Breaking News
light_mode
Home » Opini » Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

Kapal Hantu di Laut Utara Yang Kebal Hukum: Saat 5 Juta Ton Milik Bumi Nusantara “Dirampok”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 369
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 14 Desember 2025| Di atas kertas, laut Indonesia seharusnya sunyi senyap dari aktivitas ekspor tambang mentah. Sejak palu kebijakan diketuk keras pada 1 Januari 2020, Presiden telah bersabda: “Hilirisasi adalah harga mati.” Sejak detik itu, haram hukumnya tanah merah mengandung nikel keluar dari gerbang Nusantara tanpa diolah di dalam negeri.

Namun, di balik meja-meja birokrasi yang dingin dan tumpukan dokumen negara yang dengan percaya diri menyatakan “Nol Ekspor”, ada sebuah “sihir” gelap yang sedang bekerja di lautan lepas.

Ribuan mil di utara, di dermaga-dermaga sibuk Tiongkok, derek-derek raksasa justru bekerja lembur. Mereka tidak sedang membongkar angin. Mereka membongkar muatan nyata, berat, dan bernilai miliaran dolar: 5,3 juta ton bijih nikel dari Indonesia.

Data Pabean China mencatat kedatangan “tamu agung” dari Indonesia ini dengan tinta tebal pada periode pelarangan (2020-2022). Sementara di Jakarta, data Bea Cukai dan BPS kita bersih tak bernoda. Seolah-olah 5 juta ton tanah di Sulawesi atau Halmahera lenyap ditelan bumi, lalu bim salabim, muncul kembali secara ajaib di pelabuhan China.

Ini bukan sekadar selisih angka desimal akibat salah ketik. Ini bukan penyelundupan satu koper berlian yang bisa disembunyikan di balik jaket tebal di bandara.

“Kita sedang berbicara tentang 5 juta ton.

Untuk memindahkan volume tanah dan batu sebesar itu, dibutuhkan armada kapal tongkang dan mother vessel yang berbaris bak semut raksasa di lautan. Dibutuhkan ribuan ritase truk yang meraung-raung di jalan tambang siang dan malam. Dibutuhkan aktivitas bongkar muat kolosal yang mustahil tidak terlihat oleh mata telanjang, apalagi oleh satelit, radar, dan sistem pengawasan negara. Lantas, pertanyaan besarnya: Bagaimana konvoi raksasa ini bisa berubah menjadi “Armada Hantu”?

Apakah mata sistem pengawasan kita yang mendadak rabun, atau ada “tangan-tangan tak terlihat” yang memiliki kunci cadangan untuk membukakan pintu belakang negara ini selebar-lebarnya?

Di saat rakyat dininabobokan dengan janji kemakmuran dari nilai tambah hilirisasi, kekayaan alam mereka justru bocor deras bak air bah. Negara bukan sekadar kecolongan; negara sedang dirampok di siang bolong, tepat di depan hidung para penjaganya. Triliunan rupiah dari royalti dan pajak yang seharusnya membangun sekolah, jalan, dan rumah sakit, kini menguap menjadi asap industri di negeri orang. Tanah kita berpindah, namun uangnya tak pernah singgah.

Namun, kengerian yang sesungguhnya bukanlah pada hilangnya tanah itu, melainkan pada realitas siapa yang memindahkannya dan bagaimana negara memperlakukan mereka.

Ini bukan kasus pencurian ayam yang pelakunya bersembunyi ketakutan di kegelapan. Di balik operasi penyelundupan kolosal ini, nama-nama “pemain” sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di lingkaran kekuasaan. Inisial demi inisial, korporasi demi korporasi, sempat disebut-sebut dalam ruang rapat dengar pendapat parlemen hingga bocoran dokumen investigasi. Jejak aliran barang seolah sudah terpampang nyata.

Tapi, lihatlah apa yang terjadi kemudian: Hening.

Mereka adalah golongan The Untouchables. Para aktor yang seolah memiliki jubah gaib kekebalan hukum. Bagi kelompok elite ini, hukum di negeri ini bukanlah pedang bermata dua yang adil, melainkan plastisin lunak yang bisa dibentuk, ditekuk, dan dipermainkan sesuai kepentingan bisnis mereka.

Ketika nama mereka disebut, alih-alih borgol yang mendekat, justru lobi-lobi tingkat tinggi yang bekerja senyap. Kasus yang seharusnya meledak dahsyat mengguncang istana, perlahan diredam menjadi letupan kecil, lalu lenyap tertiup angin politik.

Rakyat kembali dipaksa menonton sebuah pertunjukan sirkus keadilan yang menyakitkan: bagaimana para perampok kekayaan negara melenggang bebas, berdasi rapi, dan tersenyum di depan kamera. Sementara itu, hukum kita hanya terbukti tajam mengiris ke bawah, tetapi tumpul—bahkan patah berkeping-keping—saat membentur tembok tebal kekuasaan mereka.

Negeri ini sejatinya tidak kekurangan bukti untuk menyeret para penyelundup 5 juta ton nikel itu. Negeri ini hanya sedang kehabisan nyali untuk menyeret para “dewa” tersebut turun dari singgasananya.[]

Oleh: Tim Redaksi

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Rèdaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Cepat Aparat, Pohon Tumbang di Pebayuran Berhasil Dievakuasi Tanpa Korban

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Husen
    • visibility 100
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 3 Maret 2026| Jajaran Polsek Pebayuran bergerak cepat menangani pohon tumbang yang menghalangi akses Jalan Raya Pisangan, Pulo Pipisan, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/3/2026). Angin kencang yang melanda wilayah tersebut merobohkan pohon berukuran cukup besar hingga melintang di badan jalan. Kondisi itu langsung memperlambat arus kendaraan dan memaksa pengendara mengurangi […]

  • Wilson Lalengke Ambil Kartu Pass Masuk Gedung PBB, Siap Berpidato di Forum Internasional

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 574
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-New York, 9 Oktober 2025| Aktivis HAM dan tokoh pers Indonesia, Wilson Lalengke, resmi mengambil kartu pass masuk Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pagi ini sebagai bagian dari persiapan menjelang pidatonya di forum internasional bergengsi tersebut. Langkah ini menandai momen penting dalam keterlibatan Indonesia di panggung diplomasi global. Wilson dijadwalkan menyampaikan pidato yang akan menyoroti isu-isu […]

  • Mengenali Jejak Status WB di RS Mitra Idaman: Temuan Lapangan, Penolakan Klarifikasi, dan Ruang Kosong Keterangan Resmi

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 83
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banjar, 12 Desember 2025| Upaya menelusuri polemik yang menyeret nama seorang pegawai berinisial WB di RS Mitra Idaman Kota Banjar membuka rangkaian informasi baru. Namun berbagai potongan informasi itu belum sepenuhnya tersambung, terutama karena lemahnya konfirmasi dari pihak-pihak utama. Dalam investigasi awal ini, Tim KabarSBI.com menemukan adanya keterangan mengenai status WB yang disebut tengah menjalani […]

  • Pelantikan Ketua DPW PPSI Jabar 2025–2030 Perkuat Eksistensi Pencak Silat Tradisional

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 147
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, 18 Januari 2026| Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030 menjadi momentum penting dalam penguatan dan pelestarian pencak silat tradisional di Jawa Barat. Kegiatan pelantikan digelar di Gedung Kebudayaan, Jalan Naripan, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan […]

  • Bocor! SP2 Lid Kasus Hendry CH Bangun, Ada Apa dengan Penegak Hukum Kita?

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 201
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta — Bocoran dokumen Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP2 Lid) atas kasus dugaan penggelapan yang menjerat Hendry CH Bangun kini beredar di kalangan wartawan dan pegiat hukum. Surat bernomor B/1609/VI/RES.1.11/2025/Direskrimum, yang ditandatangani AKBP Akta Wijaya Pramasakti – Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menyebutkan bahwa penyelidikan kasus tersebut dihentikan sejak 10 Juni 2025 […]

  • Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Sambang Instansi Desa Babakan Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 98
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bogor| Giat sambang Kamtibmas warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yg menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Selasa (24/06/2025) Pada kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Babakan Aiptu Yan Ruhyana menyambangi Warganya dan  menyampaikan pesan-pesan kamtibmas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta untuk bersama-sama ikut serta menjaga keamanan lingkungan […]

expand_less