Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Info Korupsi

Kapolda Riau dan Kriminalisasi Aktivis, Wilson Lalengke: Ini Kejahatan terhadap Bangsa dan Dunia

Chairul Husen by Chairul Husen
3 Februari 2026
in Info Korupsi
0
Kapolda Riau dan Kriminalisasi Aktivis, Wilson Lalengke: Ini Kejahatan terhadap Bangsa dan Dunia
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 3 Februari 2026| Kasus kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan dan anti-korupsi, Jekson Sihombing, di Riau, terus disuarakan tanpa henti. Upaya untuk menghentikan seruan pembelaan terhadap Jekson, terutama melalui media massa, terus dilakukan oleh Kapolda Riau dan jaringannya.

Terbaru, Ketua DPD KNPI Riau, Larshen Yunus, menyampaikan kepada Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, bahwa setelah gagal menggunakan jaringan preman GRIB, Kapolda Riau Herry Heryawan, menggunakan rekan kerja Larshen Yunus sendiri.

You might also like

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri

Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu

KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

“Kapolda Riau mengutus empat orang teman dekat saya untuk melakukan pendekatan persuasif. Pertemuan kami tadi sore ini berlangsung sekitar satu jam yang pada intinya meminta agar pemberitaan mengenai kasus ini dihentikan,” ungkap Larshen Yunus, Minggu malam, 01 Januari 2026.

Menurut penuturan Larshen, keempat rekannya menyampaikan bahwa Kapolda Riau sangat jengkel dengan pemberitaan dan pernyataan dari PPWI. Kekesalan itu memuncak karena sebuah foto Kapolda yang ditempel isolasi hitam di bagian mata, sehingga menimbulkan kesan dirinya sebagai buronan kriminal.

Mungkin bagi Kapolda, hal ini dianggap mencoreng wibawa dia dan lembaga. Namun bagi para aktivis, simbol tersebut adalah bentuk kritik atas perilaku aparat yang dianggap berpihak pada kepentingan perusahaan perusak lingkungan dan pelaku korupsi.

Perlu diingat bahwa14 kebun sawit di lahan illegal milik Marthias yang merupakan bagian dari Surya Dumai Group telah disita negara melalui Satgas PKH Kejaksaan Agung Republik Indonesi, hasil dari laporan aktivis LSM Petir, Jekson Sihombing. Selain itu, Jekson juga melaporkan dugaan korupsi Rp 2,7 triliun dana BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) yang melibatkan korporasi perusak hutan Riau ini ke Kejagung, yang kini sudah masuk tahap penyidikan.

Suara Aktivis Tidak akan Bertenti

Menanggapi permintaan agar pemberitaan dihentikan, Wilson Lalengke dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melaporkan setiap perkembangan kasus. Baginya, kriminalisasi terhadap Jekson Sihombing, aktivis lingkungan yang vokal menentang perusahaan perusak hutan di Riau, merupakan bukti nyata bahwa Kapolda Riau berselingkuh dengan kepentingan korporasi.

“Kami tidak akan tunduk pada tekanan. Setiap langkah zalim aparat terhadap rakyat harus dilawan dan disuarakan agar menjadi perhatian masyarkat dan para pengambil kebijakan di negara ini,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Wilson Lalengke selanjutnya menambahkan bahwa dirinya sangat memahami jika Kapolda Herry Heryawan berutang budi kepada perusahaan besar seperti Surya Dumai Group. “Sangat mungkin perusahaan itulah yang menjadi bohir alias donatur untuk meloloskan Herry Heryawan ke kursi Kapolda Riau. Setoran ke atasan untuk pangkat satu bintang saja di Polri bisa mencapai 20 miliar, apalagi untuk jabatan Kapolda Riau yang merupakan lahan basah di lingkungan aparat penegak hukum, hampir pasti amplop coklatnya tidak kira-kira,” ungkapnya dengan nada keras.

Wilson Lalengke tidak hanya berhenti pada kritik, ia menuding langsung bahwa Kapolda Riau telah melakukan rekayasa kasus demi memuaskan nafsu perusahaan rakus. “Kapolda boleh saja berutang budi kepada perusahaan dan siapapun, tapi jangan menciptakan kasus kejahatan di tengah masyarakat hanya untuk memuaskan PT. Chiliandra Perkasa yang bejat itu,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap praktik aparat yang mengorbankan rakyat demi kepentingan oligarki.

Kejahatan terhadap Bangsa dan Masyarakat Dunia

Menurut Wilson Lalengke, tindakan Kapolda Riau bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan moral. “Perilaku zalim terhadap Jekson Sihombing adalah kejahatan yang bukan hanya terhadap individu, tetapi terhadap bangsa Indonesia dan masyarakat dunia. Semua orang di dunia membutuhkan lingkungan hidup yang sehat, iklim yang mendukung kehidupan semua makhluk di bumi. Merusak lingkungan hidup berarti mengkhianati masa depan umat manusia,” ujar Petisioner HAM pada Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa, Oktober 2025 lalu ini.

Dalam refleksinya, Wilson Lalengke menekankan bahwa kepemimpinan sejati adalah amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri atau melayani kepentingan korporasi. “Seorang Kapolda yang menjual dirinya kepada perusahaan perusak lingkungan dan pelaku korupsi telah kehilangan martabatnya. Ia bukan lagi pelindung rakyat, melainkan alat penindas,” katanya dan menegaskan bahwa jabatan publik harus dijalankan dengan integritas, bukan dengan transaksi politik dan ekonomi.

Wilson Lalengke juga mengingatkan bahwa sejarah selalu mencatat perilaku zalim penguasa. “Setiap tirani akan runtuh, karena keadilan adalah hukum alam. Mereka yang berpihak pada kebenaran akan dikenang, sementara mereka yang menjual diri pada korupsi akan dilupakan sebagai noda sejarah,” tambahnya.

Pria asal Pekanbaru dan lulusan PMP-KN FKIP Universitas Riau itu mengaitkan kasus ini dengan dimensi global. Baginya, kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan bukan hanya masalah lokal, tetapi bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan. “Ketika hutan dihancurkan, ketika sungai tercemar, ketika udara diracuni, maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat Riau, tetapi seluruh umat manusia. Kapolda Riau harus sadar bahwa tindakannya mendukung perusahaan perusak lingkungan adalah pengkhianatan terhadap bumi,” terangnya.

Wilson Lalengke menutup komentarnya dengan seruan moral. Ia menegaskan bahwa perlawanan terhadap aparat yang berpihak pada korporasi harus terus dilakukan, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan suara kebenaran.

“Kita tidak boleh diam. Diam berarti ikut serta dalam kejahatan. Suara rakyat adalah senjata paling ampuh melawan tirani. Dan suara itu tidak boleh dibungkam oleh intimidasi, oleh preman, atau oleh aparat yang menjual dirinya,” katanya.

Kasus di Riau menunjukkan betapa rapuhnya integritas aparat ketika berhadapan dengan kepentingan korporasi besar. Klarifikasi dan permintaan agar pemberitaan dihentikan tidak mampu membungkam suara aktivis dan tokoh masyarakat seperti Wilson Lalengke.

Dengan kritik keras dan refleksi filosofis, ia menegaskan bahwa kejahatan terhadap lingkungan adalah kejahatan terhadap bangsa dan dunia. Pesan moralnya jelas: kepemimpinan adalah amanah, bukan alat untuk melayani oligarki. Dan setiap bentuk kriminalisasi terhadap aktivis adalah pengkhianatan terhadap masa depan umat manusia.[]

Tags: 27 triliunBPDPKSDanaDugaanKapoldaKorupsiRiau
Previous Post

Kritik Keras IndexPolitica: Diplomasi RI di BoP Mandul, Gaza Terus Dibombardir

Next Post

Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri
Info Korupsi

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri

by Tegar News
19 September 2026
Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu
Info Korupsi

Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu

by Tegar News
18 September 2026
KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka
Info Korupsi

KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

by Tegar News
18 September 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka, Uang Diduga Milik Nusron Wahid Ditemukan di Tangan 4 Orang Kepercayaannya!
Info Korupsi

KPK Tetapkan 8 Tersangka, Uang Diduga Milik Nusron Wahid Ditemukan di Tangan 4 Orang Kepercayaannya!

by Tegar News
16 September 2026
Bukti Koper Cibubur, Jejak Suap HGB Bogor dan Uang Ratusan Miliar Rupiah  Mengarah ke Nusron Wahid
Info Korupsi

Bukti Koper Cibubur, Jejak Suap HGB Bogor dan Uang Ratusan Miliar Rupiah Mengarah ke Nusron Wahid

by Tegar News
16 September 2026
Next Post
Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa "Mandat Moral"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Warga Menjerit! Tambang Pasir Silika di Lampung Timur Ancam Keselamatan dan Rusak Lingkungan, PPWI Desak Penegakan Hukum!

Warga Menjerit! Tambang Pasir Silika di Lampung Timur Ancam Keselamatan dan Rusak Lingkungan, PPWI Desak Penegakan Hukum!

11 Mei 2025
Aksi Massa di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

Aksi Massa di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

14 April 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News