Breaking News
light_mode
Home » Opini » Diburu Warga Net! Zulhas Diduga Dalang Penyebab Banjir Bandang

Diburu Warga Net! Zulhas Diduga Dalang Penyebab Banjir Bandang

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 2 Des 2025
  • visibility 329
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 2 Desember 2025| Kebijakan yang dikeluarkan oleh Zulkifli Hasan (Zulhas) selama menjabat sebagai Menteri Kehutanan (Menhut) pada periode 2009 hingga 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II terus menjadi subjek kontroversi, terutama terkait pemberian izin pembalakan dan pelepasan kawasan hutan di pulau Sumatera.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan menyoroti besarnya jumlah izin yang dikeluarkan kementerian di bawah kepemimpinan Zulhas. Greenomics Indonesia, misalnya, pernah menempatkan Zulhas sebagai menteri yang paling banyak menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan menjadi perkebunan.

Angka yang beredar di publik menyebutkan total area yang dialihfungsikan mencapai jutaan hektare, dengan sebagian besar berada di wilayah Sumatera yang kaya hutan, memicu kekhawatiran terkait deforestasi dan bencana lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut.

Jejak kebijakan Zulhas kian mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadapnya sebagai saksi pada tahun 2014. Pemeriksaan tersebut terkait dugaan suap revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau yang menjerat mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, dan korporasi.

“Kami pada saat itu menolak semua permohonan izin alih fungsi hutan yang diajukan oleh perusahaan (terkait kasus suap) itu. Kewenangan izin penebangan saat itu pun banyak dikeluarkan oleh Bupati, bukan dari Kementerian Kehutanan,” ujar Zulhas usai diperiksa KPK.

Meskipun mantan Menhut tersebut kerap menyampaikan sikap tegas terhadap pembalakan liar, dengan menyatakan tidak ada toleransi bagi pelakunya, data dan kritik dari kelompok lingkungan terus menyoroti dampak jangka panjang dari izin pelepasan kawasan yang masif.

Periode kepemimpinan Zulkifli Hasan di Kementerian Kehutanan pun dinilai oleh banyak pihak sebagai masa transisi cepat dari hutan alami menuju perkebunan monokultur, yang berimplikasi pada kerusakan ekosistem dan konflik lahan di Sumatera.

Isu ini kembali relevan seiring dengan posisinya saat ini dalam pemerintahan, mengingat kebijakan sektor kehutanan dan lingkungan tetap menjadi pilar penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Publik

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Study Tour Indramayu: Klarifikasi MKKS Dan Tuduhan Pencatutan Nama Kadisdik

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 144
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Indramayu, 22 Mei 2025| (GMOCT)- Polemik larangan study tour yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM),  semakin memanas di Kabupaten Indramayu.  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Indramayu, Drs. H. Edi Kanedi, M.Pd.,  terlibat dalam kontroversi ini setelah sejumlah SMA di Indramayu tetap menggelar study tour meskipun ada larangan.  Informasi yang dihimpun GMOCT, […]

  • GP Ansor Gerakkan Ekonomi Rakyat Lewat 22.800 Kampung Peternakan Ayam Terpadu

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 124
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 9 Oktober 2025| Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menggelar inisiatif ekonomi rakyat berskala Nasional melalui pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong dan pembangunan kampung Peternakan Ayam Terpadu di 22.800 Desa seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari Gerakan Ekonomi Rakyat yang diinisiasi GP Ansor untuk mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat desa berbasis semangat […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Bersama Babinsa Laksanakan Kontrol Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 116
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Ciampea, Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik Aiptu Ateng Komara bersama Babinsa Koramil 2114 Ciampea Serda Nanang Fahroji melaksanakan kontrol terhadap kegiatan ronda malam di wilayah binaannya, Jumat (13/06/2025). Kegiatan kontrol ronda malam tersebut dilakukan di Pos Ronda Kp. Babakan Kemang RT 001 […]

  • Komisi III DPR RI Beri Penghargaan Kepada Kapolres Metro Bekasi

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, 1 April 2026 | Komisi III DPR-RI memberikan penghargaan kepada Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, S.I.K, SH beserta jajarannya atas dedikasi dan kinerjanya dalam mengawal penyelesaian permasalahan yang terjadi antara warga dan pengembang di Cluster Vasana Neo Vasana Harapan Indah Kota Bekasi. Sebagai bentuk apresiasi, Komisi III DPR RI memberikan penghargaan […]

  • Pentingnya Kualitas Pupuk dan Benih Unggul Bagi Pendapatan Serta Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 187
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 November 2025| Kualitas pupuk dan benih unggul memegang peranan penting dalam menentukan produktivitas pertanian Indonesia. Di tengah tekanan kebutuhan pangan nasional dan fluktuasi iklim, akses petani terhadap input pertanian yang bermutu menjadi faktor penentu pendapatan sekaligus kesejahteraan mereka. Rendahnya kualitas pupuk dan benih terbukti bukan hanya menekan hasil panen, tetapi juga memicu efek […]

  • Kasus Penghinaan di Media Sosial, Ketua Akpersi Jabar Lapor ke Polisi

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 377
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 02 Oktober 2025 – Polemik ujaran penghinaan di ruang digital kembali mencuat. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (Akpersi) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, resmi melaporkan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik ke Polsek Pebayuran Polres Metro Bekasi pada Rabu (1/10/2025) dini hari. Laporan tersebut telah tercatat dalam STTLP/01/2025/POLSEK PEBAYURAN/RESTRO […]

expand_less