Breaking News
light_mode
Home » Opini » Menggugat PSN Papua: Menukar Oksigen Dunia demi Pundi-Pundi Oligarki

Menggugat PSN Papua: Menukar Oksigen Dunia demi Pundi-Pundi Oligarki

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 420
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 18 Desember 2025| Rencana besar Presiden Prabowo Subianto menjadikan Papua sebagai episentrum swasembada pangan dan energi melalui budidaya sawit serta singkong skala masif kini berada di bawah sorotan tajam.

Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan ini dinilai bukan hanya cacat administrasi akibat minimnya instrumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tetapi juga dipandang sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan paru-paru dunia demi keuntungan segelintir oligarki.

*Kejanggalan AMDAL: Proyek Masif, Kajian Minimalis*

Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter, mengungkapkan temuan krusial terkait fondasi hukum lingkungan proyek tersebut. Berdasarkan analisisnya, PSN di Papua Selatan diduga kuat berjalan dengan landasan dokumen lingkungan yang sangat terbatas.

“Ini adalah puncak dari logika nisbi yang disodorkan para pembisik Presiden. Bagaimana mungkin proyek pembukaan lahan jutaan hektare hanya mengantongi satu AMDAL, yakni AMDAL jalan sepanjang 135 kilometer? Mana mungkin proyek sebesar ini berjalan tanpa AMDAL induk yang mencakup seluruh dampak ekosistem?” tegas Denny Charter.

Ia menilai, memaksakan proyek raksasa tanpa kajian lingkungan yang menyeluruh merupakan langkah ceroboh yang melanggar prinsip dasar pembangunan berkelanjutan.

*Ancaman ‘Sumateranisasi’ dan Bencana Ekologis*

Denny Charter juga memperingatkan pemerintah agar tidak mereplikasi kegagalan ekologis yang telah terjadi di wilayah lain. Narasi swasembada energi yang didorong melalui pembabatan hutan Papua dikhawatirkan akan membawa nasib serupa seperti Sumatra: suhu semakin panas, sungai keruh, serta kabut asap yang berulang setiap tahun.

“Sumatra sudah ‘sukses’ mendidih demi sawit. Apakah sekarang Papua harus diajak senasib sepenanggungan? Memaksakan pemerataan bencana ekologis dari Sabang sampai Merauke atas nama ketahanan energi adalah pola pikir kuno dan berbahaya,” sindirnya.

Ia menambahkan, oksigen gratis dari hutan Papua tidak memberikan keuntungan langsung bagi neraca dagang negara. Akibatnya, para “pembisik” lebih memilih mengubahnya menjadi solar dan komoditas energi, sehingga keuntungan hanya mengalir ke lingkaran tertentu, sementara rakyat menanggung dampak berupa banjir dan kerusakan lingkungan.

*Visi Presiden vs Realita Lapangan*

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto terus menegaskan komitmennya untuk mencapai kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan potensi lahan di Papua.

“Target kita adalah swasembada energi, dan Papua akan kita jadikan pusat produksi sawit serta singkong berskala besar untuk mencapainya,” tegas Presiden Prabowo.

Namun, Denny Charter menilai visi tersebut berpotensi ditunggangi oleh logika nisbi yang menyesatkan. Menurutnya, narasi “ramah lingkungan” kerap hanya menjadi senyum manis pengusaha sawit ketika saldo rekening bertambah, sementara masyarakat adat Papua harus menyaksikan tanah leluhur mereka berubah menjadi kebun monokultur yang gersang.

*Desakan Evaluasi Total*

Index Politica mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi masukan dari para pembisiknya terkait PSN Papua Selatan. Pembangunan yang hanya mengandalkan angka-angka di atas kertas tanpa memperhatikan AMDAL yang menyeluruh serta kedaulatan masyarakat adat, dinilai hanya akan berujung pada apa yang disebut sebagai “swasembada oligarki”.

“Jangan sampai atas nama swasembada pundi-pundi oligarki, kita justru menghancurkan benteng terakhir oksigen dunia. Presiden harus waspada terhadap mereka yang menjual narasi keberlanjutan, tetapi mengabaikan kehancuran alam yang terjadi di depan mata,” tutup Denny Charter.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1:36

    Bersatu Jaga Lingkungan Desa Tangguh Bencana Cipelang Gelar Aksi Bersih Lahan

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bogor Raya, 28 Maret 2026 | Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh warga dan aparatur Desa Cipelang melalui aksi bersih-bersih lahan yang di gelar pada Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur kelembagaan Desa, di antaranya RT/RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Linmas, serta Destana (Desa Tangguh Bencana). Aksi difokuskan pada pembersihan […]

  • Greenpeace: Deforestasi 40 Tahun Picu Banjir dan Longsor Mematikan di Sumatra

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 162
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya alam turut berkontribusi langsung terhadap meningkatnya frekuensi dan skala bencana ekologis di Indonesia. Dilansir dari harian merdeka, Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra bukan semata akibat faktor alam, melainkan dari runtuhnya daya dukung lingkungan akibat deforestasi masif yang berlangsung puluhan […]

  • Dua Minggu Menghilang, Seorang Ibu di Daerah Jatiasih Diduga Kabur Membawa Dua Anak Balitanya

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 34
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jatiasih Bekasi, 25 Maret 2026 | Seorang suami berinisial SMD tengah dirundung pilu setelah istri sahnya, yang akrab disapa Lia, pergi meninggalkan rumah tanpa izin selama hampir dua minggu. Tidak hanya pergi sendiri, Lia juga membawa serta kedua anak laki-laki mereka yang masih balita, yakni RDW (3 tahun) dan ARK (4 tahun). Kejadian […]

  • Bentrokan di Pengajian Habib Rizieq Pemalang, Tujuh Orang Luka-Luka

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 580
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Pemalang, Jawa Tengah, 24 Juli 2025| Peringatan bulan Muharam yang menghadirkan Habib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berujung bentrokan pada Rabu (22/7/2025) malam. Insiden ini mengakibatkan tujuh orang luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian. Informasi ini diperoleh GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari Detikperistiwa, media online […]

  • Konflik Plasma Sawit di Nagan Raya Memanas: PT SPS 2 Dituding Adu Domba Warga, Ancaman Pelaporan Mencuat, Hentikan!!!

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya (GMOCT) 3 Oktober 2025| Polemik berkepanjangan terkait plasma sawit di Kabupaten Nagan Raya kembali mencapai titik didih. PT Surya Panen Subur (SPS) 2 didesak untuk menghentikan praktik yang dianggap sebagai upaya adu domba antar warga dalam penyelesaian masalah plasma. Desakan ini muncul dari berbagai pihak yang menilai bahwa tindakan tersebut justru memperkeruh suasana […]

  • Heboh! SDN 7 Tanjung Raja Diduga Buat “Aturan Sendiri”, Anak Kurang 1 Bulan Hingga 1 Haripun dari Usia 6 Tahun Ditolak Mentah-Mentah

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 16
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Ogan Ilir, 26 Mei 2026 | Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Ilir kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini sorotan datang dari SD Negeri 7 Tanjung Raja yang diduga menerapkan aturan sendiri dalam penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027. Bagaimana tidak, sekolah dasar negeri tersebut disebut-sebut menolak calon siswa yang belum genap berusia 6 […]

expand_less