Breaking News
light_mode
Home » Opini » Barang AS 0% – Barang Kita 19% “To Read Between The Line” Membaca Di Antara Dua Garis

Barang AS 0% – Barang Kita 19% “To Read Between The Line” Membaca Di Antara Dua Garis

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
  • visibility 44
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 28 Februari 2026| Presiden kita, Pak Prabowo ke Amerika lagi Ketemu Donald Trump untuk nego tarif dagang. Hasilnya, barang masuk dari AS 0%. Sementara barang dari kita, dikenakan tarif 19%. Negara super power dilawan.

Yang harus disadari oleh presiden Prabowo dalam menghadapi Trump terkait kenaikan tarif, mengantisipasi modus yang diterapkan Trump dengan menggunakan tekanan kenaikan tarif secara bercabang.

Satu soal katakanlah sudah deal, oke sepakat ya. Terus bikin perjanjian. Tapi nanti ada hal lain yang sebetulnya di luar soal kenaikan tarif, misalnya soal gas, soal mineral jarang, lalu yang sudah disepakati jadi 10 persen itu, lalu dinaikkan lagi. Jadinya terpaksa bikin deal lagi seakan-akan dari awal lagi. Dan seterusnya.

Dalam perjanjian di meja perundingan yang sejatinya juga perang nonmiliter, sebenarnya wajar saja kalau kemudian terjadi quit pro qua atau timbal-balik kesepakatan dalam hal memberi dan menerima. Tapi kalau kemudian modusnya didasari pemerasan dan tekanan yang bersifat kasus per kasus, pada perkembangannya Trum sama saja dengan para presiden Neolib sebelumnya. Hanya saja Trump lebih vulgar.

Sisi lain, publik memang berhak tahu kalaupun ada deal quit pro quo dalam sebuah perjanjian seperti soal tarif ini. Namun publik, termasuk media massa, bukan cuma berhak tahu. Namun secara proaktif harus mencari tahu melalui berbagai cara. Baik yang ada dibenak Trump maupun Prabowo. Buka saja, asalkan berasal dari sumber-sumber yang valid dan teruji.

Misalnya dalam agreement yang tercantum dalam kesepakatan Trump-Prabowo, benarkah kewajiban untuk mengirim data ke Amerika, kita tidak meminta quit pro quo sebagai imbalan yang seimbang. Kalau tak ada ya berarti kalah total dong kita di meja perundingan. Tapi apa iya begitu? Di sinilah para jurnalis menyebut perlunya To Read between the Line. Membaca di antara dua garis. Membaca halaman kosong itu penting karena sebetulnya ada isinya juga. Nah yang ini malah nggak dibaca.

Intinya jangan buru buru dulu menghakimi, namun membaca dan mengamati secara cermat. Saya kira inilah yang paling rawan di era digital. Malas untuk deep reading. Kedua, lebih senang membaca atau mendengar yang memang ingin dia baca atau dengar. Konfirmasi Bias.

Mungkin para orang tua kita dulu, termasuk saya, sampai kurun waktu tertentu, kemakan petuah mereka dulu. “Jangan dengar radio musuh.” Padahal, mendengar radio musuh itulah kita dapat mengenali maksud tujuan musuh.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Wajib Mengundurkan Diri Atau Dicopot Presiden

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Naryoto
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lampung, 31 Agustus 2025| Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Sebaiknya Mengundurkan Diri. Hal ini disampaikan oleh pimpinan pusat lembaga tegakkan amanat rakyat (TEGAR), Ia mengecam keras kematian Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi di Jakarta kemarin. Mereka menyebut tragedi ini sebagai extra-judicial killing dan menuntut pertanggungjawaban penuh Presiden dan Kapolri. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan […]

  • Aksi AMPERA di PUPR , Soroti Dugaan Pungli dan Bobroknya Pengawasan Infrastruktur

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle AG
    • visibility 50
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 3 Februari 2026| Aliansi Mahasiswa Perjuangan (AMPERA) Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa keras di depan gerbang Kantor Dinas PUPR Kota Bogor, Selasa siang. Aksi ini bukan sekadar penyampaian aspirasi, melainkan bentuk tekanan langsung terhadap dugaan praktik pungutan liar perizinan galian badan jalan serta carut-marutnya pengawasan pemeliharaan infrastruktur yang dinilai semakin merugikan masyarakat. […]

  • Bukan Dokter Tapi Jadi Menteri Kesehatan! Inilah Budi Gunadi Sadikin, Ahli Nuklir dan Mantan Bos Bank Mandiri yang Sukses Ubah Wajah RS di Indonesia

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 38
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 9 Maret 2026| Di koridor kementerian yang biasanya kental dengan aroma medis, muncul sebuah fenomena menarik. Budi Gunadi Sadikin, seorang pria yang tidak pernah mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran, justru dipercaya menjadi “nakhoda” utama kesehatan Indonesia. Sejak dilantik pada 23 Desember 2020, ia membuktikan bahwa menyembuhkan sistem kesehatan nasional tidak melulu soal stetoskop, melainkan […]

  • Sinergitas TNI-Polri, Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Sambang Warga Binaan Di Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 107
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Sinergitas antara TNI dan Polri terus diperkuat dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bogor. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan sambang warga yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Cijeruk Aiptu Rohmat bersama Babinsa Sertu Hardi di wilayah Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jumat (30/05/2025). Dalam kegiatan sambang tersebut, […]

  • Menolak Lupa! Usut Tuntas Para Pelaku Pembunuhan Enam Anggota Laskar FPI di KM 50

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Dekra / Syarif H
    • visibility 250
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta| Suasana haru menyelimuti Komnas HAM Jakarta setiap sehabis shalat Jum’at. Para orang tua, anggota Laskar FPI dan Alim Ulama berkumpul untuk menuntut keadilan anak serta saudara mereka yang tewas mengenaskan setelah ditembak oleh oknum Kepolisian di KM-50 pada 07 Desember 2020 silam. Hampir lima tahun sudah kasus tewasnya ke-enam anggota Laskar FPI berlalu, namun […]

  • Jurnalis Dihalang-Halangi Oknum Security Saat Investigasi Lahan Sengketa PT Anugrah Kreasi Propertama

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 288
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bogor– 27 Agustus 2025– Ketegangan terjadi di kawasan Perumnas yang sedang dibangun PT Anugrah Kreasi Propertama, Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (27/8/2025). Dua wartawan berinisial RL dan HD diusir oleh Chief Security perusahaan ketika berusaha mengonfirmasi dugaan lahan sengketa di lokasi proyek.   Kedua wartawan mendatangi perusahaan untuk meminta klarifikasi […]

expand_less