Jumat, Agustus 7, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Nasional Sejarah

Dari Meja Korektor Menuju Panggung Perjuangan Nasional

Chairul Husen by Chairul Husen
17 Februari 2026
in Sejarah
0
Dari Meja Korektor Menuju Panggung Perjuangan Nasional
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 17 Februari 2026| Bandung,18 Juni 1959 — Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Abdul Muis (1883–1959), tokoh pergerakan nasional, wartawan tajam, sastrawan berjiwa api, telah berpulang di Bandung. Namun kepergiannya bukanlah akhir. Dua bulan berselang, Presiden Soekarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang pertama, sebuah pengakuan atas dedikasi seumur hidupnya bagi kemerdekaan dan martabat bangsa. Dari rahim Minangkabau, lahir seorang pejuang yang memilih pena sebagai senjata dan kata-kata sebagai peluru.

Dari Korektor Menjadi Penggugat Kolonialisme. Perjuangan Abdul Muis bermula di ruang redaksi. Tahun 1912, Ia memasuki surat kabar Preanger Bode di Bandung sebagai korektor. Pendidikan formalnya di STOVIA memang tak selesai, namun kemahirannya berbahasa Belanda membuka jalan ke dunia pers kolonial.

You might also like

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah

Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia

Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia

Di sanalah nuraninya terusik.

Tulisan-tulisan yang merendahkan bumiputra membuat darahnya mendidih. Ia tak memilih diam. Dengan keberanian yang jarang dimiliki pribumi pada masa itu, Abdul Muis melawan bukan dengan senjata, melainkan dengan argumentasi yang tajam dan tak kenal takut.

Melalui De Express yang dipimpin tokoh-tokoh radikal seperti E.F.E. Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangunkusumo, ia melancarkan kritik keras terhadap kebijakan kolonial. Pena Abdul Muis menjelma suara perlawanan.
Tulisannya membongkar kepincangan sosial akibat penjajahan, menyuarakan penderitaan rakyat kecil, dan menantang superioritas semu kolonialisme.

Konflik dengan pimpinan Preanger Bode menjadi tak terelakkan. Namun justru dari sanalah karier perjuangannya melesat. Pada akhir 1914, Ia memimpin Kaum Muda, sebuah mimbar yang ia ubah menjadi medan tempur gagasan.

Sarekat Islam dan Gema Perlawanan di Volksraad. Tak puas hanya di medan pers, Abdul Muis melangkah ke gelanggang politik. Bersama Sarekat Islam (SI), Ia menggalang kekuatan rakyat.

Dalam Kongres SI tahun 1916, Ia dengan tegas mengusulkan agar pergerakan bersiap menempuh jalan radikal bila cara lunak tak lagi didengar. Suaranya menggema sebagai peringatan: kesabaran rakyat ada batasnya.

Sebagai anggota Volksraad (1917–1921), Abdul Muis memanfaatkan forum bentukan Belanda itu untuk menggugat ketidakadilan dari dalam. Ia memperjuangkan hak-hak kaum pribumi dan mendesak pendirian sekolah teknik bagi bangsa Indonesia yang kelak terwujud menjadi Technische Hooge School di Bandung, cikal bakal ITB.

Di ruang sidang kolonial, Ia berdiri bukan sebagai wakil penjajah, melainkan sebagai pembela rakyat.

Dari Aksi Massa ke Pengasingan.
Perjuangannya tak berhenti pada pidato dan tulisan. Tahun 1920, Ia memimpin Perkumpulan Buruh Pegadaian. Setahun kemudian, Ia berdiri di garis depan pemogokan buruh di Yogyakarta.

Di tanah Minangkabau, Ia menggalang penghulu adat menentang pajak kolonial yang menindas. Keberaniannya membuat pemerintah Hindia Belanda gerah. Tahun 1926, rezim kolonial menerapkan passentelsel, membatasi geraknya dan mengasingkannya ke Garut. Tiga belas tahun lamanya Ia dibelenggu ruang gerak.
Namun pengasingan tak pernah memenjarakan pikirannya.

Di Garut dan Bandung, Ia terus menulis. Ia mendirikan harian Kaum Kita dan melahirkan karya monumental “Salah Asuhan”, roman yang bukan sekadar kisah cinta tragis, melainkan cermin getir benturan identitas dan kolonialisme.

Abdul Muis wafat dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Namun warisannya tetap hidup dalam sejarah pers nasional, dalam dunia sastra, dan dalam denyut kesadaran kebangsaan.

Ia membuktikan bahwa perjuangan tak selalu bersimbah darah. Kadang ia hadir dalam kalimat yang terstruktur rapi, dalam argumen yang menggugah akal sehat, dalam keberanian menyebut ketidakadilan sebagai ketidakadilan.
Abdul Muis adalah bukti bahwa pena mampu menandingi senjata, dan kata-kata mampu mengguncang kekuasaan.

Bangsa ini mencatat namanya bukan sekadar sebagai sastrawan atau politikus, melainkan sebagai pelopor, pahlawan yang berjuang demi kehormatan bangsanya melalui medan pers dan parlemen.[☆]

Dan sejarah akan terus mengingatnya.

Tags: Abdul MuisMenjadiPENASenjata
Previous Post

Berulangkali Mangkir dari Persidangan Jekson Sihombing, Wilson Lalengke: Ini Persekongkolan Jahat Kapolda dengan Kajati Riau

Next Post

Prof. Tono Saksono menyebut, Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026, Memulai Tanggal 19 Adalah Keliru

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah
Sejarah

Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah

by Chairul Husen
4 Maret 2026
Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia
Sejarah

Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia

by Chairul Husen
4 Maret 2026
Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia
Sejarah

Imam Besar Masjidil Haram dari Banten! Inilah Syekh Nawawi al-Bantani, Guru Para Pendiri NU dan Muhammadiyah yang Mendunia

by Chairul Husen
1 Maret 2026
Prada Samlawi Asal Rumpin Bogor Yang Diseret dan Dibakar Setelah Shalat Dzuhur
Sejarah

Prada Samlawi Asal Rumpin Bogor Yang Diseret dan Dibakar Setelah Shalat Dzuhur

by Chairul Husen
22 Februari 2026
Dr. Abdullah Ahmad: Ulama Reformis, Penyalur Cahaya Pencerahan Bangsa, Dari Ranah Minang
Sejarah

Dr. Abdullah Ahmad: Ulama Reformis, Penyalur Cahaya Pencerahan Bangsa, Dari Ranah Minang

by Chairul Husen
14 Februari 2026
Next Post
Prof. Tono Saksono menyebut, Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026, Memulai Tanggal 19 Adalah Keliru

Prof. Tono Saksono menyebut, Awal Puasa Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026, Memulai Tanggal 19 Adalah Keliru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jalur KKA Bener Meriah–Aceh Utara Ditutup Sementara, Perbaikan Longsor Terus Dikebut

Kejati Kalbar Laksanakan Penyerahan Tersangka RS dan Barang Bukti Tahap II

16 Desember 2025
Pemprov DKI Gelar Aksi Kerja Bakti dan Tanam Pohon di Terminal Terpadu Pulogebang Jakarta Timur

Kepala Negara Berharap Belajar Mengajar Bagi Anak-Anak Dapat Segera Berjalan Normal Kembali

13 Desember 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi
Nasional

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

7 Agustus 2026
Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri
POLRI

Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri

7 Agustus 2026
Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat
Info Daerah

Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat

7 Agustus 2026
Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur
Info Daerah

Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur

6 Agustus 2026
KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor
Info Daerah

KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor

6 Agustus 2026
Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya
Politik

Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya

6 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News