Jumat, Agustus 7, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia

Chairul Husen by Chairul Husen
15 April 2026
in Ekonomi
0
Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id -Jakarta, 15 April 2026 | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, menilai pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat terbukanya babak baru hubungan strategis Indonesia–Rusia. Namun, di balik suasana diplomatik yang terlihat hangat, masih terdapat sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama di sektor energi.

Dalam keterangan analisisnya, Samuel menyebut bahwa kemajuan hubungan kedua negara sejauh ini baru terlihat jelas pada sektor ekonomi, sementara kerja sama energi masih berada dalam tahap penjajakan.

You might also like

Freeport Resmi Lepas 12% Saham Gratis! Kepemilikan dan Kendali Tambang Makin Kuat, Naik 63%

Indonesia Mulai Realisasikan Impor Minyak dari Rusia Untuk Pertama Kalinya

Bahlil Bongkar Alasan Importir Marah, Impor Bensin Indonesia Tembus 20 Juta Kiloliter

“Kerja sama ekonomi memang menunjukkan progres yang cukup nyata. Tetapi sektor energi, yang justru menjadi kepentingan utama Indonesia, masih berada pada tahap negosiasi dan belum mencapai titik final,” ujarnya, (14/4).

Menurut Silaen, dari perspektif Moskow, pendekatan terhadap Indonesia bukan sekadar hubungan bilateral biasa. Rusia saat ini sedang berupaya memperluas pengaruhnya di kawasan Global South sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan geopolitik Barat dan sanksi internasional.

“Indonesia dipandang strategis, baik dari sisi posisi geopolitik maupun kebutuhan energinya yang besar. Karena itu Rusia sangat berkepentingan untuk mempererat hubungan dengan Indonesia, salah satu market, ” katanya.

Silaen menilai hasil pertemuan tersebut memperlihatkan dua capaian yang berbeda. Pada sektor ekonomi, kemajuan terlihat cukup konkret melalui peningkatan perdagangan dan komitmen kerja sama di bidang pertanian, industri, teknologi, hingga infrastruktur.

“Bidang ekonomi relatif minim hambatan politik, sehingga lebih mudah dan cepat direalisasikan. Ini bisa disebut sebagai ‘low hanging fruit’ yang paling mudah dipetik oleh kedua negara,” jelasnya.

Namun situasi berubah ketika pembahasan memasuki sektor energi. Meski menjadi agenda utama dalam pertemuan, hingga kini belum ada kesepakatan besar yang diumumkan.

Menurut Silaen, hal itu menunjukkan bahwa kerja sama energi Indonesia–Rusia memiliki kompleksitas jauh lebih tinggi dibanding kerja sama ekonomi biasa, hal itu rada alot karena sumber energi itu non- terbarukan maka harus dilakukan secara efesiensi.

“Kerja sama energi dengan Rusia tidak bisa dilepaskan dari faktor geopolitik. Rusia masih berada dalam tekanan sanksi Barat, sehingga setiap potensi kerja sama harus mempertimbangkan berbagai risiko, mulai dari mekanisme pembayaran, asuransi, hingga rantai pasok,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga berada dalam posisi dilematis. Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, terutama minyak dan gas, terus meningkat, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan.

“Rusia menawarkan opsi yang menarik, termasuk kemungkinan harga energi yang lebih kompetitif. Namun Indonesia harus sangat berhati-hati agar tidak terseret dalam pusaran risiko geopolitik global,” tegas Silaen. Ia menilai belum tercapainya kesepakatan di sektor energi tidak dapat dipandang sebagai kegagalan tapi masih dalam tahap kajian mendalam ditengah semakin menipisnya jumlah cadangan energi dunia.
Sebaliknya, kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian kedua negara dalam menjaga kepentingan masing-masing.

“Rusia ingin memastikan pasar yang stabil dan berkelanjutan, sementara Indonesia berusaha menjaga keseimbangan politik luar negeri dan kepentingan ekonominya,” ujarnya.

Lebih jauh, Silaen melihat pola hubungan Indonesia–Rusia mulai terbentuk semakin jelas. Menurut dia, sektor ekonomi menjadi pintu masuk, sementara sektor energi merupakan arena negosiasi strategis yang akan menentukan seberapa jauh hubungan kedua negara akan berkembang.

“Hubungan Indonesia–Rusia saat ini berada dalam fase transisi. Ekonomi sudah bergerak maju, tetapi energi masih menjadi ‘kartu truf’ yang belum dimainkan sepenuhnya,” katanya.

Silaen menegaskan bahwa keberhasilan finalisasi kerja sama energi nantinya akan menjadi indikator utama untuk menilai apakah hubungan Indonesia–Rusia akan berkembang menjadi kemitraan strategis yang kuat, atau hanya berhenti pada hubungan ekonomi pragmatis.

“Apakah hubungan ini akan berkembang menjadi aliansi strategis yang solid atau hanya berhenti pada kerja sama ekonomi semata, sangat ditentukan oleh bagaimana kedua negara menyelesaikan isu energi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat memengaruhi kalkulasi Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kerja sama energi. Menurut Silaen, eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz tersebut berpotensi memicu gangguan rantai pasok global dan lonjakan harga pangan imbas dari macetnya rantai pasokan energi.

“Dalam jangka panjang, kerugian pasar global bisa mencapai 0,5 hingga 2 persen dari PDB dunia, atau setara 700 miliar hingga 2,2 triliun dolar AS. Jumlah penduduk dunia yang terancam kemiskinan dan kelaparan juga dapat bertambah hingga 45 juta orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization, Arsenio Dominguez, pada Senin menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim. Dikutip dari Qatar News Agency, Senin (13/4/2026), Dominguez menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, tidak ada negara yang berhak membatasi hak lintas damai maupun kebebasan navigasi di selat internasional yang digunakan untuk kepentingan transit global.[]

Tags: GeopolitikIndonesiaKerjasamaRusia
Previous Post

Kritik Keras GTI: Pansel Open Bidding Harus Independen dan Bisa Diaudit

Next Post

RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Freeport Resmi Lepas 12% Saham  Gratis! Kepemilikan dan Kendali Tambang Makin Kuat, Naik 63%
Ekonomi

Freeport Resmi Lepas 12% Saham Gratis! Kepemilikan dan Kendali Tambang Makin Kuat, Naik 63%

by Tegar News
14 Juli 2026
Indonesia Mulai Realisasikan Impor Minyak dari Rusia Untuk Pertama Kalinya
Bisnis

Indonesia Mulai Realisasikan Impor Minyak dari Rusia Untuk Pertama Kalinya

by Tegar News
14 Juli 2026
Bahlil Bongkar Alasan Importir Marah, Impor Bensin Indonesia Tembus 20 Juta Kiloliter
Bisnis

Bahlil Bongkar Alasan Importir Marah, Impor Bensin Indonesia Tembus 20 Juta Kiloliter

by Tegar News
7 Juli 2026
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Utang RP500 Triliun dari IMF “Alasannya Bikin Bangga”
Ekonomi

Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Utang RP500 Triliun dari IMF “Alasannya Bikin Bangga”

by Tegar News
5 Juli 2026
Freeport Setuju Lepas 12% Kepemilikan Saham Indonesia Bakal Jadi 63%
Bisnis

Freeport Setuju Lepas 12% Kepemilikan Saham Indonesia Bakal Jadi 63%

by Tegar News
21 Juni 2026
Next Post
RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Dandim 0509 Bekasi Lepas 196 Personel Cuti Lebaran Gelombang II

Dandim 0509 Bekasi Lepas 196 Personel Cuti Lebaran Gelombang II

23 Maret 2026
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro Pimpin Apel Pagi Sat Lantas Polres Bogor

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro Pimpin Apel Pagi Sat Lantas Polres Bogor

24 Juni 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi
Nasional

Skandal Ijazah UGM, Prof Yudhie Haryono: Pratikno Aktor Tunggal Pemalsuan Ijazah Jokowi

7 Agustus 2026
Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri
POLRI

Isu Pergantian Kapolri Dinilai Belum Urgen, Egi Hendrawan: Apresiasi Sikap Tenang Kapolri

7 Agustus 2026
Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat
Info Daerah

Ultimatum DPP LPK-RI kepada Bupati dan DLH Pekalongan: Jangan Tutup Mata Dugaan Pencemaran Limbah Laundry, Siap Tempuh Jalur Hukum Sampai Tingkat Pusat

7 Agustus 2026
Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur
Info Daerah

Peringati HUT ke-2 AKPERSI, DPP yang Diwakili Ketua DPD Jawa Barat Santuni 40 Anak Yatim dan Salurkan Al-Qur’an di Ponpes Tahfidzul Qur’an Karanghaur

6 Agustus 2026
KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor
Info Daerah

KDM Nyatakan Perang! Lawan Peredaran Tramadol dan Miras Ilegal, Janjikan Hadiah Bagi Pelapor

6 Agustus 2026
Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya
Politik

Ratusan Pendukung Padati Kantor Desa, H. Acep Saepudin Mantap Maju di Pilkades Kertajaya

6 Agustus 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News