya adalah “strategi pengembalian investasi demokrasi”.

Di lapangan, kontraktor yang sudah terpotong sana-sini harus tetap kreatif. Aspal dibuat lebih tipis dari martabak telur hemat, semen dicampur lebih encer dari air mata mantan, batu pecah diganti batu lokal yang setengah pecah setengah pasrah, drainase dipasang sepenuh hati tapi tidak sepenuh anggaran. Karena yang terpenting bukan kualitas bangunan, melainkan kualitas dokumentasi. Auditor nanti tidak menginjak aspal, dia menginjak berkas. Kalau foto serah terima ada, laporan progres warna-warni ada, tanda tangan basah ada, selesai, proyek “memenuhi syarat”. Jalan boleh patah dua, tapi dokumen pantang retak.

Di tengah semua kekacauan ilmiah ini, kepala daerah tahu betul bagaimana memperbaiki citra. Ia tiba-tiba berubah menjadi malaikat berkaki dua, membagikan sembako, memberikan sumbangan ke Ormas, media-media lokal dijatah iklan atau kontrak kerja sama,  menyalurkan bantuan untuk musala, masjid, gereja, menyisihkan sumbangan bencana, semua dilakukan dengan cinta kasih… dan lima kamera wartawan dari tiga sudut berbeda. Lengkap dengan video sinematik, slow motion, dan suara musik sedih yang bikin orang lupa, jalan menuju lokasi acara itu baru dibangun dua bulan tapi sudah berlubang. Sumbangan itu bukan sedekah, tapi bagian dari manajemen persepsi, agar publik melihat sisi malaikatnya, sementara sisi setannya sedang mengurus proyek Rp22 miliar yang tinggal Rp15 miliar karena dikuliti dari atas sampai bawah.

Maka rakyat bertanya polos, “Kenapa jalan cepat rusak?” Jawaban dinas tetap fenomenal, “Cuacanya ekstrem.” Padahal yang ekstrem itu bukan cuaca, tapi potongan komitmen yang bertingkat-tingkat seperti tangga surga versi birokrat.

Sementara itu, kepala daerah bisa liburan ke Bali, punya villa di Puncak, apartemen di Jakarta, dan rumah singgah di kota-kota yang AC-nya dingin sampai menusuk iman. Semua dari “komitmen” yang katanya dilakukan demi pembangunan.

Namun setiap tahun, ritual ini lahir kembali. APBD baru, proyek baru, komitmen fee baru, pengurangan volume baru, sedekah berjamaah berkamerakan HD terbaru, dan pembangunan absurd yang tetap sama. Korupsi di negeri ini tidak pernah mati, dia hanya ganti parfum, ganti pencahayaan, dan kadang ganti slogan.

Kita, rakyat setia penonton drama anggaran, hanya bisa mengelus dada sambil tersenyum getir, berharap suatu hari APBD benar-benar kembali ke makna aslinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, bukan Anggaran Pendapatan Buat Diri Anda.[]

Oleh: Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

#camanewak

Tags: AnggaranBelanjaDaerahOpiniPendapatan
Previous Post

Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

Next Post

Skandal Lift Rp 2,3 Miliar di Era Supiani Suri Kemana Uang Rakyat Dibawa?

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”
Opini

Gegara Adik Belagu! Kepala BNPB Dicopot Prabowo, Negara Bukan Perusahaan Keluarga”Bung”

by Tegar News
16 Oktober 2026
Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot
Opini

Bau Amis di Balik 105 Ribu Mesin India, Kritik Impor Kendaraan Kopdes Agus Gumiwang Dicopot

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas
Opini

Dosa di Atas Meja Pleno: Ketika Palu DKPP Menagih Nyawa Integritas

by Tegar News
10 Oktober 2026
Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?
Opini

Dua Jam Sebelum Putusan MK, Jokowi Bertemu Prabowo “Keluarkan Kartu AS”?

by Tegar News
8 Oktober 2026
Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya  26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?
Opini

Rekor Prabowo 150 Jabatan, Punya 26 Watimpres dan 10 Penasihat Khusus: Apa Bedanya?

by Tegar News
5 Oktober 2026
Next Post
Skandal Lift Rp 2,3 Miliar di Era Supiani Suri Kemana Uang Rakyat Dibawa?

Skandal Lift Rp 2,3 Miliar di Era Supiani Suri Kemana Uang Rakyat Dibawa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Polsek Ciawi Gencar Lakukan Patroli, Cegah Premanisme Dan Aksi Joki Di Jalur Strategis

Polsek Ciawi Gencar Lakukan Patroli, Cegah Premanisme Dan Aksi Joki Di Jalur Strategis

25 Mei 2025
Posko 1 Berdiri, Dukungan Warga Menguat: Wiharnyo,ST Didorong Lanjutkan ke Periode Kedua

Posko 1 Berdiri, Dukungan Warga Menguat: Wiharnyo,ST Didorong Lanjutkan ke Periode Kedua

25 Agustus 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Diduga Ada Praktek Prostitusi Online  Berkedok Pijat Tradisional di Jati Rahayu Meresahkan Warga
Info Publik

Diduga Ada Praktek Prostitusi Online Berkedok Pijat Tradisional di Jati Rahayu Meresahkan Warga

7 November 2026
LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam
Hukum

LSM TEGAR Desak Aparat Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Pemufakatan Makar! Negara Tak Boleh Dikhianati dari Dalam

6 November 2026
Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”
Nasional

Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”

6 November 2026
UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman  Terhadap Hak Warga
Hukum

UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman Terhadap Hak Warga

6 November 2026
Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM
Nasional

Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM

6 November 2026
BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027
Info Daerah

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027

5 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News